Connect with us

Berita

Tidak Menggunakan Masker Saat Berpergian, Wanita di Kendari Dapat Hukuman Hafal Pancasila

Penulis: Redaksi

Published

on

KendariMerdeka.com, Kendari – Razia penggunaan masker kembali dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Kendari. Kali ini razia masker diikuti oleh sejumlah Personel Jajaran Satuan Lantas Polres Kendari. Razia menyasar para pengendara yang berkendara tanpa menggunakan masker. Nah, yang kedapatan mendapat peringatan denda.

Namun, dalam razia tersebut sejumlah masyarakat yang tak menggunakan masker dihukum dengan hukuman santun. Misalkan, diminta untuk bernyanyi dan menghafal Pancasila bagi wanita, namun untuk pria dihukum dengan diminta untuk Push up.

Hukuman yang dilakukan untuk memberikan peringatan, agar Para pengendara masyarakat Kota Kendari dapat patuh dengan protokol kesehatan. Apalagi, regulasi tentang penindakan masker telah ditetapkan dalam bentuk Peraturan Walikota.

Baca Juga:  Penyebaran Covid-19 Terus Melonjak, Kota Kendari Resmi Berlakukan Jam Malam

Dari pantauan Awak media, Satuan Pol PP dan kepolisian Polres Kendari menggelar razia dititik lampu merah MTQ. Puluhan masyarakat yang terjaring langsung diminta turun di kendaraannya. Jika tak menggunakan masker, pihak Sat Pol PP langsung menghukumnya. Nampak, terlihat seorang wanita diminta untuk menghafal Pancasila, lalu diminta untuk memakai masker jika beraktivitas di luar.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Dugaan Korupsi Bunga Deposito, Polda Sultra Diminta Periksa Kepala BPKAD

Penulis: Kur

Published

on

By

Ilustrasi.(INT)

KendariMerdeka.com, Kendari – Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Bumi Anoa Menggugat menggelar aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Sultra. Mereka menuntut transparansi dan keterbukaan Deposito bunga Pemerintah Sulawesi Tenggara yang diduga diselewengkan. Dana deposito dari tiga Bank Umum sebesar Rp 205 Miliar, bunganya diduga terdaat selisih dengan yang masuk ke Kas Daerah.

Dari hasil temuan BPK Sultra, audit ini menunjukan bahwa Pemrov Sultra telah melakukan deposito di tiga Bank yakni Bank BNI Rp 70 Miliar, BRI Rp 80 Miliar dan Mandiri Rp 55 Miliar. Total sebanyak Rp 205 Miliar dengan Bunga masing-masing 7 persen. Bunga tersebut hanya masuk ke kas Daerah sebanyak 2 persen 13,02 Miliar dan Rp 34,44Miliar yakni 5 persennya diduga mengalir ke rekening oknum.

Baca Juga:  Penyebaran Covid-19 Terus Melonjak, Kota Kendari Resmi Berlakukan Jam Malam

“Kami mendesak Kapolda sultra untuk menyelidiki kasus ini. Kepala BPKAD Sultra harus diperiksa, karena kasus ini sudah masuk di kejati namun sampai sejauh ini belum ada hasilnya” kata salah satu Aktivis bernama Awal dalam orasinya.

Sementara itu, dari hasil penelusuran, catatan kasus ini sudah pernah di laporkan di Kejaksaan Tinggi Sultra. Kasus tersebut pernah didalami oleh tim Intelejen Kejaksaan Tinggi Sultra, yakni terkait deposito duit yang diduga diselewengkan. Jaksa pernah melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak yang tau persoalan ini, hanya sayangnya tak jelas sampai saat ini.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading

Berita

IUP Telah Mati, PT Trisula Tetap Menambang dan Menggarap Hutan Lindung di Konut

Penulis: Kur

Published

on

By

ILUSTRASI. (Int)

KendariMerdeka.com, Kendari – Masalah pertambangan di Sulawesi Tenggara memang tidak pernah habis, kali ini kenakalan PT Trisula Bumi Anoa yang beroperasi di Marombo cukup memprihatinkan. Pasalnya, Izin Usaha Pertambangan PT Trisula telah mati sejak 2016 lalu namun tetap menggarap nikel di Konawe Utara.

Koordinator Koalisi Rakyat Sulawesi Tenggara, Indra mengungkapkan, selain IUPnya yang telah mati PT Trisula juga menyerobot hutan lindung di Marombo Konawe Utara.

“IUP PT Trisula sudah mati. Tapi masih beraktivitas, dari penelusuran kami, PT Trisula juga menggarap hutan lindung di Marombo Konawe Utara,” bebernya, Jumat (11/9/2020).

Peran penegak hukum kata Indra perlu dipertanyakan. Pasalnya, PT Trisula secara terang terangan menggarap hutan lindung ditamba lagi IUP PT Trisula telah mati.

Baca Juga:  Wabah Virus Corona, 4 Mahasiswa Asal Sultra Terisolasi Di Wuhan

“Peran penegak hukum harus dipertanyakan. Kenapa PT Trisula bebas melakukan aktivitas ilegal di Konawe Utara,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Seksi Pemetaan Wilayah dan Penerbitan Izin Dinas ESDM Sultra Nining membenarkan IUP PT Trisula telah mati sejak 2016 lalu. Kata Nining, dari data ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara, lokasi IUP PT Trisula yang telah mati didominasi oleh hutan lindung.

“IUP PT Trisula sudah mati sejak 2016, mereka tidak bisa lagi beraktivitas. Apa lagi di wilayah IUP Trisula yang telah mati berada dalam kawasan hutan lindung,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya siang tadi.

Jurnalis media ini juga melakukan konfirmasi kepada Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara, Beni Raharjo, untuk PT Trisula kata Beni belum pernah mengajukan untuk pembuatan IPPKH. Untuk lokasi IUP PT Trisula, indikasi kuat dalam kawasan hutan lindung.

Baca Juga:  Penyebaran Covid-19 Terus Melonjak, Kota Kendari Resmi Berlakukan Jam Malam

“Belum ada IPPKH, untuk pengajuan IPPKH juga belum pernah, IUP di Marombo memang masuk dalam kawasan hutan lindung, termasuk di IUP PT Trisula,” katanya.

Kapolda Sultra, Irjen Yan Sultra saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya belum memberikan komentar terkait dugaan aktivitas PT Trisula Bumi Anoa di Konawe Utara dalam kawasan hutan lindung.

Untuk diketahui, aktivitas PT Trisula berada disekitar wilayah IUP PT Bososi yang disegel oleh Bareskrim Polri karena diduga menyerobot hutan lindung. Ironisnya, PT Trisula juga menyerobot hutan lindung namun luput dari penegakan hukum Bareskrim Polri.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading

Berita

Gelar Unjuk Rasa Di Kantor Bapenda Sultra, Mahasiswa Dikeroyok Pol PP

Penulis: Hamid

Published

on

By

KendariMerdeka.com, Kendari -Gelar unjuk rasa di Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Tenggara, seorang Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Bumi Anoa Menggugat, dikeroyok oknum Satpol PP, Selasa (8/9/2020).

Kejadian pengeroyokan yang terekam dalam video berdurasi 40 detik Itu memperlihatkan seorang mahasiswa yang mendapat beberapa pukulan oleh oknum Satpol PP yang berjaga saat tengah berdiskusi di kantor Bapenda Sultra.

Mahasiswa bernama Awal yang menjadi korban pengroyokan mengatakan, insiden itu terjadi saat ia didampingi rekannya bertemu Kepala Bapenda Sultra, Yusuf Mundu kantor Bapenda untuk berdiskusi. Namun, dalam diskusi itu terjadi perdebatan yang memicu pertengkaran.

“Kami diizinkan masuk untuk berdiskusi, tapi salah seorang oknum Pol PP mengeluarkan kata kata kasar kepada kami, saat itu kami dikepung dan dipukul beramai ramai,” kata Awal.

Baca Juga:  Wabah Virus Corona, 4 Mahasiswa Asal Sultra Terisolasi Di Wuhan

Atas pengeroyokan itu, Awal akan melaporkannya ke Polda Sultra. Dirinya juga mempunyai bukti video rekaman saat beberapa anggota Pol PP melakukan pengroyokan.

Awal mengatakan massa melakukan aksi demonstrasi di Bappenda untuk menuntut keterbukaan terkait bunga Deposito Pemprov Sultra dari deposito berjangka dengan total anggaran Rp 205 miliyar.

Menurut Awal, bunga deposito Pemprov Sultra yang dilaporkan pada tahun 2018 sebesar Rp 13,02 miliar. Jumlah itu dinilai berbeda dengan totalnya.

“Jumlah selisih bunga deposito sebesar 5 persen yang tidak diketahui hingga kini,” kata Awal.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading
Advertisement        

ARSIP BERITA

Trending

Copyright © 2020 KendariMerdeka.Com

var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4392949,4,1,120,40,00011111']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })(); counter hit make