Connect with us

Berita

Wakil Bupati Konawe Optimis Wajah Pulau Bokori Secantik Maladewa di Tangan Investor

Penulis : Juharni

Published

on

KendariMerdeka.com, Konawe – Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara optimis Pulau Bokori akan berubah secantik pulau viral di Samudera Hindia yakni Maladewa. Adanya investor yang diberi kepercayaan untuk mengelola Pulau Bokori sesuai dengan program yang terkoneksi antara pemerintah Provinsi dan Kabupaten Konawe.

Ditemui awak media 15 Desember 2020, beliau mengatakan: “Kita berikan apresiasi yang besar kepada Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara atas langkah langkah dalam sektor pariwisata khususnya” ujarnya.

Seperti diketahui pulau yang dulunya tempat bertelur penyu sebelum akhirnya dihuni manusia ini, memang memiliki keindahan tersendiri. Itulah salah satu alasan mengapa pulau kecil di Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe ini menjadi incaran investor. Menurut wakil bupati konawe, rencananya bokori akan disulap menjadi pulau maladewa dan tentu saja bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan negeri yang senang berpetualang ke tempat-tempat indah. Proses pengerjaan sementara berjalan dimana nanti akan dibangun fasilitas penunjang seperti villa, resort dan hotel bintang lima.

Untuk masalah pengelolaannya saat ini belum bisa ditentukan akan diserahkan kepada Pemprov atau Pemkab Konawe. Jadi untuk sementara proses tersebut dibiarkan berjalan dulu hingga selesai dalam perkiraan waktu selama satu atau dua tahun kedepan.

Pemkab sendiri tidak mempermasalahkan siapa yang akan mengelola,seiring berjalannya proses pengerjaan, maka soal pengelolaan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan dibicarakan antara Pemrov dan Pemkab terkait.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Ombudsman Minta Menteri Nadiem Eksekusi Plagiat Rektor UHO

Penulis : kym

Published

on

By

KendariMerdeka.com – Nampaknya kasus dugaan Plagiat karya ilmiah yang menyeret nama Rektor Universitas Haluoleo, Prof. Muhamad Zamrun Firihu belum usai. Ombudsman Sultra yang telah menyerahkan hasil laporan pemeriksaanya ke Kementerian Riset dan Teknologi RI, belum juga mengeksekusi hal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Ombudsman berdasar sebuah laporan, dinyatakan kemiripan karya ilmiah Rektor Universitas Haluoleo tak bisa ditawar lagi. Mulai dari kata pengantar, abstrak dan penutupnya sama. Bahkan, seorang anak TK pun tau, jika karya tersebut adalah karya yang diciplak. Hal ini disampaikan oleh Komisioner Ombudsman RI, La Ode Ida.

“Saya sudah tidak perlu bicara soal ini. Karena ini sudah menjadi prodak Ombudsman. Kalau mau lihat hasil pemeriksaan kami, silahkan cek di Perwakilan. Ini jelas, Plagiat. Dan kami sudah menyerahkan ini ke Kemenristek Dikti,”tutur La Ode Ida

La Ode sebetulnya kecewa dengan hal tersebut. Karena perbuatan plagiat adalah hal yang mencoreng nama baik akademisi. Dia berharap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang membawahi Kemenristekdikti saat ini berbeda dengan Menteri sebelumnya. Pak Nadiem Makarim kata La Ode lebih profesional dalam urusan pelanggaran. Dia beraharap mengeksekusi hasil dari rekomendasi Ombudsman mengenai dugaan Plagiat dari Rektor UHO.

“Kalau Pak Mendikbud saat ini lebih profesional. Dibanding dulu pak Nasir yang menduduki jabatan Menristekdikti,”tutur La Ode.

Untuk diketahui, Dugaan plagiat karya Zamrun ditemukan dalam sejumlah jurnal yang dipublikasikan secara internasional, di antaranya karya berjudul Microwaves Enhanced Sintering Mechanisms in Alumina Ceramic Sintering Experiments (2016), dimuat dalam Jurnal Contemporary Engineering Sciences, Vol. 9, 2016, No.5, 237-247 Hikari Ltd.

Diduga kuat karya tersebut menciplak hasil penelitian Joel D. Ketz dan Roger D. Biake yang dimuat pada jurnal Proceeding of the Microwave Symposium, ACS Spring 1991 Meeting American Ceramic Society dengan judul, Microwave Annanced Diffusion (1991).

Berikut adalah tiga judul karya ilmiah dari guru besar ilmu fisika itu yang diperiksa oleh pihak Ombudsman:

1. Microwaves Enhanced Sintering Mechanisms in Alumina Ceramic Sintering Experiments.
Smiley face

2. 2.45 GHZ Microwave Drying of Cocoa Bean.

3. Role of Triple Phonon Excitations in Large Angle Quasi-elastic Scattering of Very Heavy Mass Systems.

Untuk diketahui sebelumnya, langkah yang dilakukan Ombudsman adalah pemeriksaan dokumen, permintaam keterangan pelapor, dan meminta pendapat para ahli, yakni Dr V Henry Soelistyo Budi, Prof Dr Agus Sardjono, Rahayu Suriati Hidayat, Bambang Trimansyah, Rocky Gerung, dan Prof Zaki Su’ud. Rocky menilai plagiat adalah kemaksiatan dalam dunia akademik.

Maka dari semua langkah itu kemudian Ombudsman membuat simpulan bahwa karya ilmiah Zamrun merupakan bentuk plagiat terhadap karya ilmiah lainnya. Ombudsman juga menyoroti Kementerian Ristek Dikti yang dipimpin Menteri M Nasir.

Zamrun dinyatakannya melanggar kode etik profesi pendidik yang menjunjung tinggi profesionalitas dan integritas intelektual. Menristek Dikti M Nasir dinilainya melakukan pengabaian terhadap laporan sebagian sivitas akademika UHO terkait plagiarisme Zamrun, maka Nasir dinilainya melanggar UU tentang Pelayanan Publik.

Ada sejumlah pasal yang dilanggarnya yakni UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi khususnya Pasal 28 ayat 5, UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta Khususnya terkait Pasal 40 ayat 1 dan Pasal 44 ayat 1, dan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional khususnya Pasal 25 ayat 2 dan Pasal 40 ayat 2, juga Pasal 70.

Zamrun juga dinilai melanggar PermenPANRB Nomor 17 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya, Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi, Permendikbud Nomor 92 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Dosen, dan Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Formasi Desak Kapolda Sultra Hentikan Aktivitas PT WIN di Konawe Selatan

Penulis : Hamid

Published

on

By

Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Melakukan Sidak di Lokasi PT WIN Yang Menambang di Sekitar SD Torobulu Desember 2019

KendariMerdeka.com – PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) yang melakukan aktivitas di Kabupaten Konawe Selatan masih saja disoal. Perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan nikel ini diduga melanggar aturan diantaranya terkait dengan studi kelayakannya.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Forum Pemerhati Investasi (FORMASI) Sultra, La Ode Ngkolilino. Dia mengatakan Study Kelayakan adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk memperoleh informasi secara rinci seluruh aspek yang berkaitan untuk menentukan kelayakan ekonomis dan teknis usaha pertambangan.

PT. WIN Menambang di Sekitar SD Torobulu

Kata dia termaksud analisis mengenai dampak lingkungan serta perencanaan pasca tambang. Dan peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2012 “Dengan Indikator ramah lingkungan untuk usaha atau kegiatan penambangan Terbuka Batubara , Mengatur jarak minimal tepi lubang galian dengan pemukiman warga adalah 500 m.

“Untuk itu kami meminta kepada Kapolda Sultra untuk segere memriksa pihak-pihak PT WIN, dan menghentikan aktivitas PT WIN sementara waktu,” tuturnya.

La Ode mengaku bakal melakukan aksi demonstrasi besar-besaran jika Kapolda dan Ditreskrimsus Polda Sultra tetap membiarkan PT WIN menambang. Apalagi, perusahaan ini di duga melakukan penambangan secara sewenang-wenang tanpa mematuhi UU Minerba No.3 Tahun 2020 Pasal 1 angka 16 .

“Intinya kami duga penambangan PT WIN bermasalah,”tegas dia.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

DPRD Gelar RDP Bersama Forum Guru Honorer dan Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe  

Penulis : Raimudin

Published

on

By

KendariMerdeka.com, Konawe – Ratusan guru yang tergabung dalam Forum Guru Honorer Persatuan Guru Republik Indonesia (FHK2-PGRI Kab. Konawe) mendatangi Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe guna Rapat Dengar Pendapat (RDP), Kamis (20/1/2021). Mereka datang untuk mendengarkan penjelasan dari Dinas Pendidikan selaku pejabat penguna anggaran/barang daerah perihal pengurangan insentif guru tahun anggaran 2021.
 
Pada pernyataannya Kadis Pendidikan Kabupaten Konawe Suryadi mengatakan, serap atau porsi pagu anggaran APBD yang masuk ke Dinas Pendidikan sebesar 5 M, maka kami tidak bisa berbuat banyak untuk merealisasikan anggaran 2,4 M sesuai tuntutan forum guru honorer karena kurangnya anggaran yang dikelola dinas pendidikan.

“Kami juga sudah mengusulkan sebanyak 1.698 guru honorer yang terdaftar di dapodik untuk mengikuti seleksi P3K,” ujarnya.
 
Lanjut Suryadi,  minimnya porsi anggaran APBD yang masuk ke Dinas Pendidikan di tahun 2021 dan dengan adanya aplikasi baru yakni Sistim Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang dirilis Kemendagri.

“Setelah kami hitung ternyata yang bisa kami alokasikan dana insentif guru honor hanya sebesar 622.500 juta dengan kuota penerima Insentif sebanyak 200 orang selama enam (6) bulan, mulai Januari sampai Juni 2021,” Tuturnya.
 
Di tempat yang sama Ketua  Forum Guru Honorer Kab. Konawe Haspian, S.Pd menyesalkan bahwa bukan hal yang baru lagi untuk pemerintah kabupaten Konawe. Pasalnya Pemda selalu beralasan dengan devisit anggaran dan itu bukan jawaban yang para guru honorer inginkan.

“Karena melihat dari salinan anggaran dan berbicara tentang manusianya itu lebih besar anggaran yang diperuntukan untuk Penataan Pendistribusian Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dasar, PAUD dan pendidikan nonformal/Kesetaraan sebesar 1,349.770.587  M, dibandingkan dengan tenaga guru yang memang benar-benar harus diperhatikan ternyata dana yang di alokasikan hanya sebesar 622.500.000 juta, apakah itu yang disebut manusiawi,” Terangnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending

Copyright © 2020 KendariMerdeka.Com

var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4392949,4,1,120,40,00011111']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })(); counter hit make