Connect with us

Politik

PKB Resmi Dukung Rusman Emba-Bahrun Labuta di Pilkada Muna

Penulis: Hamid

Published

on

Rusman Emba dan Ketua DPW PKB Sultra, Jaelani.

KendariMerdeka.com, Kendari – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi memberikan dukungan kepada pasangan LM Rusman Emba-Bahrun Labuta di Pilkada Muna 2020.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Tenggara (Sultra) Jaelani menyatakan, surat keputusan (SK) DPP PKB dengan nomor 3034/DPP/01/VII/2020 ditandatangani oleh Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB Hasanuddin Wahid.

“SK dukungan PKB telah diberikan kepada pasangan LM Rusman Emba-Bahrun Labuta siang tadi,” kata Jaelani melalui keterangan tertulisnya, Kamis 16 Juli 2020.

Ia menyebutkan, beberapa alasan PKB memilih mendukung LM Rusman Emba di Pilkada Muna karena berkaca pada realitas politik yang ada di daerah itu.

Baca Juga:  Langkah Jitu DPP PKB Uji Kelayakan Cakada di Sultra

Pria yang akrab disapa Bang Jay ini mengaku, dalam menentukan dukungan calon di Pilkada, PKB selalu merujuk pada survei.

“Kebetulan, berdasarkan survei yang diperoleh DPP PKB LM Rusman Emba-Bahrun Labuta memiliki tingkat elektabilitas tertinggi dibanding calon lainnya,” jelasnya.

Jaelani juga mengaku, dukungan PKB ini juga disertai syarat kepada LM Rusman Emba selalu inkumbent untuk melanjutkan pembangunan di Bumi Sowite lima tahun ke depan.

“Diharapkan agar terjadi pembangunan berkelanjutan di Muna dan itu yang ditekankan DPP kepada pasangan LM Rusman Emba-Bahrun Labuta,” ujarnya.

Dengan adanya keputusan DPP PKB ini, kata Jaelani, seluruh kader baik dari tingkat pusat hingga ranting untuk bergerak bersama memenangkan calon yang telah diusung.

Baca Juga:  Empat Kontainer Bantuan Sembako Muhaimin Iskandar Tiba di Sultra

“DPP menginstruksikan agar seluruh kader untuk memenangkan calon yang kita dukung. Hal ini sebagai komitmen dan konsistensi kita berpartai. Apa pun keputusan partai harus kita patuhi,” imbuhnya.

Di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna, PKB memiliki empat kursi. Sejauh ini, Rusman telah mengantongi rekomendasi dari Partai Golkar berjumlah empat kursi. Selain itu, Rusman-Bahrun juga telah mengantongi dukungan PKS sebanyak dua kursi.

Dengan demikian, total kursi yang dikantongi Rusman Emba sebanyak 10 kursi dan sudah cukup untuk mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   

Politik

Bupati Muna Polisikan Mantan Gurunya Atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik, Aman Center: Jangan Kriminalisasi Guru

Penulis: Kur

Published

on

By

irektur Aman Center, La Ode Rahmat Apiti.

KendariMerdeka.com, Kendari – Rencana Bupati Muna LM Rusman Emba yang akan melaporkan mantan gurunya La Morisuno atas tuduhan pencemaran nama baik mendapat sorotan dari Aman Center.

Direktur Aman Center, La Ode Rahmat Apiti mengatakan, langkah yang diambil oleh Bupati Muna sangat disayangkan. Menurutnya, melaporkan seorang mantan Guru merupakan sikap tidak terpuji.

“Rencana Bupati Muna (LM Rusman Emba_Red) yang mau mengkriminalisasi mantan guru SMP patut di sayangkan, tindakan yang tidak etis seorang mantan siswa mau penjarakan gurunya,” Ujar La Ode Rahmat Apiti.

Sebagai Bupati kata Rahmat seharusnya bertindak bijak. Apalagi dirinya sebagai mantan siswa.

“Seharusnya menghargai jasa gurunya, jangan kriminalisasi guru tersebut,” katanya.

Baca Juga:  Muhaimin Iskandar Dirikan Posko Gerakan Bangkit Belajar Gratis di Sultra

Para guru se Sultra lanjut Rahmat, sangat menyayangkan tindakan Bupati Muna tersebut. Dari informasi yang ia peroleh, para guru aktif dan yang sudah pensiun kecewa dengan tindakan Calon Bupati yang diusung PDIP tersebut.

“Ribuan pesan singkat masuk di call center aman center. Kecewa dengan langkah yang diambil oleh Bupati Muna,” Kata Odet sapaan akrab La Ode Rahmat Apiti.

Aman center dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan ketua PGRI sultra untuk mendampingi La Morisuno.

“Secara informal ketua PGRI Sultra (Dr Halim Momo_Red) kami suda komunikasi mungkin besok kami adakan konsolidasi,” tutupnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Bupati Muna LM Rusman Emba telah ditudu menipu mantan gurunya La Morisuno, atas dasar itu, sehingga Rusman melalui kuasa hukumnya akan melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib. Orang nomor satu di bumi sowite itu, merasa nama baiknya telah dicemarkan oleh mantan Kepala Sekolah (Kasek) SMP 5 Raha, La Morisuno dengan tuduhan tidak melunasi utang, sebagaimana yang telah diberitakan di salah satu media online.

Baca Juga:  Langkah Jitu DPP PKB Uji Kelayakan Cakada di Sultra

Rusman mengaku sama sekali tidak pernah menerima uang dari mantan gurunya itu. Kalau memang ditransfer, sama siapa karena disini harus ada bukti yang dipertanggunjawabkan.

“Tidak benar itu, saya sudah memberi kuasa kepada pengacara untuk segera melapor ke pihak berwajib. Silahkan perlihatkan buktinya nanti saat di pihak berwajib. Jangan hanya menebar fitnah,” kata pria yang akrab disapa bang Uman itu.

Ketua Bapilu PDIP Sultra itu menerangkan, La Morisuno yang kala itu menjadi kasek di daerah terpencil, lalu dipindahkan sebagai kasek SMP 5 di pusat kota. Itu dilakukan untuk membalas budi dan jasa pada La Morisuno yang tidak lain sebagai gurunya di SMP 2 Raha kala itu. Selama menjadi kasek, Rusman memberikan kewenangan pada La Morisuno mengelola DAK untuk rehabilitasi gedung sekolahnya.

Baca Juga:  Peringatan Harlah ke 22, PKB Sultra Harap Bencana Usai dan Pilkada Damai

“Kalau memang ada utang itu, kenapa selama tiga tahun menjadi kasek, dia tidak pernah menagih. Kalau benar ada, Saya pasti lunasi,” ungkapnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading

Politik

Bakal Calon Bupati Positif Covid-19, Komisoner dan Staf KPU Muna Akan Jalani Rapid Test

Penulis: Pong

Published

on

By

Ketua KPU Muna, Kubais.

KendariMerdeka.com, Muna – Terpaparnya virus covid-19 salah satu bakal calon Bupati Muna, membuat seluruh staf dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muna akan menjalani rapid test. Ini bertujuan untuk memastikan kesehatan mereka usai menerima pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Muna di kantor KPU Muna tanggal 4-6 September lalu.

Ketua KPU Muna, Kubais mengatakan, Rapid tes akan dilakukan kepada dirinya dan empat orang komisioner lainnya beserta seluruh staf KPU Muna. Karena saat pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Muna, semua ikut bekerja dalam proses tersebut.

“Jadi kami di sekretariat KPU ini berjumlah 44 orang, besok (Selasa) kami akan menjalani rapid test,” kata Kubais, Senin (7/9/2020).

Baca Juga:  Empat Kontainer Bantuan Sembako Muhaimin Iskandar Tiba di Sultra

Kubais menambahkan, rapid tes dilakukan setelah adanya surat pengumuman dinas Kesehatan Propinsi Sultra, yakni hasil pemeriksaan Laboratorium Covid-19, nomor 440/3165 pertanggal 4 September 2020. Dalam surat menyatakan, hasil pemeriksaan Laboratorium Covid-19 pada Laboratorium RS Bahteramas dengan menggunakan metode real-time Reverse Trancription-Polymerase Chain Reaction (PCR), hasil pemeriksaan diterima pada 4 September bahwa atas nama salah satu calon bakal bupati muna positif covid-19. Dimana pada tanggal tersebut, yang bersangkutan datang mendaftarkan diri sebagai calon bupati ke kantor KPU Muna.

“Semoga kami semua diberi kesehatan oleh yang maha Kuasa, sehingga hasil rapid test besok negatif semua,” Tuturnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading

Politik

Satu Bakal Calon Bupati Terkonfirmasi Covid-19, KPU Muna Tunda Tahapan Pemeriksaan Kesehatan

Penulis: Pong

Published

on

By

Ketua KPU Muna, Kubais (tengah).

KendariMerdeka.com, Muna – Diumumkannya salah satu bakal calon Bupati Muna positif terpapar covid-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muna segera melakukan penundaan tahapan kepada calon yang bersangkutan.

Sejak dibukanya pendaftaran tanggal 4 sampai 6 September, hanya dua bakal calon bupati dan wakil Bupati Muna yang resmi medaftar di KPU Muna, yakni pasangan Rusman Emba- Bahrun dan pasangan Rajiun Tumada- La Pili.

Ketua KPU Muna, Kubais mengatakan, hasil swab calon Bupati yang dinyatakan Positif Covid-19 telah sampai ke pihaknya. Namun, bukan domain mereka untuk diumumkan ke Publik, melainkan gugus tugas Covid-19.

Kubais menerangkan, Sesuai dengan PKPU 10 Tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan komisi pemilihan umum nomor 6 tahun 2020 tentang pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wqli Kota wakil serentak lanjutan dalam kondisi bencana non alam Corona virus disease 2019 (covid-19). Maka KPU Kabupaten Muna telah mengeluarkan surat Keputusan Penundaan terhadap bakal calon.

Baca Juga:  Peringatan Harlah ke 22, PKB Sultra Harap Bencana Usai dan Pilkada Damai

“Sesuai dengan yang termuat dalam pasal 50C ayat 1 s.d ayat 3  bahwa  KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota, menunda tahapan pemeriksaan kesehatan jasmani, rohani, dan bebas penyalahgunaan narkotika bagi Bakal Pasangan Calon atau salah satu Bakal Pasangan Calon yang dinyatakan positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19” kata Kubais, Senin (7/9/2020).

Bakal Pasangan Calon atau salah satu Bakal Pasangan Calon sebagaimana dimaksud, lanjut kubais, akan dilakukan penanganan sesuai dengan ketentuan peraturan  perundang-undangan  yang  mengatur mengenai pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Dalam  hal ini setelah  dilakukan  penanganan sebagaimana  dimaksud  di atas,  Bakal Pasangan Calon atau salah satu Bakal Pasangan Calon dinyatakan negatif atau sembuh dari Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Baca Juga:  DPC PKB Mubar Bagi Masker di Pelabuhan Tondasi dan Sembako

“Surat keputusan KPU Muna tersebut akan disampaikan kepada bakal Calon yang bersangkutan dan akan disampaikan kepada Bawaslu,” terangnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading
Advertisement        

ARSIP BERITA

Trending

Copyright © 2020 KendariMerdeka.Com

var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4392949,4,1,120,40,00011111']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })(); counter hit make