Connect with us

Ekobis

Tarik Paksa Kendaraan Nasabah, PT BCA Finance di Kendari Kalah di Pengadilan dan Didenda Ratusan Juta

Penulis: Gibran

Published

on

KendariMerdeka.com – Kendari, PT BCA Finance digugat oleh salah satu nasabahnya di Pengadilan Negeri Kendari. Pasalnya, BCA Finance menggunakan jasa preman sebagai Debtcollector untuk menarik paksa kendaraan. Dalam gugatan itu, PT BCA Finance dinyatakan bersalah dan didenda sebesar 187 juta rupiah.

Ketua Tim Kuasa Hukum Penggugat, Dr Abdul Rahman SH MH mengungkapkan, putusan pengadilan terhadap PT BCA Finance karena menarik paksa kendaraan kliennya menggunakan Debtcollector telah dimenangkan penggugat Sitti Naima Amin. Putusan Hakim menyatakan bahwa tergugat PT BCA Finance telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan menggunakan jasa Debtcollector untuk melakukan penarikan paksa kendaraan nasabahnya.

“Berdasarkan putusan Pengadilan Kendari No 92/pdt.G/2019/Pn Kdi tanggal 13 juli 2020, menghukum PT BCA Finance membayar ganti rugi sebesar 187 Juta kepada klien kami Siti Naima,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa Juli 2020.

“Kami Tim Kuasa Hukum penggugat sangat puas dengan putusan Hakim,” tambahnya.

Kata Rahman, putusan Pengadilan Kendari adalah bentuk pelajaran buat perusahaan pembiayaan agar tidak menggunakan Preman atau Debtcollector untuk melakukan penarikan paksa terhadap barang jaminan kendaraaan yang menunggak. Semua pembiayaan lanjut Rahman, wajib taat terhadap hukum dan peraturan perundang undangan tentang eksekusi jaminan Fiducia yang harus melalui upaya gugatan di pengadilan.

“Cara cara menggunakan Debtcollector itu cara lama yang sudah dibatalkan oleh putusan Mahkamah Konstitusi,” kesal Rahman.

Rahman menduga, Perusahaan pembiayaan di Kendari mendapatkan bekingan dari aparat Kepolisian. Pasalnya, usai kendaraan kliennya ditarik paksa oleh Debtcollector PT BCA Finance, kliennya tersebut langsung melaporkan ulah nakal pembiayaan tersebut di Polsek Baruga. Namun selama 7 Bulan lamanya, Laporan tersebut tidak ada perkembangan.

“Klien saya Naima Amin melapor di Polsek Baruga sudah 7 bulan tidak jelas prosesnya. Kita menyurat di Polres juga tidak jelas tanggapannya, kuat dugaan semua pembiayaan ada beking dari Kepolisian,” duga Rahman.

“Klien kami ke PT BCA Finance menanyakan mobilnya ada aparat Kepolisian yang berjaga dilengkapi dengan senjata. Jadi, saya sebagai Praktisi Hukum sangat kecewa dengan Polsek Baruga dan Polres Kendari. Tidak profesional menangani perkara perampasan mobil oleh Debtcollector PT BCA Finance

Lebih lanjut Rahman bercerita, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan Praperadilan kepada Polsek Baruga dan Polres Kendari terkait laporan kliennya yang mandek di meja Penyidik.

“Gugatan Praperadilan sudah kami susun,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam perkara ini korban dikawal oleh beberapa pengacara handal di Sulawesi Tenggara. Diantaranya, Azwar Anas Muhammad SH MH, Dodi SH, Laode Kamoning SH,Muh Irwan, dan di komandoi oleh Dr Abdul Rahman SH MH.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ekobis

Rencana Bangun Smelter di Konut, PT Terra Paradisaea Investasi Capai Rp 100 Triliun

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COM, JAKARTA – Konsorsium Indonesia – Tiongkok akan membangun pabrik baterai dan baja (stainless steel) di Kabupaten Kolaka Utara (Konut) Sulawesi Tenggara.

Dua perusahaan yang tergabung dalam konsorsium ini adalah PT Terra Paradisaea dan China Engineering Corporation (ENFI). Tak tanggung-tanggung total investasinya hingga Rp100 triliyun.

Perwakilan dari PT Terra Paradisaea, Choiril Arief Saleh telah melakukan presentasi di hadapan Gubernur Sultra Ali Mazi dan sejumlah OPD serta Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sultra Anton Timbang di Jakarta pada Senin, 1 Agustus 2022.

Dalam paparannya, Saleh menyebutkan rencana pembangunan akan dibagi menjadi tiga tahap.

“Tahap pertama itu total investasi kita sebesar Rp6 Triliyun. Lalu pada tahap kedua menjadi Rp24 Triliyun dan tahap terakhir diperkirakan hingga Rp100 Trilyun,” ujar Saleh.

Ia kemudian menjelaskan, dalam rencana pembangunan industri baterai dan baja tersebut akan membuka lapangan pekerjaan yang cukup besar.

Di tahap pertama, perusahaan akan membuka lapangan pekerjaan untuk tiga ribu orang dan tahap kedua bertambah lagi menjadi lima ribu orang. Sementara pada tahap ketiga total tenaga kerja yang dibutuhkan akan mencapai 30 ribu orang.

“Ini akan menjadi kota baru. Bayangkan saja kalau hingga tahap ketiga perusahaan membuka lapangan pekerjaan hingga 30 ribu, belum lagi dengan anak dan istri bisa dikatakan berjumlah 100 ribu,” jelasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Saleh menyebutkan rencana pembangunan industri ini akan dilakukan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Tolala, Kecamatan Batu Putih dan Kecamatan Pakue.

Hanya saja, ia membeberkan bahwa pihaknya mengalami kendala karena ada lokasi rencana pembangunan smelter yang masuk dalam kawasan hutan lindung.

“Kami berharap pemerintah bisa mendukung dan membantu kami, karena ini ada kawasan yang masuk dalam kawasan hutan lindung,” harapnya.

Menanggapi hal ini, Gubernur Sultra Ali Mazi mengaku sangat mengapresiasi rencana PT Terra Paradisaea. Apalagi status perusahaan tersebut merupakan perusahaan nasional yang tentunya harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah. Sebagai seorang kepala daerah, Ali Mazi yakin bahwa kehadiran investor akan memberikan angin segar.

“Saya pasti bantu. Kalau masalah hutan lindung nanti kita lihat RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah). Saya pasti akan bantu kalau perlu sampai ke kementerian karena niatnya baik. Asalkan PT Terra ini serius, punya anggarannya dan mau kerja, jangan sampai saya sudah jor-joran lalu berhenti,” kata Ali Mazi.

Ia bahkan menegaskan, untuk mempercepat proses pembangunan industri tersebut, jika memungkinkan ia akan mengelurkan izin sementara. Ali Mazi juga mengimbau kepada seluruh warga untuk tidak menghalangi ketika ada investor yang akan masuk.

“Investor ini kan masuk untuk kepentingan warga. Kehadiran mereka untuk warga kami imbau jangan halangi kalau dihalangi kapan akan tumbuh dan berkembang daerah itu, tumbuh dan berkembangnya daerah itu tergantung kalau ada investor masuk,” imbaunya.

Sementara itu, Ketua Kadin Sultra Anton Timbang menuturkan, sebagai Ketua Kadin ia terus berupaya dan membuka jaringan agar iklim investasi dan berbagai agenda nasional terus terlaksana di Sultra. Ia juga membeberkan bahwa kehadiran PT Terra sebagai salah satu perusahaan nasional yang memiliki niat baik harus didukung penuh.

“Kondisi investasi di Indonesia itu tercatat 6 persen dari perusahaan nasional dan dari luar 94. Pembangunan smelter baru kali ini putra daerah yang membangun di daerah kita, jadi harus kita dukung,” katanya.

Anton berharap agar keseriusan dari PT Terra untuk melakukan investasi tidak dihalangi dan bisa dipermudah. Ia juga mengimbau agar para  investor menyimpan dananya di Bank Sultra. Langkah ini diperlukan sebagai dukungan bagi kemajuan daerah.

“Saya harap dukungan dari gubernur dan seluruh OPD untuk proses perizinan bisa cepat. Harapan kami bulan Desember atau Januari paling lambat kita sudah bisa melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama),” imbuh Anton.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Paringringi yang ikut memandu jalanya diskusi memastikan bahwa masalah RTRW yang jadi permasalahan akan segera dituntaskan.

“Kita secepatnya akan bentuk tim, kita akan bahas lagi teknisnya harus pikirkan masalah tata ruang karena terbagi antara darat dan laut sehigga yang paling pertama tata ruang di Kolut dan provinsi terutama untuk pelabuhan dan industrinya itu sendiri,” pungkasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Ekobis

PT Bintang Indonesia Akan Masuk di Kendari, Rajab Jinik : Siapapun Boleh Berinvestasi

Penulis : Rinaldy

Published

on

By

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari Rajab Jinik

KENDARIMERDEKA.COM, KENDARI – Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari mendukung setiap investor yang akan berinvestasi di bumi anoa. tetapi dengan catatan harus mematuhi semua aturan sesuai regulasi investasi di daerah.

Seperti yang santer di beritakan, mengenai masuknya PT Bintang Indonesia di Kota Kendari, Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari Rajab Jinik mengatakan, pihaknya telah memutuskan siapapun dapat berinvestasi di Kota Kendari.

Menyoal isu mengenai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dirugikan, menurutnya itu keliru. sebab, dinas perdagangan dan koperasi menjadi pengawas internal dalam hal pelaksanaan teknis mengawasan dalam segala tingkat nilai harga supaya UMKM agar tidak mati.

“Dengan adanya investasi, dapat membantu pembangunan daerah agar berjalan dengan baik, mengingat Kota Kendari merupakan daerah yang mendapat peningkatan PAD dari jasa dan perdagangan,” katanya, Jum’at (29/7/2022).

Dilihat dari sisi eksekutif dan legislatif, pihaknya telah mendorong dan menentukan di Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2022, tentang kemudahan berinvestasi di kota kendari.

“Dalam perda itu kami telah menjelaskan detail tentang hak-hak dan kewajiban dari para investor. Jadi jangan sampai kita keliru dalam melihat perkembangan di daerah kita, sehingga apapun di daerah kita ini tidak berkembang,” jelasnya.

Terkait isu penolakan masuknya PT Bintang Indonesia di Kota Kendari, Rajab sangat menyayangkan. menurutnya, Kota Kendari terkesan menutup diri soal investasi.

“Jangan sampai terkesan bahwa teman-teman tak bisa berkompetisi dalam dunia bisnis, sehingga harus membunuh bisnis yang lain,” imbuhnya.

Lebih lanjut, eks mahasiswa Fakultas Fisip UHO itu juga mengatakan, pemerintah harus membuka investasi untuk masuk seluas-luasnya, demi mengembangkan perekonomian di Kota Kendari pasca pandemi.

“Jika kota ingin maju, maka kota tersebut harus terbuka dengan investasi. Karna dengan adanya investasi dapat memberdayakan UMKM yang ada, karena jika di kota kendari sudah ada produsen, makan tentunya akan membantu dan mengembangkan bisnis-bisnis UMKM,” pungkasnya.

Perlu diketahui, PT Bintang Internasional merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang retail penjualan aksesoris gadget (Supermarket).

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Ekobis

Untungkan Daerah, Investasi PT Bintang Internasional di Kendari Perlu Didukung

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COM, KENDARI – PT Bintang Internasional, salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan aksesoris handphone bakal membuka cabang di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Rencananya, perusahaan itu bernama Toko Bintang Internasional Kendari.

Investasi yang dikeluarkan PT Bintang Internasional tentu harus mendapat dukungan, baik dari masyarakat maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.

Hal itu disampaikan salah satu aktivis di Kota Kendari, Jhabar M Top. Kata dia, masuknya investasi di suatu daerah tentu harus didukung penuh, selama itu memenuhi seluruh persyaratan yang sudah ditetapkan.

“Pemerintah Kota Kendari harus membuka ruang seluas-luasnya bagi setiap perusahaan yang ingin berinvestasi, sebab hal itu sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja,” kata Jhabar, Rabu (27/7/2022).

Bukan hanya amanah Undang-undang, lanjut Jhabar, kemudahan berinvestasi juga diamanahkan oleh Peraturan Daerah (Perda) Kota Kendari Nomor 1 Tahun 2022 tentang pemberian insentif dan kemudahan investasi.

“Artinya bahwa kemudahan untuk setiap perusahaan berinvestasi di Kendari sudah menjadi amanah Undang-undang maupun Peraturan Daerah yang harus dijalankan,” ucap Jhabar.

Namun demikian, perusahaan yang berinvestasi di Kota Kendari harus memberikan dampak di segala bidang, salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi dan juga menyediakan lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal.

“Namanya ivestasi tentu harus meningkatkan perekonomian daerah secara umum,” tegasnya.

Menurutnya, PT Bintang Internasional ini sudah membuka lowongan pekerjaan, dan tentu tenaga kerja lokal. Artinya, investasi perusahaan itu memang menguntungkan bagi daerah.

Selain itu, hal yang perlu diperhatikan perusahaan yang akan berinvestasi adalah memperhatikan keberadaan UMKM yang ada di daerah itu.

“Sudah banyak perusahaan di bidang penjualan kebutuhan pokok masyarakat yang sudah berinvestasi di Kendari lebih dulu, seperti Indomaret, Alfa Mart, dan lainya, keberadaan perusahaan-perusahaan tidak lantas mematikan UMKM di sekitarnya,” imbuhnya.

Olehnya itu, Jhabal berharap, keberadaan Toko Bintang Internasional Kendari yang juga bagian dari UMKM, tentu tidak akan mematikan UMKM lain di sekitarnya, karena semua sudah ada pangsa pasarnya masing-masing.

“Toko Bintang Internasional juga akan memberi kemudahan dan pilihan bagia masyarakat Kota Kendari yang ingin membeli aksesoris untuk handphonenya,” tukasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending