Connect with us

Berita

Penundaan Rehabilitasi RSJ yang Menelan Anggaran 14 M, LPPD Sultra Ancam Lapor Ke KPK Terkait

penulis : Rinaldy

Published

on

KendariMerdeka.com, Kendari – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Lembaga Pemerhati Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (sultra), menyoroti terkait keberlanjutan pembangunan rehabilitasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sultra yang diduga mencapai anggaran APBD senilai 14 M. Hal ini terungkap saat rapat Kajian dan investigasi proyek bermasalah di wilayah Sultra, Rabu(17/3/2021).

Ardan Setyadi, selaku Ketua Bidang Advokasi dan Kajian Lembaga Pemerhati Pembangunan Daerah Sultra, menyampaikan bahwa dari beberapa kasus yang menyita perhatian publik adalah dibidang kesehatan, yakni salah satunya persoalan keberlanjutan pembangunan rehabilitas RSJ.

“Dalam kasus yang menelan anggaran APBD senilai 14 M ini, kami mencoba mempertanyakan terkait keberlanjutan pembangunan rehabilitasi gedung Rumah sakit jiwa ke pihak Kontraktor Yakni PT. Rasawula Gavriel Sultra,” Kata Ardan.

PT. Rasawula Gavriel Sultra (PT.TGS), Rafi Sumardin saat dikonfirmasi membenarkan persoalan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Rehabilitasi Bangunan Rumah Sakit Jiwa harusnya sudah mulai dikerjakan pada tanggal 8 Mei 2020 sesuai jadwal kontrak yang telah di tanda tangani. Namun karena adanya Refocusing Anggaran maka pihaknya mesti bersabar.

“Padahal kami pikir Rehabilitas pembanguna rumah sakit jiwa tidak akan direfocusing karna berada dibidang kesehatan, apalagi ini salah satu Program Proritas Gubernur Sultra yang ingin menjadikan RSJ sebagai Pilot Projek menuju Bintang Lima di sektor Kesehatan,” Ujarnya.

“Akan tetapi sampai saat ini pekerjaan tersebut tetap ditunda untuk sementara waktu karena anggarannya telah di Refocusing, Informasi terakhir dari Pemprov Sultra untuk bersabar sementara waktu menunggu anggaran,” sambung Rafi saat dikonfirmasi memlalui via telepon.

Namun PT. RGS ini kemudian mengklarifikasi bahwa tidak benar bahwa pihaknya telah melanggar aturan atau tidak bisa menyelesaikan pekerjaan yang fimakaud. Pasalnya, pihaknya sebagai penyedia secara administrasi dan kesiapan di lapangan sudah sangat siap untuk mengerjakan pekerjaan tersebut sehari setelah kami memenangkan paket pekerjaan ini.

“Jadi yang benar adalah pekerjaan ini ditunda karna satu dan lain hal yang tidak kami pahami. Padahal berdasarkan pertemuan dengan ketua DPRD Provinsi Sultra, Abdurahman Saleh membeberkan bahwa melalui rapat paripurna pembahasan anggaran perubahan APBD 2020 telah diketuk palu untuk disepakati tentang pembangunan rehabilitasi rumah sakit jiwa dengan sistem multi years, di anggarkan 4 M dulu, Namun setelah dikonfirmasi ke Bappeda ternyata yang digodok di Dinas tersebut adalah tambahan anggaran untuk biaya operasional Rumah Sakit Jiwa, ini artinya ada ketidak sesuaian antara apa yang disampaikan dan disepakati oleh ketua dewan perwakilan rakyat Sultra dengan keterangan Ketua Bappeda,” Bebernya.

Setelah mendengarkan keterangan dari PT. RGS, Ketua bidang Advokasi dan Kajian Lembaga Pemerhati Pembangunan Daerah Sultra ini menegaskan, bahwa jangan ada indikasi jual beli kewenangan dilingkup Pemprov Sultra.

Ardan berujar, akan menelusuri dan segera melaporkan ke pihak KPK jika kemudian dari hasil penelusuran terdapat penyelewengan kebijakan terhadap pekerjaan tersebut.

“Kami meminta Gubernur Sulawesi Tenggara untuk ikut menghadirkan lelang proyek yang transparan dan fair guna untuk mencegah masuknya pengusaha pengusaha titipan dilingkup pemprov sultra,” tegas Ardan.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita

Kadin Sultra Siap Kawal Pembangunan Industri Baterai di Routa Konawe

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COMKENDARI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra siap mendukung dan mengawal investasi pembangunan pabrik baterai yang rencananya akan dibangun oleh perusahaan asal China dan berlokasi di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe pada tahun 2023 mendatang.

Kadin Sultra bersama Pemprov Sultra melakukan penandatanganan kesepakatan rencana pembangunan pabrik baterai oleh perusahaan asal China, Gostion Hitech di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (22/11/2022) sore.

ketua Umum Kadin Sultra, Anton Timbang mengatakan pihaknya sangat mendukung dengan masuknya investor di wilayah Sultra yang dapat mendorong dan meningkatkan perekonomian daerah.

Sebagai Ketua Satgas Investasi, Anton Timbang akan terus memantau dan mengawal proses perizinan sehingga apa yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan investor dapat berinvestasi dengan aman dan nyaman.

“Jadi intinya, apa yang direncanakan oleh PT Gosen Hitech yang mau berinvestasi pembangunan pabrik baterai di Sultra, Kadin sangat mendukung. Saya yakinkan bahwa kami akan mengawal ini agar mereka dapat berinvestasi dengan nyaman,” ujar Anton.

Anton berharap, pembangunan pabrik baterai ini dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

“Harapan kami, dengan perencanaan yang ada tadi betul-betul mereka berinvestasi di Sultra. Mereka ini adalah salah satu perusahaan baterai terbesar di dunia,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas mengatakan, dengan adanya pembangunan pabrik baterai ini membawa dampak baik bagi perekonomian daerah dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga lokal.

“Ini mampu menampung 20 ribu tenaga kerja. Mulai tahun depan mereka supervisi, rencana 2023,” ujarnya.

Lukman berharap dengan masuknya investor dari negara luar masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan di daerah agar inverstor lain dapat ikut masuk untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Forum CSR Sulawesi Tenggara Resmi Dilantik

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COM, KENDARI – Pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU) atau lebih dikenal dengan Forum CSR Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2022 – 2027 resmi dilantik.

Forum CSR ini diketuai oleh La Ode Samsul Barani. Dia dan pengurusnya dilantik oleh Wakil Ketua Umum CSR Indonesia, Aldino Kurniawan di Hotel Azizah Kendari, Jumat (18/11).

Diketahui, Forum CSR Sulawesi Tenggara ini terbentuk dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, dengan Nomor SK: 510 Tahun 2022 tentang pembentukan forum tanggung jawab sosial dan lingkungan badan usaha Sulawesi Tenggara.

Wakil Ketua Forum CSR Indonesia, Aldino Kurniawan mengatakan, Forum CSR adalah wadah berhimpunnya kalangan dunia usaha yang memiliki kepedulian dan komitmen kuat dalam penyelenggaraan program dan kegiatan CSR di bidang kesejahteraan sosial.

“Jadi setiap perusahaan atau badan usaha di Sultra ini harus bisa memberikan kesejahteraaan sosial kepada masyarakat sekitar,” ujarnya saat membawakan sambutan.

Dia menegaskan, jika perusahaan tidak menjalankan tanggungjawabnya kepada masyarakat dan lingkungannya tempat beroperasi, maka tidak menuntut kemungkinan akan ada sanksi yang diberikan, sebab semua telah tertuang dalam UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Sementara itu, Ketua CSR Sultra, La Ode Samsul Barani menyebut, pengurus dalam forum ini adalah elemen masyarakat dari berbagai kalangan baik akademisi, aktivis lingkungan, DPRD, OPD terkait, tokoh masyarakat, mahasiswa, organisasi masyarakat dan pelaku-pelaku usaha lainnya.

Untuk mengeksiskan dan menjalankan tugas sesuai AD/RT Forum CSR Sultra itu sendiri, pihaknya bakal membangun kerja sama dan sinergitas dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Sultra termaksud dengan pihak Pemprov Sultra sendiri.

“Semoga dengan terbentuknya Forum CSR Sultra ini, masyarakat bisa merasakan manfaat positif melalui program-program khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial maupun lingkungan,” tambahnya.

Kendati demikian, La Ode Samsul Barani tidak merinci seberapa banyak perusahaan yang telah bernaung dibawah forum tersebut, namun pihaknya bakal melakukan reker lebih dulu, pendataan perusahaan guna memantau keseriusaan pihak perusahaan dalam memajukan daerah khususnya Sultra.

“Ini semua adalah bentuk tanggungjawab perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan yang kita cintai,” pungkasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Kadin Sultra dan Kadin Kolaka Masukan 47 Ton Beras Lokal ke Alfamidi Daerah Sulawesi

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COMKENDARI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Kadin Kolaka secara perdana melakukan pengiriman beras lokal hasil pertanian di Kabupaten Kolaka.

Pengiriman sebanyak 47 ton beras lokal ini untuk pertama kalinya disalurkan ke toko Alfamidi wilayah distribusi Sultra dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Wakil Ketua Umum Bidang Pasar Modal Kadin Sultra, Sastra Alamsyah menjelaskan pengiriman perdana beras lokal dari Kabupaten Kolaka akan masuk ke toko Alfamidi yang berada di pulau Sulawesi.

“Beras lokal masuk ke Alfamidi, dan beras ini diambil dari petani-petani lokal di Kolaka Raya,” ungkapnya, Jumat, 18 November 2022.

Hal tersebut sebagai salah bentuk misi dagang yang dibangun oleh Kadin Sultra, melalui perusahaan binaannya dari Kabupaten Kolaka CV. Zalva berhasil melakukan pengiriman sebanyak satu kontainer dengan berat 47 ton.

“Ini adalah salah satu misi dagang Kadin Sultra yang berkolaborasi bersama Kadin Kolaka. Ini juga sebagai bentuk sinergi bersama Kadin Daerah dan pengusaha lokal untuk bisa masuk ke Retail marketing,” jelasnya.

Dalam pengiriman beras lokal tersebut, dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Sultra, terkhusus di sektor pertanian.

“Pengiriman beras lokal ini akan menjangkau Wilayah Sulawesi Tenggara dan Wilayah Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending