Connect with us

Berita

Rampas Kendaraan Kreditur secara Inprosedural, Dua Perusahaan Pembiayaan di Kendari Dipolisikan

Penulis : Rinaldy

Published

on

KendariMerdeka.com, Kendari – Salah satu perusahaan pembiayaan, Adira Finance Cabang Kendari dilaporkan ke polisi lantaran diduga kuat telah melakukan penarikan secara paksa atau perampasan kendaraan milik kreditur.

Pelapor adalah sebuah perusahaan bernama PT Citra Mandiri Tripilar (CMT). Melalui Legal Officer-nya, perusahaan pertambangan ini mengaku kendaraan miliknya telah dirampas oleh Adira Finance Cabang Kendari dengan cara-cara yang tak prosedural.

“Telah adanya dugaan tindakan pindana perampasan hak dan pencurian sebagaimana dimaksud pasal 368 dan 362 KUHP. Mobil operasional perusahaan kami jenis Honda Mobilio dirampas tanpa adanya pemberitahuan kepada kami,” kata Legal Officer PT CMT, Heriyawan SH kepada awak media, Kamis (25/3/2021).

Sebelum melaporkan Adira Finance ke polisi, lanjutnya, pihak PT CMT telah berupaya menjalin komunikasi dengan Adira Finance Cabang Kendari, namun hasilnya jauh dari harapan.

“Tim kami sempat berkomunikasi dengan Adira Finance namun ternyata mobil itu sudah dilelang dengan harga Rp120 juta dan dibeli oleh salah seorang warga di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Hingga dilakukannya lelang atas kendaraan itu, tak pernah ada pemberitahuan ke kami,” imbuhnya.

Hery menjelaskan, selama ini segala kewajiban PT CMT terhadap Adira Finance selalu dilaksanakan. Bahkan, saat pandemi Covid-19 mulai terjadi di Indonesia, pihaknya juga telah mendapat persetujuan restrukturisasi dari Kantor Pusat Adira Finance.

“Selama ini, kewajiban kami terhadap Adira selalu kami penuhi. Pada saat terjadi pandemi Covid-19, kami telah mengajukan restrukturisasi (pengurangan harga pembayaran per bulan) sesuai instruksi Presiden Joko Widodo dan itu telah dikabulkan oleh pihak kantor pusat Adira.
Setelah itu, tanpa pemberitahuan kepada kami, pihak Adira Finance Kendari melakukan penarikan paksa terhadap kendaraan kami. Kami sangat keberatan karena kami mengalami kerugian yang sangat besar karena mobil ini adalah mobil ini adalah kendaraan operasional perusahaan,” jelasnya.

Pihak Adira Finance Kendari yang dimintai tanggapan atas pelaporan PT CMT ini tak memberikan pernyataan apapun. Manajemen perusahaan yang bernaung di bawah Danamon Company itu tak bersedia berbicara kepada awak media yang mendatangi kantor mereka.

Selain melaporkan Adira Finance Cabang Kendari, Legal Officer PT CMT juga melaporkan Astra Credit Company (ACC) Cabang Kendari yang juga diduga turut melakukan tindakan perampasan kendaraan milik PT Citra Mandiri Prasada Pratama (CMPP).

PT CMPP merupakan sebuah perusahaan yang masih berada di bawah naungan PT Citra Mandiri Group Persada Pratama, perusahaan yang juga menaungi PT CMT.

“Kronologisnya, kendaraan mobil PT CMPP telah dirampas oleh pihak ACC. Pada saat perampasan itu, mereka mengaku dari pihak eskternal ACC tetapi mereka tidak dapat menunjukkan bukti-bukti perintah pengambilan kendaraan itu. Mobil tersebut diambil dan ditarik paksa oleh pihak ACC dan mereka melakukan lelang tanpa sepengetahuan PT CMPP sama sekali,” beber Heriyawan.

Hingga sampai jatuh tempo lelang, pihak ACC tak pernah memberitahukan siapa pemenang serta harga lelang dari satu unit mobil jenis Hilux yang telah dilelang itu.

“Tidak ada pemberitahuan sama sekali ke kami. Maka dari itu, kami telah melaporkan ke Polres Kendari atas perampasan dua unit mobil Hilux tipe E dan tipe G. Satu sudah dilelang dan satu masih ada di gudang ACC,” tutup Heriyawan.

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita

Kadin Sultra Siap Kawal Pembangunan Industri Baterai di Routa Konawe

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COMKENDARI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra siap mendukung dan mengawal investasi pembangunan pabrik baterai yang rencananya akan dibangun oleh perusahaan asal China dan berlokasi di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe pada tahun 2023 mendatang.

Kadin Sultra bersama Pemprov Sultra melakukan penandatanganan kesepakatan rencana pembangunan pabrik baterai oleh perusahaan asal China, Gostion Hitech di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (22/11/2022) sore.

ketua Umum Kadin Sultra, Anton Timbang mengatakan pihaknya sangat mendukung dengan masuknya investor di wilayah Sultra yang dapat mendorong dan meningkatkan perekonomian daerah.

Sebagai Ketua Satgas Investasi, Anton Timbang akan terus memantau dan mengawal proses perizinan sehingga apa yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan investor dapat berinvestasi dengan aman dan nyaman.

“Jadi intinya, apa yang direncanakan oleh PT Gosen Hitech yang mau berinvestasi pembangunan pabrik baterai di Sultra, Kadin sangat mendukung. Saya yakinkan bahwa kami akan mengawal ini agar mereka dapat berinvestasi dengan nyaman,” ujar Anton.

Anton berharap, pembangunan pabrik baterai ini dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

“Harapan kami, dengan perencanaan yang ada tadi betul-betul mereka berinvestasi di Sultra. Mereka ini adalah salah satu perusahaan baterai terbesar di dunia,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas mengatakan, dengan adanya pembangunan pabrik baterai ini membawa dampak baik bagi perekonomian daerah dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga lokal.

“Ini mampu menampung 20 ribu tenaga kerja. Mulai tahun depan mereka supervisi, rencana 2023,” ujarnya.

Lukman berharap dengan masuknya investor dari negara luar masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan di daerah agar inverstor lain dapat ikut masuk untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Facebook Comments
Continue Reading

Berita

Forum CSR Sulawesi Tenggara Resmi Dilantik

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COM, KENDARI – Pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU) atau lebih dikenal dengan Forum CSR Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2022 – 2027 resmi dilantik.

Forum CSR ini diketuai oleh La Ode Samsul Barani. Dia dan pengurusnya dilantik oleh Wakil Ketua Umum CSR Indonesia, Aldino Kurniawan di Hotel Azizah Kendari, Jumat (18/11).

Diketahui, Forum CSR Sulawesi Tenggara ini terbentuk dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, dengan Nomor SK: 510 Tahun 2022 tentang pembentukan forum tanggung jawab sosial dan lingkungan badan usaha Sulawesi Tenggara.

Wakil Ketua Forum CSR Indonesia, Aldino Kurniawan mengatakan, Forum CSR adalah wadah berhimpunnya kalangan dunia usaha yang memiliki kepedulian dan komitmen kuat dalam penyelenggaraan program dan kegiatan CSR di bidang kesejahteraan sosial.

“Jadi setiap perusahaan atau badan usaha di Sultra ini harus bisa memberikan kesejahteraaan sosial kepada masyarakat sekitar,” ujarnya saat membawakan sambutan.

Dia menegaskan, jika perusahaan tidak menjalankan tanggungjawabnya kepada masyarakat dan lingkungannya tempat beroperasi, maka tidak menuntut kemungkinan akan ada sanksi yang diberikan, sebab semua telah tertuang dalam UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Sementara itu, Ketua CSR Sultra, La Ode Samsul Barani menyebut, pengurus dalam forum ini adalah elemen masyarakat dari berbagai kalangan baik akademisi, aktivis lingkungan, DPRD, OPD terkait, tokoh masyarakat, mahasiswa, organisasi masyarakat dan pelaku-pelaku usaha lainnya.

Untuk mengeksiskan dan menjalankan tugas sesuai AD/RT Forum CSR Sultra itu sendiri, pihaknya bakal membangun kerja sama dan sinergitas dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Sultra termaksud dengan pihak Pemprov Sultra sendiri.

“Semoga dengan terbentuknya Forum CSR Sultra ini, masyarakat bisa merasakan manfaat positif melalui program-program khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial maupun lingkungan,” tambahnya.

Kendati demikian, La Ode Samsul Barani tidak merinci seberapa banyak perusahaan yang telah bernaung dibawah forum tersebut, namun pihaknya bakal melakukan reker lebih dulu, pendataan perusahaan guna memantau keseriusaan pihak perusahaan dalam memajukan daerah khususnya Sultra.

“Ini semua adalah bentuk tanggungjawab perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan yang kita cintai,” pungkasnya.

Facebook Comments
Continue Reading

Berita

Kadin Sultra dan Kadin Kolaka Masukan 47 Ton Beras Lokal ke Alfamidi Daerah Sulawesi

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COMKENDARI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Kadin Kolaka secara perdana melakukan pengiriman beras lokal hasil pertanian di Kabupaten Kolaka.

Pengiriman sebanyak 47 ton beras lokal ini untuk pertama kalinya disalurkan ke toko Alfamidi wilayah distribusi Sultra dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Wakil Ketua Umum Bidang Pasar Modal Kadin Sultra, Sastra Alamsyah menjelaskan pengiriman perdana beras lokal dari Kabupaten Kolaka akan masuk ke toko Alfamidi yang berada di pulau Sulawesi.

“Beras lokal masuk ke Alfamidi, dan beras ini diambil dari petani-petani lokal di Kolaka Raya,” ungkapnya, Jumat, 18 November 2022.

Hal tersebut sebagai salah bentuk misi dagang yang dibangun oleh Kadin Sultra, melalui perusahaan binaannya dari Kabupaten Kolaka CV. Zalva berhasil melakukan pengiriman sebanyak satu kontainer dengan berat 47 ton.

“Ini adalah salah satu misi dagang Kadin Sultra yang berkolaborasi bersama Kadin Kolaka. Ini juga sebagai bentuk sinergi bersama Kadin Daerah dan pengusaha lokal untuk bisa masuk ke Retail marketing,” jelasnya.

Dalam pengiriman beras lokal tersebut, dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Sultra, terkhusus di sektor pertanian.

“Pengiriman beras lokal ini akan menjangkau Wilayah Sulawesi Tenggara dan Wilayah Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Facebook Comments
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending