Connect with us

Berita

Pertanian Sultra, Bisa Menopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional Saat Pandemi

Published

on

Wakil Ketua Umum Kadin Sultra, Bidang Pertanian, Tri Febrianto/Foto:Ist

KENDARIMERDEKA.COM, KENDARI – Tahun 2022 memasuki tahun ke-3 untuk pandemi Covid-19. Diketahui, wabah ini sudah mempengaruhi perekonomian secara luas. Bahkan membuat pertembuhan ekonomi nasional dan daerah, terseok-seok. Sekalipun persentase peningkatannya ada, tetapi tak banyak. Tidak saja di Indonesia, seluruh duniapun begitu.

Untuk Provinsi Sulawesi Tenggara sendiri, aktivitas pemulihan ekonomi terus dilakukan di masa pandemi. Baik pemerintah maupun kalangan pebisnis, bersama-sama memulihkan ekonomi daerah hingga nasional. Bersukurnya, perekonomian daerah ini justru tumbuh baik. Bank Indonesia mencatat, persentase pertumbuhan ekonomi Sultra diatas pertumbuhan ekonomi nasional.

Senada dengan BI, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sultra, menjelaskan, peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut harus dipertahankan. Kadin mencatat, ada dua sektor ekonomi yang membuat pertumbuhan ekonomi daerah ini tumbuh positif. Pertama sektor tambang dan pertanian.

Baca Juga:  Kadin Sultra Himbau Pengusaha Patuhi Aturan Pembayaran THR Idul Fitri 2022

Tetapi pertambangan di Sultra dianggap tidak terlalu menyumbang untuk pertumbuhan ekonomi. Justru sektor pertanian dianggap luar biasa. Tetapi, walau demikian kedua sektor ini harus digenjot agar ekonomi Sultra terus tumbuh. Wakil Ketua Umum Kadin Sultra, Bidang Pertanian, Tri Febrianto, menyampaikan, pertanian dapat dimanfaatkan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.

“Pertanian merupakan salah satu sektor yang dapat dikatakan tidak berdampak signifikan dengan hadirnya Pendemi Covid-19. Sektor pertanian menjadi sektor yang memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya Sulawesi Tenggara di masa pandemi Covid-19,” katanya.

Lebih lanjut Tri Febrianto, menyampaikan sektor pertanian terbukti menjadi salah satu andalan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan data BPS produk pertanian mengalami pertumbuhan positif dengan nilai ekspor pertanian pada Januari-Desember 2021 sebesar Rp 451,77 triliun naik 15,79 persen dibanding 2019 yang hanya Rp390,19 triliun.

Baca Juga:  Arsjad Rasjid Bakal Akhiri Dualisme Kadin

Sehingga kata dia, kedepan pertumbuhan ekonomi Sultra bisa lebih meningkat jika pemerintah daerah juga membuka keran ekspor untuk komoditi pertanian. Banyak komoditi pertanian daerah yang bisa di ekspor, berupa jambu mete, porang, dan kakao.

“Sektor pertanian berperan besar dalam menopang perekonomian Indonesia saat sektor lain mengalami kontraksi”, ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dimasa pendemi Covid-19 ditengah pembatasan mobilitas yang tinggi petani mesti didorong untuk melek terhadap digitalisasi, artinya petani dapat memanfaatkan jejaring komunikasi digital (online) untuk menaikkan income dengan cara berjualan online.

“Ditengah pendemi petani kita mesti didorong untuk melek terhadap digitalisasi agar para petani bisa melakukan jual-beli secara online dengan begitu pendapatan mereka bisa naik tanpa harus keluar rumah”, tutupnya.

Baca Juga:  Demi Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Sultra Harap Pemerintah Segera Ubah Status Covid-19 dari Pandemi ke Endemi

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita

VDNIP Intensifkan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Published

on

By

Wakil Penanggung Jawab Teknis Lingkungan PT VDNI, Rahmat Dwi Yuliadi

KENDARIMERDEKA.COM, KONAWE – Konsorsium perusahaan pemurnian nikel PT Virtue Dragon Nickel Industrial Park (VDNIP) terus meningkatkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di VDNIP secara intensif terus dilakukan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja setempat.

“Kami sudah bekerja sama dengan Departemen Ketenagakerjaaan dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja. Kami saling pantau untuk keselamatan. Itu kami biasa melakukan pelatihan keselamatan kerja secara rutin,” ujar Rahmat Dwi Yuliadi, Wakil Penanggung Jawab Teknis Lingkungan VDNIP, Kamis (30/6/2022).

Lebih jauh, Rahmat menjelaskan, pelatihan K3 dilakukan VDNIP secara berkesinambungan, baik itu terhadap karyawan lama, maupun karyawan baru di semua tingkatan.

Baca Juga:  Calon Ketum Kadin Indonesia 2021-2026, Arsjad Rasjid Mendapat Dukungan Penuh Dari 23 Delegasi

“Kepada para pekerja yang baru kami melakukan pelatihan induksi.
Kepada para pengawas (supervisor) juga dilakukan pelatihan yang rutin dan berkesinambungan. Tentunya dengan adanya pelatihan itu, diharapkan seluruh pekerja mengerti tentang arti dari keselamatan, itu yang terpenting,” imbuhnya.

Rahmat tak menampik adanya peristiwa kecelakaan kerja yang beberapa kali terjadi di VDNIP. Namun, hal itu terus berupaya diatasi dan diminimalisir oleh pihak perusahaan dengan intensifikasi pelatihan K3.

“Ada beberapa memang kecelakaan kerja terjadi di VDNIP. Hal itu terjadi karena kesalahan manusia (human error) karena belum semua yang kami lakukan pembinaan itu tercakup. Biasanya pengetahuannya belum cukup,” tambahnya.

Untuk penanganan terhadap kecelakaan kerja, perusahaan telah memasukkan semua karyawan dalam jaminan BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek).

Baca Juga:  Kerjasama Kadin Sultra dan Kadin Jatim, Transaksi Bisnis Tembus Hingga Ratusan Miliar

“Untuk alat pelindung diri (APD), sejauh ini sudah diterapkan sangat baik. Begitupun dengan peralatan pendukung lainnya juga sangat lengkap dan dalam kondisi baru (layak pakai),” pungkas Rahmat.
Sementara itu, salah seorang karyawan VDNIP, Ratman mengatakan, dirinya mengapresiasi langkah perusahaan yang menaruh perhatian begitu besar pada aspek K3.

“Kami sebagai keryawan berterima kasih kepada pihak perusahaan yang begitu peduli terhadap aspek keselamatan kerja ini, mulai dari penyediaan APD hingga yang lain-lain,” kata Ratman.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Kementan Perkuat Fungsi BPP Kostratani Melalui Temu Lapang Petani

Penulis : Rinaldy

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COM, JAKARTA – Kementerian Pertanian akan selalu memaksimalkan program pembangunan pertanian. Salah satunya dengan melakukan transformasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menjadi BPP Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) melalui kegiatan Hari Temu Lapangan Petani (Farmer’s Field Day).

FFD merupakan salah satu metode pemberdayaan petani melalui pertemuan antara para petani, peneliti dan penyuluh untuk saling tukar menukar informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan dan diharapkan adanya umpan balik dari petani.

Kegiatan ini dapat dilaksanakan pada saat panen dan atau pada tahapan proses budidaya untuk menyampaikan pesan terkait dengan penerapan teknologi, khususnya yang berkaitan dengan upaya peningkatan produksi dan produktivitas baik pada komoditas padi, jagung, kedelai ataupun aneka cabai sesuai dengan program pembangunan pertanian yang digulirkan pemerintah.

Baca Juga:  Demi Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Sultra Harap Pemerintah Segera Ubah Status Covid-19 dari Pandemi ke Endemi

Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo atau yang akrab disapa SYL, Kostratani adalah pusat pembangunan pertanian di kecamatan. Kostratani merupakan optimalisasi tugas, fungsi, dan peran BPP dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Mentan mengatakan bahwa Fungsi BPP Kostratani ada 5 lima poin. Yaitu BPP sebagai pusat data dan informasi pertanian, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat jejaring kemitraan.

Lebih lanjut SYL mengatakan BPP sebagai pusat konsultasi agribisnis dengan menyediakan pelayanan jasa konsultasi agribisnis dan manajemen usaha tani untuk melayani kebutuhan pengetahuan dan wawasan dalam pengembangan usaha agribisnis pelaku utama dan pelaku usaha di bidang pertanian.

Baca Juga:  Arsjad Rasjid Bakal Akhiri Dualisme Kadin

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi memberikan apresiasi kepada penyuluh dan petani di seluruh Indonesia, termasuk BPP Ubung sebagai lokasi SIMURP telah mendukung transformasi BPP menjadi Kostratani.

Kostratani merupakan penguatan peran dan fungsi BPP yang berbasis Teknologi Informasi serta BPP yang mampu memberikan contoh dalam penerapan pertanian cerdas iklim atau CSA yang tentunya membutuhkan SDM yang berkualitas.

Dedi juga menambahkan jika bertani merupakan sarana untuk mendapatkan keuntungan, maka harus dibangun sistem bisnis pertanian yang kokoh dari hulu sampai hilir.

“Harus dibangun sistem agribisnis yang kokoh dimulai dari pemberdayaan petani dan penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian,” ujar Dedi.

Baca Juga:  Calon Ketum Kadin Indonesia 2021-2026, Arsjad Rasjid Mendapat Dukungan Penuh Dari 23 Delegasi

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

IMI Sultra Tuan Rumah Pelatihan Manajemen Sekretariat dan Sosialisasi Aplikasi Gaspol Zona Timur

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COM, KENDARI – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi tuan rumah Pelatihan Manajemen Sekretariat dan Sosialisasi Aplikasi Gaspol IMI Zona Indonesia Timur.

Pelatihan dan sosialisasi ini digelar di salah satu hotel di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Minggu, 19 Juni 2022. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bendahara IMI Pusat, Iwan Budi Buana.

Ketua Umum IMI Sultra, Anton Timbang mengatakan, kegiatan ini digelar sebagai tindak lanjut atas peluncuran kartu tanda anggota (KTA) Gaspol bagi anggota IMI yang dilakukan pada April 2022 lalu.

“Seperti yang kita ketahui bahwa launchingnya KTA Gaspol sudah dilaksanakan pada bulan April kemarin di Jakarta oleh Ketua Umum Bambang Soesatyo. Jadi, IMI Sultra mendapat kepercayaan dari PP IMI sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan sosialisasi untuk wilayah Indonesia Timur,” ujar Anton.

Baca Juga:  Kadin Sultra Bantu Maksimalkan Peran UMKM

Lebih lanjut Anton menjelaskan, dari semua pengurus IMI di wilayah Indonesia Timur yang diundang menghadiri dan mengikuti kegiatan ini, hampir semua pengurusnya hadir.

“Alhamdulillah, beberapa provinsi sudah hadir di Sultra untuk menghadiri sosialisasi. Namun, ada dua provinsi yang berhalangan hadir karena bertepatan dengan kegiatan internal mereka,” imbuhnya.

Dalam sosialisasi ini dipaparkan tentang aturan-aturan bagaimana penggunaan dan pendanaanya. Terkait kesekretariatan, IMI Sultra sedang menggodok pembentukan IMI Kabupaten Kota.

“Dalam waktu dekat kami akan membentuk IMI Kabupaten Kota yang dahulu sifatnya koordinator wilayah. Secara keseluruhan, jumlah anggota IMI Sultra ada ratusan orang dan klub. Namun, mengingat pandemi kemarin, semua pendaftaran itu tidak kita lakukan. Saat ini kondisi semakin membaik, kita akan menyosialisasikan lagi,” bebernya.

Baca Juga:  Dinas Koperasi dan UMKM Sultra Gelar Latihan PK2UKM, Diikuti 480 Perserta Dari 17 Kabupaten dan Kota

Nantinya, IMI Sultra akan mengundang para klub untuk melakukan perpanjangan KTA guna mempermudah proses-proses administrasi.

“Kami nanti akan mengundang klub yang ada, itu ratusan klub, ada tiga ratusan KTA yang ada. Nanti kami akan menghubungi klub yang ada sehingga mereka bisa mengaktifkan kembali KTA mereka,” pungkas Anton.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending