Connect with us

Wawancara

Wawancara Kombes Pol La Ode Aries El-Fathar, S.IK

“Kami Punya Cita Cita Besar Menjadikan Club Ini Berlaga Dipentas Liga”

Published

on

Kombes Pol La Ode Aries El-Fathar, S.IK

KendariMerdeka.com – Mengenakan dasi merah dan setelan kemeja putih polos, Kombes Pol La Ode Aries El-Fathar, S.IK sibuk menandatangani setumpuk berkas dimeja kerjanya. Sore itu diruangan kerjanya Lantai 2 gedung Direktorat Reskrim Polda Sultra.

Kombes La Ode berkisah banyak hal, perihal tugas pertamanya di Polda Papua selepas menyelesaikan pendidikan di Akpol Tahun 1994 hingga kembali ketanah kelahiran Sultra selepas menyelesaikan pendidikan Sespim Polri dan ditempatkan sebagai Kapolres Kolaka Utara selama tiga tahun hingga akhirnya kini mengemban tugas sebagai orang nomor satu pada Direktorat Reskrim Polda Sultra.

Kombes La Ode adalah rekan seangkatan Prof. Muh Zamrun Firihu saat bersekolah di SMAN 1 Raha lulusan1991. Pertemanannya dengan rektor UHO tersebut disebutnya sebagai persahabatan tanpa jarak. Sebaliknya Prof Zamrun juga memiliki kesan tersendiri kepada sahabatnya itu.

“Kombes La Ode Aries adalah sahabat rasa saudara, alhamdulillah puluhan tahun komunikasi kami selalu baik. Saya pikir dia tegas dan profesional dalam menjalankan tugas. Selalu bertindak dengan pertimbangan yg matang dan terukur sesuai dengan aturan”, demikian Rektor UHO itu memberi kesan.

Senada dengan Prof Zamrun, pemain timnas Saddil Ramdhani juga menilai sosok Kombes La Ode sebagai figur kebapakan. Menurut pemain PS Bhayangkara ini, setiap kali mendapatkan cuti bermain di club, dirinya merasa nyaman berlatih bersama Dua Laode FC.

“Setiap liburan di Kendari atau libur kompetisi, Saya selalu berlatih dengan anak-anak Dua Laode FC untuk menjaga kebugaran. Saya nyaman berlatih bersama mereka, mungkin karena Saya mengenal dengan baik Bapak Kombes La Ode Aries dan Bapak LSP serta pemain-pemainnya. Saya doakan Dua Laode FC menjadi club pertama Sultra yang bermain di divisi utama. Saya siap membantu dan bekerjasama”, kata Saddil.

Baca Juga:  Diduga Serobot Tanah Milik Polri, Kades di Konsel Dipidanakan

Kombes La Ode menerima Muhammad Syukur dan Cahya Septarini dari Kendari Merdeka untuk Wawancara Tokoh. Ditemani secangkir kopi “Kahawaku”, Kombes La Ode berkisah banyak hal. Berikut petikannya.

KM: Sebagai putra daerah, bagaimana kesan anda bertugas di Sultra. Apalagi jabatan anda adalah Direktur Reserse Kriminal Umum yang banyak bersinggungan dengan kepentingan khalayak

LA: Bagi Saya bertugas dimanapun terasa menyenangkan. Sepanjang mengedepankan profesionalisme dan proporsional dalam bekerja Saya pikir semuanya menjadi mudah. Prinsip Saya adalah saling menghargai, karena dengan cara itulah kita menjadi berarti bagi sesama. Bertugas di Sultra tentu menjadi istimewa bagi Saya, sebab Saya bisa sering berinteraksi dengan keluarga dan teman-teman.

KM: Anda punya komitmen dengan olahraga sepakbola, club anda Dua Laode FC sampai saat ini berkembang baik dan menjanjikan. Tanggapan anda?

LA: Sebagai putra daerah tentu kita harus memiliki sumbangsih untuk daerah. Selain sebagai seorang penegak hukum yang harus memastikan proses penegakan hukum berjalan dengan baik, Saya juga melihat daerah ini punya banyak talenta sepakbola. Tapi belum ada wadah yang pas, Saya mencoba melakukan terobosan dengan membangun club, kebetulan Saya bersahabat karib dengan LSP, jadilah kami membentuk club dengan nama Dua Laode FC.

KM: Bagaimana anda berdua mempersiapkan club ini sehingga sejauh ini berkembang dengan baik. Misalnya Dua Laode FC disebut-sebut sebagai tim elit dan terbaik di Sultra saat ini.

LA: Saya memiliki dua orang sahabat terbaik di Sultra ini, 01 (panggilan Prof. Muh Zamrun-RED) dan LSP (La Ode Songko Panatagama-RED), makanya ketika Saya dan LSP membentuk club sepakbola, terlebih dahulu kami meminta restu 01, itulah sebabnya banyak pemain kami merupakan pemain-pemain terbaik UHO. Bahkan waktu seleksi pemain kami diberikan akses penuh atas stadion UHO.

KM: Kedepan seperti apa target anda terhadap club Dua Laode FC ?

Baca Juga:  Sudah 3 Kali Kejati Kembalikan Berkas Penembakan Mahasiswa UHO, Ada Apa?

LA: Kami punya mimpi besar membangun club ini. Dalam waktu lima tahun kedepan target kami Insya Allah Dua Laode FC sudah berlaga di Divisi 2 kompetisi PSSI. Untuk mewujudkan kearah itu maka kami melakukan persiapan dan menyiapkan prasarana yang dibutuhkan.

KM: Kongkritnya seperti apa ?

LA: Saat ini misalnya kami memilih pemain-pemain terbaik. Yang paling banyak dari PS UHO, kemudian dari Polri, binaan LDM dan beberapa pemain lainnya yang sudah memiliki jam terbang dan pengalaman cukup dalam bermain sepakbola. Kemudian prasarana club kami sudah menyiapkan lahan sebesar 10 hektar di Nanga-Nanga yang nantinya akan kami jadikan stadion. Selain itu kami juga melengkapi persyaratan pelatih dengan mengikutkan mereka kursus pelatih berlisensi. Bulan ini misalnya kami mengirimkan 2 orang ikut pelatihan di Jakarta untuk lisensi C dan 3 orang di Jogjakarta untuk lisensi D serta 2 orang ikut pelatihan di Buton Tengah untuk lisensi D. Target kami club ini memiliki 7 orang pelatih berlisensi yang nantinya akan berbagi tugas sebagai pemandu bakat, pelatih, pelatih fisik, dan lain-lain.

KM: Untuk mewujudkan impian anda tentu membutuhkan pembiayaan yang lumayan besar. Beberapa club lokal Sultra pernah berproses tapi selalu terkendala pendanaan. Bagaimana anda menyikapi persoalan ini ?

LA: Kami sudah memikirkan hal ini jauh hari. Tetapi harap diingat bahwa Saya dan LSP memiliki banyak sahabat dan kenalan yang kebetulan mereka memiliki interest terhadap sepakbola. Saat ini ada tiga sampai empat perusahaan besar yang siap bekerjasama sebagai sponsorship, tapi kami masih belum mau. Alasannya sederhana, saat ini tim belum memasuki kompetisi resmi PSSI, artinya kalau hanya ikut tarkam dan ujicoba kami masih bisalah patungan. Soal pendanaan club ini tidak akan kesulitan, kami sudah memiliki perencanaan yang matang untuk sepuluh tahun kedepan.

KM: Club anda, Dua Laode FC baru saja menjuarai turnamen Waburense Cup 1, ketika mereka bertanding kami menyaksikan banyak suporter yang memberikan dukungan dan support. Bagaimana anda menyiapkan anak-anak setiap menghadapi turnamen.

Baca Juga:  Sudah 3 Kali Kejati Kembalikan Berkas Penembakan Mahasiswa UHO, Ada Apa?

LA: Jadi begini, kami punya semacam bank pemain. Sekitar 38 orang pemain yang siap setiap saat. Tergantung kebutuhan pelatih siapa yang akan dipanggil. Hal lain yang mungkin penting adalah kami memberikan keleluasaan kepada pelatih dalam meramu tim, menentukan pemain yang akan diturunkan sampai detail-detail dilapangan. Kami tidak pernah mencampuri sama sekali. Kemudian kepada pemain kami sampaikan, anda bermain senyaman mungkin, kalau ada kendala sampaikan. Kami berupaya anak-anak menemukan kenyamanan bermain di tim ini. Kemudian kami tekankan anak-anak bermain sportif, jangan kasar dan terima hasil apapun. Dalam olahraga, sportivitas adalah hal utama. Jika anda melakukan itu semua pasti banyak orang mendukung.

KM: Terakhir dari kami. Saat ini tim Dua Laode FC menjadi satu-satunya tim sepakbola di Sultra yang belum pernah mengalami kekalahan. Bagaimana anda menjaga momentum ini ?

LA: Alhamdulillah prestasi yang membanggakan tentunya. Saya sampaikan kepada anak-anak bahwa kemenangan dan kekalahan itu lumrah dialami setiap tim sepakbola. Menang kalah itu biasa, siapkan mental dan hadapi semuanya dengan senang hati. Itu saja, nothing to lose. (Redaksi)

Foto 1: Kombes Pol La Ode Aries El-Fathar, S.IK dan La Ode Songko Panatagama sedang menyaksikan seleksi tim Dua Laode FC di Lapangan Polda Sultra.

Foto 2: Kombes Pol La Ode Aries El-Fathar, S.IK bersama La Ode Songko Panatagama dan Saddil Ramdhani.

Dua Laode FC berpose dilapangan Lanud Haluoleo, Kendari.

Kombes Pol La Ode Aries El-Fathar, S.IK ketika melakukan pengamanan aksi demonstrasi di depan Mapolda Sultra

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Politik

LSP Disiapkan Jadi Ketua Demokrat Sultra Versi KLB Medan ?

Published

on

By

Ketgqm: Habil Marati sedang berdiskusi dengan KSP Moeldoko saat melakukan video call dengan Kendari Merdeka

KendariMerdeka.com – Sengkarut yang terjadi pada Partai Demokrat menyisakan cerita tersendiri bagi Kendari Merdeka. Pasalnya, nama Kepala Staff Kepresidenan (KSP) Jendral (Purn) Moeldoko yang terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Medan sempat terekam video whattsap antara Kendari Merdeka dengan Pengusaha Nasional Habil Marati (4/3).

Kendari Merdeka memiliki gambar ekslusif, malam sebelum perhelatan KLB Medan (4/3), Kendari Merdeka menghubungi Habil Marati untuk sebuah wawancara via telpon. Tak dinyana ternyata Habil sedang berdiskusi dengan KSP Moeldoko.

Habil kemudian mengalihkan panggilan whattsap menjadi panggilan video, terlihat Habil sedang berdiskusi dengan KSP Moeldoko dikediamannya, Pondok Indah.

Kendari Merdeka lalu mengalihkan pertanyaan perihal sengkarut Partai Demokrat yang dijawab oleh Habil bahwa KLB akan dilangsungkan di Medan esok hari (5/3)

Baca Juga:  Sudah 3 Kali Kejati Kembalikan Berkas Penembakan Mahasiswa UHO, Ada Apa?

Kendari Merdeka lalu mencoba menyampaikan pertanyaan kepada Habil dan Moeldoko, perihal andaikata Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Demokrat, siapa yang akan ditugaskan sebagai Ketua Demokrat Sultra.

Habil disaksikan oleh KSP Moeldoko menyebut nama La Ode Songko Panatagama (LSP). Mantan ketua DPW PPP Sultra.

“LSP cocok memimpin Demokrat Sultra. Dia punya rekam jejak yang bagus dalam memimpin dan membesarkan partai”, demikian Habil Marati.

LSP dikenal sebagai anak emas Habil Marati. Hubungannya dengan Habil sudah direntang jauh hari sebelumnya. Oleh Habil, LSP disebutnya sebagai anak manis yang bengal. Meskipun sulit diatur tapi LSP dianggapnya setia dan loyal.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Anton Timbang Maju Calon Ketua Kadin Sultra, Ini Tanggapan Ali Mazi

Penulis : Ambu

Published

on

By

KendariMerdeka.com, Kendari – Pengusaha asal Kendari, Anton Timbang telah menyatakan akan maju menjadi calon ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara periode 2021-2026.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi menyatakan menyambut baik pencalonan Anton Timbang tersebut. Namun, ia menyerahkan semuanya kepada mekanisme yang ada di internal Kadin Sultra.

“Ya silakan aja, sesuai mekanisme. Silakan aja siapa yang dipilih tentu itu (kami akan dukung). Kadin ini masyarakat atau kumpulan pengusaha, kalau saya kan pemerintah, mengamini saja,” ungkap Ali Mazi, Rabu (16/12/2020).

Ali Mazi mengatakan, selama ini Kadin juga telah menjadi mitra pemerintah di dalam memajukan daerah dari sisi ekonomi.

Baca Juga:  Sudah 3 Kali Kejati Kembalikan Berkas Penembakan Mahasiswa UHO, Ada Apa?

“Namanya Kadin itu kan partner pemerintah, mereka yang mengemukakan ide-ide untuk pertumbuhan dan kemajuan ekonomi, ya kita dukung. Pokoknya siapa aja, kita (pemprov) oke,” timpalnya.

Untuk diketahui, Kadin Sultra akan melaksanakan Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-7 yang akan dilaksanakan pada tanggal 11-13 Januari 2021 mendatang.

Ada 64 suara bakal diperebutkan dalam pemilihan ketua Umum (Ketum) Kadin Sultra masa bakti 2021-2026.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Wawancara

Wawancara La Ode Songko Panatagama

Politik, Bola, Wanita Idaman dan Beratnya Kehilangan

Published

on

By

KendariMerdeka – Politisi Flamboyan, demikian media memberi sebutan kepada lelaki kelahiran Muna Barat 39 tahun silam ini. Gelar tersebut diberikan ketika dirinya masih menakhodai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Tenggara 2013-2017.

Empat tahun memegang tampuk kuasa pada partai berlambang kabah itu, La Ode Songko Panatagama (LSP) akhirnya mengundurkan diri pasca terjadinya dualisme kepemimpinan PPP kala itu. LSP yang dikenal piawai membangun jaringan dan lobby, akhirnya memilih jalan sunyi, menjauhi hingar bingar panggung politik. “Saya ingin menjadi manusia merdeka”, demikian pria berzodiak Taurus ini mengungkapkan alasannya.

Dahris Al Djuddawie, Sekretaris DPW PPP Sultra era LSP menyebutkan jika mantan Bossnya itu prototype politisi teduh. “Dia mengayomi, punya penghargaan yang baik kepada orang lain”, kata Dahris. Senada dengan Dahris, Guru Besar Ilmu Politik UHO, Prof Eka Suaib punya penilaian yang mirip terhadap karibnya itu.

“Saya pikir LSP banyak terpengaruh tradisi dan budaya Jogja yang santun dan adimanusiawi. Selama bergaul dengannya Saya menilai dia adalah orang yang memegang teguh ucapannya. Integritas dan komitmennya sama baiknya dengan komunikasi dan jaringan pertemanannya”, demikian Prof Eka menilai LSP.

Jika Dahris dan Prof Eka memberikan banyak pujian kepada LSP, tidak demikian dengan Kombes Pol La Ode Aries El-Fataar, S.IK. menurut perwira dengan tiga melati dipundak itu, LSP punya satu kelemahan yang bisa saja menghambat masa depannya yakni belum menikah. Menurut mantan Kapolres Kolaka Utara ini, LSP sebaiknya segera menikah untuk bisa berpikir tentang fokus masa depan.

“LSP itu sahabat baik Saya, dia loyal. Saya tahu jaringan pertemanannya luas, mulai dari lingkaran keluarga kraton Jogja hingga petinggi negeri dia berkawan karib. Tapi itu tadi, kalau dia belum menikah, Saya masih menganggapnya belum matang. Saran Saya menikahlah dulu untuk menata masa depan yang lebih baik”, demikian saran Direktur Reskrim Polda Sultra itu.

Koresponden Kendari Merdeka, Natali Christie dan Alif Bintarto berkesempatan mewawancarai LSP dikediaman orang tuanya, dikawasan Langku-Langku, Muna Barat. Ditemani panganan ringan tempe mendoan, tahu isi dan teh tubruk, LSP menjawab setiap pertanyaan Kendari Merdeka dengan lugas. Berikut petikannya

Kendari Merdeka (KM): Anda memiliki kehidupan yang unik. Pernah menikmati kehidupan Metropolitan yang mewah di Jogja, kini banyak menghabiskan waktu dikampung halaman.

La Ode Songko Panatagama (LSP): Yah dulu Saya betah berlama-lama di Jogja ataubdi Kendari sebab orang tua Saya masih lengkap. Sekarang, surga Saya tersisa satu orang, Mama Saya. Maka Saya harus selalu menemaninya.

KM: Kabarnya ketika almarhum Bapak anda berpulang, anda terpukul. Apa yang anda rasakan?

LSP: Itu adalah episode terberat dalam hidup Saya. You tahu, yang paling berat dalam kehidupan ini adalah perpisahan. Yang paling menyakitkan adalah berpisah sebab kematian, karena sebesar apapun kerinduan yang hadir kita takkan pernah lagi bisa bertemu dengannya.

KM: Lalu apa yang anda lakukan untuk bangkit kembali setelah kehilangan orang tua tercinta ?

LSP: Saya tidak bangkit. Sampai hari ini Saya masih merasa sedih sebab kehilangan almarhum Bapak Saya. Namun demikian Saya harus menerima kenyataan bahwa inilah realita kehidupan. Kita semua akan mengalaminya.

KM: Kelihatannya almarhum Bapak anda sangat mempengaruhi cara berpikir anda.

LSP: (Berkaca-kaca) Almarhum Bapak Saya itu laki-laki hebat, pejuang kehidupan dan seorang figur yang menjadi Bapak bagi banyak orang. You bayangkan, hanya mengandalkan gaji seorang guru yang kala itu masih kecil, mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga selesai jenjang sarjana. Saya dan dua orang adik Saya menyelesaikan studi di Jogjakarta, tiga orang adik Saya lainnya menyelesaikan studi di Unhas Makassar. Artinya Bapak Saya harus berkebun sebagai tambahan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan kami. (LSP anak pertama dari enam bersaudara, putra pasangan Almarhum La Ode Daoho dan Wade Alusia L. Ondo. Ayahnya, pensiun sebagai guru Tahun 2006-RED)
Coba anda perhatikan orang-orang dikampung Saya, mereka menyebut Bapak dan Mama Saya itu yah Bapak dan Mama, bukan Bapaknya Ongko atau Mamanya Ongko sebagaimana lazimnya. Saya tidak bisa melukiskan dengan kata-kata bagaimana beratnya kehilangan Bapak Saya. Yang Saya lakukan hari ini misalnya mendirikan club sepakbola dan memberi nama almarhum Bapak Saya sebagai nama club itu, La Ode Daoho Metropolitan disingkat LDM adalah cara Saya agar nama Bapak Saya tidak terlupakan. Setiap orang menyebut LDM, artinya nama Bapak Saya teringat kembali. (Ketika wawancara berlangsung, ibunda LSP sedang bersantai diserambi musholah yang terletak disisi timur rumah induk, beberapa orang yang datang silih berganti menyapanya dengan panggilan Mama)

Baca Juga:  Sudah 3 Kali Kejati Kembalikan Berkas Penembakan Mahasiswa UHO, Ada Apa?

KM: Baiklah, kami bersimpati pada anda. Kemudian, anda pernah menjadi ketua partai politik besar didaerah ini, yaitu DPW PPP Sultra. Apakah ada rencana untuk come back ?

LSP: Saya terbiasa merencanakan sesuatu dengan detail. Tapi menjadi ketua partai politik saat itu mungkin termasuk jalan takdir. Kebetulan ada tiga cita-cita masa kecil Saya, alhamdulillah dua hal Saya sudah melakukannya. Dua cita-cita itu adalah ingin jadi Ketua parpol PPP dan cita-cita ingin punya club sepakbola. Yang satu lagi rahasia, nanti Saya sampaikan pada saat yang tepat.

KM: Bicara bola, kelihatannya anda menikmati benar aktivitas saat ini yaitu membangun club sepakbola. Mengapa anda begitu interest dengan dunia sepakbola.

LSP: Saya menyukai sepakbola sejak masa kanak-kanak, Saya menyukai tontonannya dan kebetulan Tahun 2006-2007 lalu Saya sempat menjadi pengurus di PSS Sleman. Jadi sedikit banyak tentang sepakbola Saya punya pengetahuan. Harapan Saya, di Muna Barat ini suatu hari nanti memiliki tim sepakbola yang berlaga dipentas liga. Doakan Saya sehat dan murah rejeki agar club Saya, Dua Laode FC dan LDM FC berkembang dan bisa berlaga dipentas liga tertinggi tanah air.

KM: Selain LDM FC, anda juga punya club Dua Laode FC yang sekarang sedang viral karena dihuni oleh pemain-pemain terbaik Sultra. Anda membangun club Dua Laode FC dengan Pak La Ode Aries (Kombes Pol La Ode Aries El-Fataar, S.IK, Direktur Reskrim Polda Sultra-RED). Boleh tahu nama Dua Laode FC itu merujuk nama anda berdua yang kebetulan menggunakan nama La Ode atau bagaimana ?

LSP: Jadi Saya dan Bang Aries itu sahabat yang memang punya chemistry dalam banyak hal. Awalnya kami membentuk tim balap motor namanya Dua Laode Racing Team, nama itu ujuk-ujuk saja muncul. Singkat cerita, club motor kami itu menguasai podium juara hampir semua kejuaraan balap motor di Sultra kurun waktu 2009 sampai 2011, kami pikir koq nggak ada saingan ini. Hanya dua tahun kami langsung bubar karena tidak kompetitif persaingannya. Barulah tahun 2020 ini kami membentuk club sepakbola, biar nggak susah cari nama club ya sudah pakai saja lagi nama Dua Laode.

KM: Kalau disepakbola bagaimana persaingannya ?

Baca Juga:  Diduga Serobot Tanah Milik Polri, Kades di Konsel Dipidanakan

LSP: Kalau disepakbola kelihatannya lebih kompetitif, apalagi sepakbola kan olahraga rakyat yang dimainkan oleh banyak orang disemua tempat.

KM: Dua Laode FC sendiri punya target seperti apa, pendanaan club anda peroleh dari mana sebab mengelola sepakbola butuh biaya besar.

LSP: Kami membangun tim ini dengan serius dan sudah menyiapkan semua piranti yang dibutuhkan. Mulai administrasi sampai fasilitas club sudah kami siapkan. Insya Allah dalam tempo 5 tahun, Dua Laode FC kami targetkan bisa bermain di Liga 2 kompetisi PSSI. Soal biaya sementara ini kami masih patungan, bisalah dicukup-cukupkan. Kemudian dalam beberapa hal seperti pemain juga dibantu oleh senior Saya alumni Jogja, Prof. Zamrun (Prof. Dr. Muh Zamrun F, M.Si, M.Sc, Rektor UHO-RED) dengan diberikan pemain-pemain terbaik UHO untuk bermain di Dua Laode FC. Yang jelas Saya dan Bang Laode Aries sudah komitmen, club ini dibangun dengan dana pribadi, kedepan jika sudah berlaga dikompetisi profesional sudah siap beberapa perusahaan milik kawan dan kolega di Jakarta dan Jogjakarta untuk menjadi sponsor. Jadi kami tidak akan berharap bantuan dari Pemda agar kita tidak tersandera dengan kepentingan lain.

KM: Kalau LDM Seperti apa targetnya?

LSP: LDM FC juga dibangun dengan target yang sama, Saya sudah mendaftarkan LDM untuk bermain di liga 3 dan pemain-pemainnya semua berasal dari Muna Barat. Selain itu, LDM lebih sebagai akademi sepakbola, menemukan pemain-pemain muda untuk dibina dan dilatih, saatnya ketika dianggap sudah matang akan bermain di tim Dua Laode FC. Hari ini misalnya, dari 22 orang pemain Dua Laode FC, 5 orang pemain berasal dari LDM FC.
Kedepannya Saya punya keinginan untuk membuat semacam liga sepakbola Muna Barat, mungkin akan ada 6 atau 8 tim yang akan berkompetisi penuh, Saya sedang mencari orang-orang yang tepat untuk mengelola 6 atau 8 tim tersebut. Dengan adanya kompetisi liga Saya pikir akan menjadi tempat berkreasi dan menunjukkan kemampuan bagi talenta sepakbola Muna Barat. Sekarang lagi digodok aturannya, karena Saya ingin dalam satu club itu ada pemain yang berusia 15 tahun, 17 tahun, 19 tahun dan 23 tahun. Tentu memberikan juga jatah kepada pemain senior tanpa batasan usia sebanyak dua atau tiga orang. Insya Allah Tahun 2021 liga sepakbola Muna Barat sudah bisa bergulir.

KM: Siapa nanti yang mendanai kegiatan liga sepakbola Muna Barat tersebut, karena pasti butuh biaya besar mulai dari perlengkapan pemain, honor perangkat pertandingan, hadiah kompetisi dan kebutuhan-kebutuhan lain?

LSP: Saya dan beberapa orang sahabat Saya juga sudah siap membantu.

KM: Diluar sepakbola, tampaknya anda masih betah menyendiri. Ada target menikah kapan ?

LSP: (tertawa), Itu urusan privat, kita cerita saja soal yang publik.

KM: Cerita soal gadis Kalimantan yang bernama Datin Suri tampaknya tidak privat. Banyak orang yang tahu nama itu, beberapa orang yang pernah kuliah di Jogja misalnya setiap bercerita tentang anda setiap itu pula menyebutkan nama Datin Suri. Tanggapan anda ?

LSP: Hari ini dia sahabat baik Saya, tinggal di Pontianak. (LSP bercerita beberapa hal, tapi dirinya meminta untuk off the record-RED)

KM: Memangnya type wanita ideal menurut anda seperti apa ?

LSP: Ohhh sederhana saja. Saya akan memilih perempuan benar yang berlaku adil dan cukup muda untuk melahirkan seorang anak. Selain itu Saya punya satu syarat, rasa cinta untuk mama Saya, harus lebih besar dari rasa cinta untuk diri Saya. Sebab mama Saya adalah surga Saya.

Baca Juga:  Diduga Serobot Tanah Milik Polri, Kades di Konsel Dipidanakan

KM: Luar biasa pandangan anda tentang kehidupan. Kedepan 2022 Pilbup Muna Barat akan digelar. Menurut anda siapa yang layak memimpin Muna Barat kedepan ?

LSP: Saya pikir belum ada kepastian soal Pilbup apakah 2022 atau 2024. Tapi soal ini ada banyak figur yang layak menjadi pemimpin untuk Muna Barat kedepan. Misalnya Pak Onggi, Ibu Munarti, Pak Ari Azis, Power (Al Munardin-Red), Agung Darma, Ali Akbar, Taufan Alam, La Ode Koso, Pak Nasir Kola, Pak Made Wastawa, La Ode Aca, Pak Uking, Al Rahman, La ode Sariba dan masih ada beberapa nama lainnya. Saya kenal mereka semua sebagai orang baik yang layak memimpin Muna Barat. Yah kita doakan saja semoga kelak Tuhan memberikan pilihan terbaik yang mampu membawa daerah ini lebih maju dan berkembang.

KM: Anda sendiri banyak disebut-sebut sebagai salah seorang kandidat yang pantas maju dalam kontestasi Pilkada Mubar kedepan. Tanggapan anda?

LSP: Masih jauh Belanda, saat ini Saya sedang fokus membesarkan club Dua Laode FC dan LDM FC. Saya sedang enjoy menyaksikan anak buah bertanding tiap akhir pekan. Nanti besok Minggu ada pertandingan bagus, LDM Senior akan bertanding lawan LDM Junior, kalian berdua datang nontonlah. Seru pertandingannya karena ini pertandingan yang direquest oleh banyak orang.

KM: Mungkin ini pertanyaan terakhir kami, akhir-akhir ini anda sering mengadakan kuis di grup FB dan grup WA. Maukah anda menerima tantangan kami untuk bermain kuis ?

LSP: Siapa takut (LSP tertawa)

KM: Kami akan memberikan dua jenis kuis. Pertama, kami menyebut satu kata atau satu kalimat, kemudian anda menjabarkan secara singkat. Kedua, kami akan menyebutkan dua pilihan, anda memilih salah satunya. Dalam setiap soal anda punya waktu lima detik.

LSP: Dimengerti. Monggo (silahkan, Bahasa Jawa-RED)

KM: Jogjakarta

LSP: Tanah idaman

KM: Sulawesi Tenggara

LSP: Berkembang

KM: We found love

LSP: Menemukan cinta ditempat yang tak ada harapan

KM: Jikustik

LSP: Puisi

KM: Ali Mazi

LSP: Sahabat baik

KM: Partai PPP

LSP: Rumah besar umat Islam

KM: Rajiun Tumada

LSP: Petarung tangguh

KM: Dua Laode FC

LSP: Menang

KM: Sri Sultan Hamengkubuwono X

LSP: Pemimpin idolaku

KM: Gunung merapi

LSP: Erupsi

KM: Pontianak

LSP: Kota kenangan hahaha

(LSP menjawab semua pertanyaan dengan cepat masing-masing kurang dari lima detik)

KM: Prabowo atau Habib Riziq

LSP: Habib Riziq lah

KM: Ali Mazi atau Prof. Zamrun

LSP: Waduhhh berat, semuanya saja. Semua abang Saya hahaha

KM: Dadar atau nasi goreng

LSP: Dadar doonk

KM: Tempe mendoan atau pisang goreng

LSP: Tempe mendoan pasti

KM: Sekali ini saja-nya Glenn atau Jujur aku tak sanggup-nya Pasto

LSP: Jujur aku tak sanggup-nya Pasto

KM: Buaya atau Harimau

LSP: Buaya

KM: LDM Eagle atau LDM Jaguar

LSP: Hahahah semuanya anak buah, semua Saya sayang

KM: Munarti Halidin atau Iksan Taufik

LSP: Ibu Munarti

KM: Al Munardin atau Taufan Alam

LSP: Al Munardin

KM: Rusman Emba atau Rajiun Tumada

LSP: Wahhh ini lagi semua sahabat baik Saya, dua-duanya biar adil

KM: Real Madrid atau Barcelona

LSP: Sebenarnya Real Madrid, tapi Saya hargai Pak Rektor beliau suka Barcelona, yah Barca aja deh hahahaha

LSP mendampingi CEO Dua Laode FC, Kombes Pol La Ode Aries El-Fataar, S.IK memantau seleksi pemain Dua Laode FC dilapangan Polda Sultra

h

LSP menyerahkan piala bergilir Trofeo La Ode Daoho U40+ kepada tim Tikep All Star sebagai juara

LSP bercengkrama dengan keponakannya, Jusuf Arghani

LSP bersama sahabatnya menikmati santap malam di RM Teluk Kendari

LSP bersama rekan bersantai di kedai Ratu Alam, Kendari

LSP menerima cinderamata dari Bupati Konawe Kerry Saiful Konggoasa usai silaturahmi di Muna Barat

LSP memantau pemain LDM FC berlatih dilapangan Mekar Jaya, Muna Barat

LSP usai melakukan swab test Covid 19

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending