Connect with us

Berita

Putar Putar Tambang Ilegal, Dibalik Beking Aparat, PT AMIN Segera Dilapor di Mabes Polri

Penulis : Redaksi

Published

on

Tanaman Reklamasi Yang Dirusak Akibat Aktivitas PT AMIN di Desa Sulaho

KendariMerdeka.com – Aktifitas PT Alam Mitra Indah Nugraha (AMIN) di Kolaka Utara memancing sorotan sejumlah aktivis lingkungan di wilayah itu. Perusahaan itu, disebut menambang di wilayah Lasusua, Ibukota Kabupaten Kolaka Utara.

Disebutkan sejumlah aktivis, IUP sebenarnya PT AMIN berada di Desa Patikala Kecamatan Tolala. Izin Usaha Pertambangan Dengan Nomor : 540/331/214.

Kritikan pertama, datang dari Ketua Pergerakan Pemuda Mahasiswa Kolaka Raya, Nur Alim. Dia menyayangkan sikap aparat yang lamban menindak aktifitas perusahaan yang dianggap berbahaya.

Pengapalan Ilegal Yang Dilakukan PT AMIN di Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara

“Kami sangat Menyayangkan tindakan Aparat Penegak Hukum dalam hal Ini Polda Sulawesi Tenggara Dan Dinas ESDM sepertinya Melakukan Pembiaran terhadap segala Aktivitas PT AMIN,” ujar Nur Alim.

Baca Juga:  Diabaikan Polda, Dugaan Kejahatan Lingkungan PT Malibu Ditangani Mabes Polri

Dia menyebut, PT AMIN kerap menambang di luar Titik Koordinat Tapi Sampai Hari ini Tak Kunjung ada Penindakan. Malah, mereka mendengar, ada desas-desus pencatutan nama salah seorang oknum Pejabat Polda Sultra yang menjadi beking dari segala Aktivitas PT AMIN.

Pengapalan Ilegal Yang Dilakukan PT AMIN di EX Jetty PT Putra Dermawan Pratama di Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara.

Alim menceritakan, tahun 2019 lalu PT AMIN diduga melakukan Ilegal Mining di wilayah Kecamatan Lasusua yang berjarak ratusan kilometer dari IUP PT AMIN di Desa Sulaho Lokasi eks-PT Putra Dermawan Pratama dan PT Citra Silika Malawa. Aksi mereka sempat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa seorang bocah Kecil dan operator excavator.

Baca Juga:  Polda Sultra "Mandul" Tangani Tambang Ilegal PT AMIN di Kolaka Utara

“Kejadian Ini pun telah Kami laporkan secara Tertulis kepada Polda dan Dinas ESDM, namun sampai saat ini Tidak pernah ada penindakan yang dilakukan terhadap PT AMIN,” ujarnya.

Dua Korban Jiwa Kecelakaan Kerja Akibat Aktivitas Ilegal Mining PT AMIN di Desa Sulaho, Kecamatan Lasusa, Kabupaten Kolaka Utara.

Tahun 2020 Aktivitas PT AMIN Pun berlanjut di Kecamatan Batu Putih. Lokasi tersebut berada diluar titik koordinat IUP PT AMIN.

“Apakah ada pihak aparat dibelakang PT AMIN karena Hingga Kini PT AMIN Dengan leluasanya kami duga melakukan ilegal mining,” tanyanya.

Lanjut Alim, jika pihak Polda Sulawesi Tenggara tidak mengambil tindakan tegas terhadap PT AMIN, pihaknya akan menuju ke Propam Mabes Polri dan Bareskrim untuk melaporkan kondisi ini.

Baca Juga:  Alumni Sekolah Inspektur Polisi Angkatan 51 Baksos ke Panti Asuhan Al-Amin

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

Berita

Kadin Sultra Siap Kawal Pembangunan Industri Baterai di Routa Konawe

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COMKENDARI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra siap mendukung dan mengawal investasi pembangunan pabrik baterai yang rencananya akan dibangun oleh perusahaan asal China dan berlokasi di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe pada tahun 2023 mendatang.

Kadin Sultra bersama Pemprov Sultra melakukan penandatanganan kesepakatan rencana pembangunan pabrik baterai oleh perusahaan asal China, Gostion Hitech di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (22/11/2022) sore.

ketua Umum Kadin Sultra, Anton Timbang mengatakan pihaknya sangat mendukung dengan masuknya investor di wilayah Sultra yang dapat mendorong dan meningkatkan perekonomian daerah.

Sebagai Ketua Satgas Investasi, Anton Timbang akan terus memantau dan mengawal proses perizinan sehingga apa yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan investor dapat berinvestasi dengan aman dan nyaman.

Baca Juga:  Alumni Sekolah Inspektur Polisi Angkatan 51 Baksos ke Panti Asuhan Al-Amin

“Jadi intinya, apa yang direncanakan oleh PT Gosen Hitech yang mau berinvestasi pembangunan pabrik baterai di Sultra, Kadin sangat mendukung. Saya yakinkan bahwa kami akan mengawal ini agar mereka dapat berinvestasi dengan nyaman,” ujar Anton.

Anton berharap, pembangunan pabrik baterai ini dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

“Harapan kami, dengan perencanaan yang ada tadi betul-betul mereka berinvestasi di Sultra. Mereka ini adalah salah satu perusahaan baterai terbesar di dunia,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas mengatakan, dengan adanya pembangunan pabrik baterai ini membawa dampak baik bagi perekonomian daerah dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga lokal.

Baca Juga:  Ditengah Pandemi Covid-19, Direktur Perusahaan Tambang Dikawal 8 Penyidik Bareskrim ke Sultra

“Ini mampu menampung 20 ribu tenaga kerja. Mulai tahun depan mereka supervisi, rencana 2023,” ujarnya.

Lukman berharap dengan masuknya investor dari negara luar masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan di daerah agar inverstor lain dapat ikut masuk untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Forum CSR Sulawesi Tenggara Resmi Dilantik

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COM, KENDARI – Pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU) atau lebih dikenal dengan Forum CSR Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2022 – 2027 resmi dilantik.

Forum CSR ini diketuai oleh La Ode Samsul Barani. Dia dan pengurusnya dilantik oleh Wakil Ketua Umum CSR Indonesia, Aldino Kurniawan di Hotel Azizah Kendari, Jumat (18/11).

Diketahui, Forum CSR Sulawesi Tenggara ini terbentuk dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, dengan Nomor SK: 510 Tahun 2022 tentang pembentukan forum tanggung jawab sosial dan lingkungan badan usaha Sulawesi Tenggara.

Wakil Ketua Forum CSR Indonesia, Aldino Kurniawan mengatakan, Forum CSR adalah wadah berhimpunnya kalangan dunia usaha yang memiliki kepedulian dan komitmen kuat dalam penyelenggaraan program dan kegiatan CSR di bidang kesejahteraan sosial.

Baca Juga:  JAIT Sultra Minta Bareskrim Usut Dugaan Penyalahgunaan Dokumen Tambang PT Kabaena Kromit Pratama

“Jadi setiap perusahaan atau badan usaha di Sultra ini harus bisa memberikan kesejahteraaan sosial kepada masyarakat sekitar,” ujarnya saat membawakan sambutan.

Dia menegaskan, jika perusahaan tidak menjalankan tanggungjawabnya kepada masyarakat dan lingkungannya tempat beroperasi, maka tidak menuntut kemungkinan akan ada sanksi yang diberikan, sebab semua telah tertuang dalam UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Sementara itu, Ketua CSR Sultra, La Ode Samsul Barani menyebut, pengurus dalam forum ini adalah elemen masyarakat dari berbagai kalangan baik akademisi, aktivis lingkungan, DPRD, OPD terkait, tokoh masyarakat, mahasiswa, organisasi masyarakat dan pelaku-pelaku usaha lainnya.

Untuk mengeksiskan dan menjalankan tugas sesuai AD/RT Forum CSR Sultra itu sendiri, pihaknya bakal membangun kerja sama dan sinergitas dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Sultra termaksud dengan pihak Pemprov Sultra sendiri.

Baca Juga:  Bareskrim Tangkap Tangan 7 Perusahaan Tambang Bermasalah di Konawe Utara

“Semoga dengan terbentuknya Forum CSR Sultra ini, masyarakat bisa merasakan manfaat positif melalui program-program khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial maupun lingkungan,” tambahnya.

Kendati demikian, La Ode Samsul Barani tidak merinci seberapa banyak perusahaan yang telah bernaung dibawah forum tersebut, namun pihaknya bakal melakukan reker lebih dulu, pendataan perusahaan guna memantau keseriusaan pihak perusahaan dalam memajukan daerah khususnya Sultra.

“Ini semua adalah bentuk tanggungjawab perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan yang kita cintai,” pungkasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Kadin Sultra dan Kadin Kolaka Masukan 47 Ton Beras Lokal ke Alfamidi Daerah Sulawesi

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COMKENDARI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Kadin Kolaka secara perdana melakukan pengiriman beras lokal hasil pertanian di Kabupaten Kolaka.

Pengiriman sebanyak 47 ton beras lokal ini untuk pertama kalinya disalurkan ke toko Alfamidi wilayah distribusi Sultra dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Wakil Ketua Umum Bidang Pasar Modal Kadin Sultra, Sastra Alamsyah menjelaskan pengiriman perdana beras lokal dari Kabupaten Kolaka akan masuk ke toko Alfamidi yang berada di pulau Sulawesi.

“Beras lokal masuk ke Alfamidi, dan beras ini diambil dari petani-petani lokal di Kolaka Raya,” ungkapnya, Jumat, 18 November 2022.

Hal tersebut sebagai salah bentuk misi dagang yang dibangun oleh Kadin Sultra, melalui perusahaan binaannya dari Kabupaten Kolaka CV. Zalva berhasil melakukan pengiriman sebanyak satu kontainer dengan berat 47 ton.

Baca Juga:  Polda Sultra "Mandul" Tangani Tambang Ilegal PT AMIN di Kolaka Utara

“Ini adalah salah satu misi dagang Kadin Sultra yang berkolaborasi bersama Kadin Kolaka. Ini juga sebagai bentuk sinergi bersama Kadin Daerah dan pengusaha lokal untuk bisa masuk ke Retail marketing,” jelasnya.

Dalam pengiriman beras lokal tersebut, dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Sultra, terkhusus di sektor pertanian.

“Pengiriman beras lokal ini akan menjangkau Wilayah Sulawesi Tenggara dan Wilayah Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending