Connect with us

Berita

Vania Nathania Eliza Juarai Ajang Pesona Batik Nusantara Internasional

Published

pada

Vania Nathania Eliza

KendariMerdeka.com – Ajang Pesona Batik Nusantara Internasional Tahun 2020 digelar oleh Kementerian Pariwisata, baru saja usai. Tercatat, ada satu nama gadis cilik asal Kendari , Sulawesi tenggara yang sukses meraih juara dalam even tersebut. Dia bernama, Vania Nathania Eliza, putri dari seorang Pengusaha Lokal di Sultra.

Vania , sapaan akrabnya , didaulat menjadi juara terfavorit di semua kategori dan Juara 1 Pemilihan Putra Putri Pesona Batik Nusantara internasional kategori B usia 9-11 tahun .Ia berhasil mengungguli 60 Perserta Kategori B lainnya.

Vania Nathania yang baru berumur 10 Tahun ini tercatat masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar SDN 84 kendari (kuncup pertiwi) . Atas kemolekannya menampilkan busana Kombinasi batik, dia mendapat hadiah tiket untuk berlibur ke Jakarta – Singapura , pulang pergi.

Baca Juga:  Menikmati Pemandangan Al Alam, Masjid Terapung Teluk Kendari

Prestasi yang diraih Vania menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi sang ibu, Yulita Tangke. Menurut Yulita, capaian ini merupakan hal yang istimewa. Pasalnya, anaknya tak hanya bisa menyisihkan 60 peserta lain dari berbagai Provinsi. Ia bangga karena anaknya menjadi juara satu pemilihan putra Putri pesona batik nusantara internasional dan juara tervavorit dari seluruh kategori .

“Secara pribadi saya sangat bangga. Karena, membawa nama Kota Kendari, walaupun ajang busana batik ini dicapai secara individu,”kata Yulita.

Kegiatan ini, lanjutnya, telah dilangsungkan sejak 6 hingga 8 Maret lalu. Vania yang merupakan putri bungsu ini dari pasangan Anton Timbang dan Yulita Tangke ini juga mendapatkan Mahkota, karena meraih SMS terbanyak dari seluruh kategori , dengan Jumlah SMS mencapai 9.285 , sehingga ia mendapatkan predikat kategori terfaforit.

Baca Juga:  Pengumuman Lolos Berkas Tahap V PT.OSS

Sementara itu, sang ayah, Anton Timbang sangat mengapresiasi capaian prestasi puterinya ini. Ia tak menyangka di event berskala nasional ini puterinya mampu menorehkan prestasi yang sangat membanggakan.

“Ini termasuk yang luar biasa bagi saya. Awalnya saya kira ini hanya event biasa. Namun ternyata, ini disaksikan oleh Deputi-deputi dari Kementerian Pariwsiata ” ucap Anton Timbang.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Penulis : Rinaldy

Published

pada

By

Gambar ilustrasi

KENDARIMERDEKA.COM – Lembaga indpenden anti korupsi (LIAK) Sultra mengungkapkan adanya indikasi dugaan korupsi di internal Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Indikasi tersebut berupa perbaikan pagar utama UHO dengan anggaran sebesar Rp3 miliar tahun 2020 yang dalam pekerjaannya sama sekali tidak sesuai bestek.

Koordinator LIAK Sultra, Asfar mengatakan adanya indikasi kerugian negara dalam pekerjaan pembangunan pagar utama UHO tahun 2020.

Olehnya itu, sambung dia, dirinya meminta aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini Kepolisian Daerah (Polda) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra untuk menindaklanjuti dan melakukan pemeriksaan terhadap oknum yang terlibat dalam pekerjaan pembangunan pagar tersebut.

“Kita mempunyai beberapa bukti-bukti kuat adanya indikasi korupsi dalam pekerjaan pembangunan pagar utama UHO, ” katanya, Kamis (10/6).

Baca Juga:  Nikmati Sunset di Pantai Cemara Pulau Wangi-wangi

Ia menambahkan, indikasi korupsi itu berupa, tidak adanya papan proyek hingga volume pekerjaan sama sekali tidak diketahui.

“Sebelum dilakukan pekerjaan, telah ada fondasi awal sehingga hanya dibungkus saja. Bahkan, pagar lama sama sekali tidak dibongkar, langsung lapiskan saja batu merah, ” bebernya.

“Kami juga mendesak Polda dan Kejati Sultra untuk memanggil dan memeriksa Rektor UHO selaku kuasa anggaran (KA), pejabat pembuat komitmen (PPK) karena melakukan pembayaran yang tidak susai serta pihak kontraktor pekerjaan, ” tegasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Penambang Ilegal Pasir PT NET di Nambo Dimodali TKA China Mr Hao

penulis : Syukur

Published

pada

By

KENDARIMERDEKA.COM – Polisi seharusnya secepatnya melakukan tindakan awal untuk segera menutup Aktivitas tambang galian C di Kelurahan Nambo. Alasannya jelas, bahwa Tambang CV Echal yang sudah berubah nama menjadi PT NET ini, tak pernah punya izin sejak Tahun 2020 mengolah pasir Silika.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Abdul Rajak Jinik membenarkan, jika aktivitas tersebut tak tutup, maka akan dilaporkan Kepolisi. Menurutnya, aktivitas galian C Pasir yang tak punya izin berpotensi mencemari lingkungan pantai Wisata Nambo.

“Kita akan laksanakan Hearing kedua, dan ini sudah akan masuk ke ranah Kepolisian,”tutur Rajab Jinik.

Lurah Nambo Kota Kendari, Rajamudin membenarkan bahwa PT NET ini masih aktivitas di Kelurahan Nambo hingga sekarang. Dia menuturkan, masyarakat tak mungkin melarang karena perusahaan mempekerjakan tenaga lokal. Namun, memang soal izin dia tak begitu tau. Karena selama ini perusahaan tersebut beraktivitas, izinya tidak pernah disampaikan ke Kelurahan.

Baca Juga:  Kuasa Hukum PT MBS Bantah Tudingan LSM Soal Tidak Memiliki Izin Penggunaan Jalan

“Kalau soal izinya saya belum pernah lihat. Tapi, memang aktivitas terus didalam. Saya tidak tau kalau sudah berubah nama dari CV EChal menjadi PT NET,”katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Hj Nahwa Umar, SE MM, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, mengenai Aktifitas tambang galian C di Kecamatan Nambo itu tidak diperkenankan untuk mengelola, apa lagi dengan menggunakan mesin.

“Nanti saya sampaikan kepada pihak OPD terkait untuk turun meninjau. Tidak boleh mengelola, apa lagi ada aktifitas pertambangan karena dianggap telah mencemari lingkungan, terutama pariwisata pantai Nambo,” Imbuhnya, Senin(7/6/2021).

Dari penulusuran jurnalis, Tambang Pasir Silika di Nambo dilakukan PT NET. Mereka membawa pasir bertongkang-tongkaang ke PT VDNI melalui Jetty PT TAS. Direktur PT NET, merupakan istri seorang Tenaga Kerja China bernama Mr Hao. Sementara Mr Hao sendiri adalah pemodal dari aktivitas tambang PT NET selama ini.

Baca Juga:  Tiga Korban Luka Kerusuhan Kongres PAN Kendari Dirujuk ke RS Bhayangkara

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Polda Sultra Pastikan PT Tiran Mineral Tidak Melakukan Illegal Mining

Penulis : Rinaldy

Published

pada

By

KendariMerdeka.com, Kendari – Kabar bahwa PT Tiran Mineral beraktivitas Ilegal, sepertinya tak berdasar. Sebab, Polisi telah melakukan pengecekan dalam kawasan tersebut dan memiliki izin lengkap.

Perusahaan yang kabarnya akan membangun Smelter dalam kawasan industri tersebut, telah menuntaskan sejumlah izin yang ada.

Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Waris Agono membenarkan bahwa izin PT Tiran Mineral lengkap. Dia mengakui telah memerintahkan personil untuk melakukan pengecekan dikawasan tersebut. Dari sisi UU kehutanan ( P3H) sudah aman dari dugaan menambang dalam kawasan hutan. Artinya Perusahaan tersebut telah memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan.

“Dari sisi UU minerba sudah aman dri dugaan menambang tanpa iup,”tuturnya.

Dia menyebutkan dalam lokasi PT Tiran Mineral, tidak terjadi penambangan namun giat pematangan lahan untuk pembangunan kawasan industri smelter.

Baca Juga:  Pengumuman Rapid Test Divisi Ekskavator dan Divisi Loader Tahap 4 PT OSS

“Sudah saya cek ke team, hasilnya juga mengenai Penjualan ore nikel telah memiliki izin penjualan dari menteri,”katanya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending