Connect with us

Berita

Polisi Korban Pelemparan Saat Aksi Demo Lembaga Adat Di Kendari Alami Retak Tulang Tengkorak

Penulis : Hamid

Published

on

Dua polisi korban demo alami retak tulang kepala

KendariMerdeka.com, Kendari – Dua orang polisi dari Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara yang menjadi korban saat mengamankan aksi demo anarkistis di Kendari pada Kamis (17/9) kemarin mengalami luka yang cukup serius.

Mereka masing- masing Aiptu Untung dan Aiptu Ridwan mengalami fraktur atau retak di bagian kepalanya yang diduga kuat akibat terkena lemparan batu dari perusuh.

“Ada dua personel Polda Sultra yang saat ini sedang dirawat di RS Bhayangkara Kendari. Mereka adalah Aiptu Untung yang hasil CT Scan-nya menunjukkan di kepala mengalami fraktur tulang pipi kiri,” ungkap Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan, Jumat (18/9).

Sementara itu, lanjutnya, satu anggota Brimobda Sultra lainnya yakni Aiptu Ridwan mengalami fraktur atau retak pada rahang bagian bawah.

“Sejak tadi malam kondisinya ini stabil,” imbuhnya.

Menurut Ferry, setelah penanganan awal dan stabilisasi keadaan keduanya secara umum, tim dokter akan melakukan penanganan lanjutan untuk kesembuhan keduanya.

“Kami rencanakan untuk kerjasama dengan bedah plastik,” pungkasnya

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Dua Karyawan Tak Terima Dievaluasi, VDNI: Kami Tetap Buka Ruang dan Kesempatan

Penulis : Ambu

Published

on

By

KendariMerdeka.com, Konawe – Perusahaan pemurnian nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) angkat bicara terkait aksi pemalangan jalan yang dilakukan oleh dua orang karyawannya di Simpang Besu, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

Menurut HRD Manager PT VDNI, Ahmad Saekuzen, pihak perusahaan telah berupaya menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh kedua karyawannya yang bernama Aslin dan Asri ini.

“Sebetulnya, karyawan itu pada dasarnya memang ketika dia kategori non-skill memang tidak bisa pilih-pilih, tetapi perusahaan tetap menampung. Namun dahulu ketika ada beberapa yang berkeinginan menjadi Humas, termasuk yang di Besu itu, kita terima tiga orang sesuai dengan kompetensi dan skill mereka,” kata Ahmad, Senin (19/10/2020).

Namun, lanjutnya, ketika tiga orang ini telah masuk dan bekerja di VDNI, perusahaan melakukan evaluasi atas kinerja mereka. Tentunya ini merupakan sebuah hal yang lumrah dalam sebuah perusahaan.

“Setelah mereka masuk, tentunya kan ada evaluasi. Nah, ketika evaluasi dilakukan, dari tiga orang ini, ada dua yang memang belum berhasil di evaluasi itu, hanya satu orang yang berhasil. Namun demikian, pihak perusahaan tetap membuka ruang dan memang kami tidak langsung putuskan (hubungan kerja) terhadap dua orang ini,” jelasnya.

Perusahaan kemudian memberikan kesempatan kepada kedua orang karyawan ini untuk bekerja pada posisi lain di divisi yang lain. Namun, keduanya menolak dan ngotot meminta untuk tetap bekerja di divisi humas.

“Kita berikan kesempatan di posisi yang lain. Ada tiga yang kita tawarkan, di PLTU, smelter, atau workshop. Namun mereka tidak terima, keesokan harinya melakukan pemalangan. Menuntut tetap di bagian Humas atau Internal Affairs. Saya menyayangkan atas tindakan pemalangan itu, jadi terkesan memaksakan posisi yang mereka inginkan,” imbuh Ahmad.

Menurutnya, aksi pemalangan jalan itu seharusnya tidak perlu dilakukan karena pihak perusahaan juga telah menawarkan beberapa opsi kepada mereka.

“Dari perusahaan sudah memberikan kesempatan kepada mereka. Seharusnya tidak perlu melakukan pemalangan jalan ini. Harapan kami pihak kepolisian dapat bertindak tegas atas masalah-masalah ini karena inj berdampak terhadap operasional perusahaan,” timpalnya.

Terkait dengan rekrutmen, PT VDNI sebenarnya telah bekerjasama dengan pihak Pemda Konawe. Pihak perusahaan sangat menyambut baik hal tersebut.

“Dari perusahaan menyambut baik, sangat senang, dan mengucapkan terima kasih atas support dari Pemda Konawe atas rekrutmen calon pegawai ini. Namun, tetap bahwa proses ini harus mengikuti prosedur dan kebijakan yang ada di perusahaan,” ujar Ahmad.

Dirinya mengharapkan, ada percepatan pemenuhan kebutuhan pegawai di PT VDNI karena hal tersebut akan menunjang operasional perusahaan.

“Harapan kami, percepatan di dalam pemenuhan kebutuhan pegawai ini menjadi concern dan harus ada karena dibutuhkan dalam menunjang operasional perusahaan. Namun demikian, keputusan perusahaan terkait dengan hasil atau kandidat karyawan yang dites tentunya tidak boleh diintervensi atau diganggu gugat oleh siapa pun,” pungkasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading

Berita

Trofeo La Ode Daoho U40+ Muna Barat, TWT All Star Bantai Tirut 4-2, LSP Cetak Brace

Penulis : Syukur

Published

on

By

KendariMerdeka.com – Pagelaran Trofeo La Ode Daoho U40+ Muna Barat Tahun 2020 yang digelar di stadion mini Mekar Jaya semakin seru, pasalnya lima tim yang berlaga sama-sama berpeluang maju dalam babak final.

Hari ini (16/10), Tikep All Star mengamankan tiga point setelah menang atas Tiworo Selatan All Star 2-1. Sementara Tiworo Tengah All Star (TWT) menang besar 4-2 atas Tiworo Utara All Star (Tirut)

Jalannya Pertandingan
Partai kedua yang mempertemukan TWT dengan Tirut berlangsung sengit, kedua tim melakukan serangan secara bergantian. TWT lebih dulu membobol gawang Tirut melalui heading Teguh Suprianto setelah memanfaatkan umpan silang La Ode Safari. Tak berselang lama, Tirut membalas melalui kaki Iskar, skor 1-1 bagi kedua tim.

Manajer TWT, La Ode Idul kemudian melakukan pergantian pemain, La Ode Songko Panatagama (LSP) masuk menggantikan Nurhan. Masuknya LSP turut merubah skema permainan TWT, LSP dipatok sebagai penyerang tunggal dengan memanfaatkan kecepatan winger dari kanan permainan yang ditempati La Ode Safari.

Strategi TWT terbukti jitu, tiga gol tercipta dalam tempo 20 menit, LSP sukses melakukan brace (dua gol), satu gol lainnya diciptakan oleh Teguh sehingga skor berubah 4-1 hingga akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, Tirut mulai mengambil inisiatif serangan. Sebaliknya TWT hanya mengandalkan serangan balik melalui trio penyerang LSP, Teguh dan La Ode Safari. Beberapa kali serangan Tirut yang dibangun dari lini tengah kandas oleh barisan pertahanan TWT.

Tirut akhirnya sukses mengecilkan ketertinggalan melalui gol yang diciptakan oleh Iskar setelah melajukan kerjasama satu dua dengan Ali Rahmat. Hingga peluit akhir pertandingan skor tetap bertahan 4-2 untuk kemenangan TWT.

TWT Target Juara
Kapten tim TWT, La Ode Safari kepada Kendari Merdeka mengaku senang dengan hasil yang diraih oleh timnya. Kades Mekar Jaya ini mengakui jika mereka menargetkan juara dalam trofeo La Ode Daoho U40+ tahun 2020 ini.

“Alhamdulillah kini kami menjadi pimpinan klasemen. Sebagai tim tuan rumah tentu kami diuntungkan. Insya Allah target kami menjadi juara, bahkan kami juga menargetkan gelar top scorer dan pemain terbaik”, demikian La Ode Safari.

Tim TWT All Star akan kembali melakoni pertandingan melawan All Star Maginti Sabtu (17/10). Partai lainnya akan mempertemukan Tikep All Star vs Tiworo Utara All Star dilapangan Mekar Jaya, Muna Barat.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading

Berita

AMST Desak Kejaksaan Periksa Mantan Kadispenda KDI Atas Dugaan Kasus Pajak Reklame

Penulis : Hamid

Published

on

By

KendariMerdeka.com, Kendari – Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (AMST) mendesak Kejaksaan Negeri Kota Kendari untuk mengusut tuntas kasus penggelapan pajak reklame tahun 2018-2019. Hal itu disampaikan La Ode Eden Marzuki saat menggelar aksi propaganda di Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, Kamis (15-10-2020).

Menurut Eden Marzuki, selaku korlap, bahwa kasus penggelapan pajak reklame tersebut tidak bisa berhenti hanya pada penetapan tersangka salah satu Kepala Seksi inisial (I) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kendari. Sebab kasus tersebut diduga ada keterlibatan mantan Kepala Dinas Pendapatan, Hj. Nahwa Umar.

Sekda kota kendari, Hj. Nahwa Umar selaku mantan Kadis pendapatan, harus bertanggung jawab atas penggelapan pajak tersebut. Sebab pihaknya meyakini Kepala Seksi inisial (I) hanyalah korban. Apalagi di tahun 2018-2019 itu Kadispenda masih Nahwa Umar.

“Mana mungkin Kepala seksi inisial (I) itu berani memasukan pajak reklame dalam kas pribadinya kalau bukan perintah dari atasan. Pasti adalah perintahnya,” kata Eden Marzuki.

Eden Marzuki menjelaskan kalau temuan BPK atas penggelapan pajak itu cukup fantastis. Uang 256 juta itu bila dibagikan pada fakir miskin dan anak terlantar di Kota Kendari pasti berlebihan. Mungkin tidak ada lagi pengamen-pengamen di lampu merah.

Jauh dia menjelaskan kemungkinan besar kejadian penggelapan pajak ini sudah berlangsung lama. Hanya kebetulan saja ditemukan BPK saat ini. Sehingga Kejaksaan Negeri Kendari wajib mendalami lebih jauh kasus penggelapan pajak tersebut.

Atas hal itu, untuk mengawal kasus ini Aiansi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (AMST) akan mengawal ketat kinerja kejaksaan negeri.

“Hari ini kami lakukan aski propaganda di kampus, selanjutnya Senin depan kami akan mendatangi Kejaksaan Negeri untuk mendesak pihak Kejaksaan untuk segera memanggil dan memeriksa mantan Kepala Dinas Pendapatan Kota Kendari, Hj. Nahwa Umar,” pungkasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading
Advertisement        

ARSIP BERITA

Trending

Copyright © 2020 KendariMerdeka.Com

var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4392949,4,1,120,40,00011111']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })(); counter hit make