Connect with us

Ekobis

Perbaikan Jalan, Dishub Sultra Rekomendasikan Aspal Buton

Penulis : Redaksi

Published

on

Salah satu wilayah jalan di Kota Kendari yang masih menggunakan aspal dari luar daerah.

KendariMerdeka.com – Posisi aspal Buton belum terlalu dilirik kalangan kontraktor di Sulawesi Tenggara saat membereskan sejumlah pekerjaan jalan. Padahal, komoditas andalan ini, dikenal luas hingga ke tingkat nasional.

Mengantisipasi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Hado Hasina merekomendasikan penggunaan aspal Buton yang saat ini memiliki stok berlebih di wilayah Sulawesi Tenggara. Dia menyatakan, sudah meminta kepada pemkab di seluruh kabupaten dan kota di Sultra untuk menjadikan aspal Buton sebagai primadona.

Hado menambahkan, ketika negara luar memiliki ketertarikan terhadap komoditas asli Sultra, harusnya dibarengi dengan meningkatnya permintaan lokal. Dia menambahkan, imbauan ini mestinya diikuti dengan promosi yang jelas dan terus menerus.

Baca Juga:  Tolak Penyaluran Logistik Perusahaan Tambang, Dinas ESDM Abaikan Surat Edaran Gubernur Sultra

“Penjualan aspal Buton mencapai 150 ribu ton setiap tahun, namun ada beberapa daerah di Sultra tidak menggunakan aspal Buton sampai hari ini,” ujarnya.

“Dia mencontohkan, ada dua kabupaten di Sultra yang saat ini murni memakai aspal produksi Buton. Dalam setiap pengerjaan proyek jalan, 100 yang digunakan adalah aspal lokal.

“Contohlah Kabupaten Buton dan kabupaten Buton Utara,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas ESDM Sultra, Buhardiman mengungkapkan, pengunaan aspal Buton harusnya mulai digalakkan. Yang perlu diperhatikan, menurutnya, karena kesalahan selama proses pengerjaan. Sehingga, baik atau buruknya kondisi daya tahan aspal, tergantung seberapa mahir pekerja proyek jalan mencari cara terbaik menemukan formula tepat agar aspal bertahan lama. (Tim)

Baca Juga:  PT Paramitha Persada Tama Diduga Menjual Ore Nikel Tanpa Kantongi RKAB

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ekobis

Lanjutkan Kolaborasi dengan Kadin Jatim, Kadin Sultra Kirim 28 Ton Kopra ke Surabaya

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COM, KENDARI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara melanjutkan kolaborasi bersama Kadin Jawa Timur (Jatim).

Dalam misi dagang terbarunya, Kadin Sultra mengirim komoditas perkebunan jenis kopra ke Jawa Timur pada Minggu (4/9).

Penanggung jawab pengiriman komoditas ini adalah sebuah perusahaan asal Konawe Selatan.

CV Navya Nadira IB, perusahaan binaan Kadin Sultra mengirim 28 ton kopra ke Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu, 3 September 2022.

Sebelumnya pada tahap pertama, pengiriman sebanyak satu kontainer dengan berat 14 ton.

Pengiriman komoditas perkebunan, kata dia, merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Misi Dagang yang dibangun antara Kadin Sultra dan Kadin Jawa Timur yang telah diteken pada 23 Juni 2022. Pengiriman perdana komoditas ini merupakan permintaan khusus Pemerintah Provinsi Jatim.

Baca Juga:  PT Paramitha Persada Tama Diduga Menjual Ore Nikel Tanpa Kantongi RKAB

Wakil Ketua Kadin Sultra Sastra Alamsyah mengatakan, 28 ton kopra akan dikirim sebanyak dua kontainer dengan nilai transaksinya mencapai Rp266 juta.

“Sementara dari Kadin Jatim terdapat beberapa distributor akan mengirim ke Sultra. Jenis barang yang akan dikirim yaitu konstruksi baja dari Surabaya dengan nominal transaksinya sekira Rp50 miliar,” ujar Sastra Alamsyah, Jumat (2/9) kemarin.

Sastra berharap dengan pengiriman komoditas tersebut bisa memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Sultra dan Jatim terkhusus di sektor perkebunan. “Ke depan, bukan hanya komoditas perkebunan. Pengiriman ini akan meliput berbagai sektor mulai dari perikanan, pertanian dan lainnya” tandasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Ekobis

Lanjutkan Misi Dagang, Kadin Sultra Kirim 14 Ton Kopra ke Jatim

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COM, KENDARI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara dan Kadin Jawa Timur melanjutkan misi dagang mereka pada Rabu, 17 Agustus 2022.

Tepat di momen hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia ke-77, Kadin Sultra mengirim komoditi perkebunan berupa kopra ke Jawa Timur.

Penanggung jawab pengiriman komoditas ini adalah CVNavya Nadira IB. Perusahaan ini berasal dari Konawe Selatan dan berada di bawah binaan Kadin Sultra.

Pengiriman komoditi perkebunan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding Misi Dagang yang dibangun antara Kadin Sultra dan Kadin Jawa Timur yang telah diteken pada 24 Juni 2022 lalu.

Wakil Ketua Kadin Sultra Bidang Pasar Modal, Sastra Alamsyah mengatakan, pengiriman perdana komoditi ini merupakan permintaan khusus Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga:  PT Paramitha Persada Tama Diduga Menjual Ore Nikel Tanpa Kantongi RKAB

“Hasil komoditi perkebunan yang dikirim yaitu kopra sesuai permintaan dari pemerintah provinsi Jawa Timur. Tahap pertama pada pengiriman minggu ini sebanyak satu kontainer dengan berat 14 ton,” ujar Sastra.

Nantinya, Kadin Sultra akan melakukan pengiriman komoditas setiap pekannya secara terus menerus ke Jawa Timur.

Sastra berharap dengan pengiriman perdana tersebut bisa memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Sultra dan Jawa Timur terkhusus di bidang perkebunan.

“Nanti tidak hanya perkebunan. Ke depannya pengiriman ini akan meliput berbagai sektor mulai dari perikanan, pertanian dan lainnya” timpalnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Ekobis

Rencana Bangun Smelter di Konut, PT Terra Paradisaea Investasi Capai Rp 100 Triliun

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COM, JAKARTA – Konsorsium Indonesia – Tiongkok akan membangun pabrik baterai dan baja (stainless steel) di Kabupaten Kolaka Utara (Konut) Sulawesi Tenggara.

Dua perusahaan yang tergabung dalam konsorsium ini adalah PT Terra Paradisaea dan China Engineering Corporation (ENFI). Tak tanggung-tanggung total investasinya hingga Rp100 triliyun.

Perwakilan dari PT Terra Paradisaea, Choiril Arief Saleh telah melakukan presentasi di hadapan Gubernur Sultra Ali Mazi dan sejumlah OPD serta Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sultra Anton Timbang di Jakarta pada Senin, 1 Agustus 2022.

Dalam paparannya, Saleh menyebutkan rencana pembangunan akan dibagi menjadi tiga tahap.

“Tahap pertama itu total investasi kita sebesar Rp6 Triliyun. Lalu pada tahap kedua menjadi Rp24 Triliyun dan tahap terakhir diperkirakan hingga Rp100 Trilyun,” ujar Saleh.

Ia kemudian menjelaskan, dalam rencana pembangunan industri baterai dan baja tersebut akan membuka lapangan pekerjaan yang cukup besar.

Di tahap pertama, perusahaan akan membuka lapangan pekerjaan untuk tiga ribu orang dan tahap kedua bertambah lagi menjadi lima ribu orang. Sementara pada tahap ketiga total tenaga kerja yang dibutuhkan akan mencapai 30 ribu orang.

Baca Juga:  Tolak Penyaluran Logistik Perusahaan Tambang, Dinas ESDM Abaikan Surat Edaran Gubernur Sultra

“Ini akan menjadi kota baru. Bayangkan saja kalau hingga tahap ketiga perusahaan membuka lapangan pekerjaan hingga 30 ribu, belum lagi dengan anak dan istri bisa dikatakan berjumlah 100 ribu,” jelasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Saleh menyebutkan rencana pembangunan industri ini akan dilakukan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Tolala, Kecamatan Batu Putih dan Kecamatan Pakue.

Hanya saja, ia membeberkan bahwa pihaknya mengalami kendala karena ada lokasi rencana pembangunan smelter yang masuk dalam kawasan hutan lindung.

“Kami berharap pemerintah bisa mendukung dan membantu kami, karena ini ada kawasan yang masuk dalam kawasan hutan lindung,” harapnya.

Menanggapi hal ini, Gubernur Sultra Ali Mazi mengaku sangat mengapresiasi rencana PT Terra Paradisaea. Apalagi status perusahaan tersebut merupakan perusahaan nasional yang tentunya harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah. Sebagai seorang kepala daerah, Ali Mazi yakin bahwa kehadiran investor akan memberikan angin segar.

“Saya pasti bantu. Kalau masalah hutan lindung nanti kita lihat RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah). Saya pasti akan bantu kalau perlu sampai ke kementerian karena niatnya baik. Asalkan PT Terra ini serius, punya anggarannya dan mau kerja, jangan sampai saya sudah jor-joran lalu berhenti,” kata Ali Mazi.

Baca Juga:  Saksi Ahli Sidang Praperadilan, YSM Tak Melakukan Perbuatan Melawan Hukum

Ia bahkan menegaskan, untuk mempercepat proses pembangunan industri tersebut, jika memungkinkan ia akan mengelurkan izin sementara. Ali Mazi juga mengimbau kepada seluruh warga untuk tidak menghalangi ketika ada investor yang akan masuk.

“Investor ini kan masuk untuk kepentingan warga. Kehadiran mereka untuk warga kami imbau jangan halangi kalau dihalangi kapan akan tumbuh dan berkembang daerah itu, tumbuh dan berkembangnya daerah itu tergantung kalau ada investor masuk,” imbaunya.

Sementara itu, Ketua Kadin Sultra Anton Timbang menuturkan, sebagai Ketua Kadin ia terus berupaya dan membuka jaringan agar iklim investasi dan berbagai agenda nasional terus terlaksana di Sultra. Ia juga membeberkan bahwa kehadiran PT Terra sebagai salah satu perusahaan nasional yang memiliki niat baik harus didukung penuh.

“Kondisi investasi di Indonesia itu tercatat 6 persen dari perusahaan nasional dan dari luar 94. Pembangunan smelter baru kali ini putra daerah yang membangun di daerah kita, jadi harus kita dukung,” katanya.

Baca Juga:  PT Paramitha Persada Tama Diduga Menjual Ore Nikel Tanpa Kantongi RKAB

Anton berharap agar keseriusan dari PT Terra untuk melakukan investasi tidak dihalangi dan bisa dipermudah. Ia juga mengimbau agar para  investor menyimpan dananya di Bank Sultra. Langkah ini diperlukan sebagai dukungan bagi kemajuan daerah.

“Saya harap dukungan dari gubernur dan seluruh OPD untuk proses perizinan bisa cepat. Harapan kami bulan Desember atau Januari paling lambat kita sudah bisa melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama),” imbuh Anton.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Paringringi yang ikut memandu jalanya diskusi memastikan bahwa masalah RTRW yang jadi permasalahan akan segera dituntaskan.

“Kita secepatnya akan bentuk tim, kita akan bahas lagi teknisnya harus pikirkan masalah tata ruang karena terbagi antara darat dan laut sehigga yang paling pertama tata ruang di Kolut dan provinsi terutama untuk pelabuhan dan industrinya itu sendiri,” pungkasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending