Connect with us

HUKRIM

Pensiunan Yang Dilapor Kasus Penganiyaan Anak, Kini Melapor Balik Soal ITE

Penulis : Kadek

Published

on

Fatahillah SH dan Kaisar Kalenggo SH.


KendariMerdeka.com
– Seorang pensiunan polisi yang pernah dilaporkan atas kasus penganiayaan anak di Polda Sulawesi Tenggara, mulai melaporkan balik ke polisi. Pria yang diketahui bernama Yunus Sibau itu, awalnya dilaporkan sudah melakukan kekerasan terhadap seorang anak dibawah umur, 12 Maret lalu.

Yunus Sibau, dilaporkan seorang pria bernama Oman, usai diduga menganiaya anaknya. Penganiayaan ini, menurut Oman di depan polisi, terjadi di sekolah anaknya yang berinisial R (11) di SD Pelangi Kendari.

Setelah kasus berlanjut di polisi, ternyata pada perjalanannya kasus ini tidak dapat dibuktikan ada kekerasan anak. Pihak Kuasa Hukum Yunus Hibau menyatakan, saat ini sudah ada hasil visum dan sejumlah bukti lain yang menguatkan pihak kliennya.

Baca Juga:  Polda Sultra Dapat 'Bola Muntah' Tangani 3 Perusahaan Diduga Ilegal di Konut

Fatahilah menyatakan, saat pihaknya berkomunikasi dengan penyidik, saksi dan bukti yang ada, tidak mengarah kepada penganiayaan. Saksi kunci juga tidak menguatkan pernyataan pelapor tentang adanya tindakan aniaya dari Yunus Hibau kepada anak dibawah umur.

“Tidak ada bukti kekerasan dalam hasil visum. Saat ini, kami akan melaporkan balik,” ujar Fatahilah SH didampingi rekannya, Kaisar Kalenggo SH.

Yang dipermasalahkan Fatahilah, orang tua R, langsung menyebar informasi yang belum diketahui kebenarannya. Informasi ini, disebarkan di media sosial dan dilihat banyak orang.

“Saat ini, kami sudah melaporkan soal tindak pidana ITE dari pelapor,” ujar Fatahilah.

Sebelumnya, Yunus Sibau dilaporkan atas dugaan tindak pidana penganiayaan anak dibawah umur. Anak tersebut, sempat diberitakan masuk dan dirawat di RS beberapa hari setelah mendapat tindakan pengancaman dari Yunus Hibau.

Baca Juga:  Mengaku Join Operasional PT. BSJ, 22 Alat Berat PT NPM di Police Line

Namun, setelah diperiksa melalui visum dan saksi-saksi, laporan terhadap Yunus Sibau tidak kuat karena bukti lemah. Terkait hal ini, kerabat anak dibawah umur yang memposting status di media sosial terkait penganiayaan, akan dilaporkan ke polisi oleh kuasa hukum Yunus Hibau karena merasa dirugikan.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   

HUKRIM

Pengedar Sabu Jaringan Lapas Kendari Diringkus BNNP

Penulis: Hamid
Editor: Ahmad

Published

on

By

KendariMerdeka.com, Kendari – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) Kembali Menangkap satu orang tersangka tindak pidana Narkotika jenis sabu berinisial ID (20), Warga Kelurahan Mataiwoi Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, pada Kamis (30/7/2020).

Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol Ghiri Prawijaya mengatakan, penangkapan tersangka ID dilakukan pada Pukul 22.30 Wita, disekitar Jalan Martandu, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu Kota Kendari beserta barang bukti Sabu seberat 100,01 gram.

“Tersangka sudah kami amankan bersama barang bukti dua bungkus Sabu dengan total berat 100,01 gram, satu buah kantong plastik putih, dan satu kantong plasting yang dililit lakban,” jelas Ghiri dalam konferensi pers di BNNP Sultra, Selasa (4/8/2020).

Baca Juga:  Mengaku Join Operasional PT. BSJ, 22 Alat Berat PT NPM di Police Line

Ia mengatakan, untuk mengelabui petugas, ID kerap melakukan transaksi dengan cara yang terputus yakni dengan menempelkan barang tersebut ditempat yang telah disepakati.

“Mereka melakukan transaksi dengan jaringan terputus, dengan cara pelaku menyimpan barang disatu tempat, lalu menunjukan lokasi kepada konsumen,” pungkasnya.

Salain itu, dari pengakuan tersangka saat diintrogasi oleh petugas, ia mengaku telah menggeluti bisnis barang haram tersebut sejak 2017 silam, dan telah melakukan transaksi Sabu sebanyak lima lali.

“Dati pengakuan sementara, tersangka mengaku memperoleh barang tersebut dari jaringan lapas, tapi kita tetap skeptis sebab pengakuannya selalu berubah-ubah,” ujar Kepala BNNP Sultra Berpangkat satu bintang tersebut.

Atas perbuatanya tersangka dijerat
Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Dengan Ancaman Hukuman Paling lama 20 tahun penjara.

Baca Juga:  Polda Sultra Tangkap 2 Kurir Obat Terlarang Lintas Provinsi

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading

HUKRIM

Polda Sultra Kembali Ringkus Pengedar Sabu Jaringan Lapas

Penulis: Hamid
Editor: Ahmad

Published

on

By

KendariMerdeka.com, Kendari – Pengedar sabu jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Kendari Arkhi Redinal syah (20) berhasil diringkus Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin (3/8/2020).

Ia ditangkap bersama barang bukti 34 paket sabu seberat 19 gram dari dalam tas miliknya, di Kediamannya BTN Permata Anawai, Kelurahn Anawai, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, saat hendak keluar untuk bertransaksi sabu, pada pukul 15.00 Wita.

Dir Narkoba Polda Sultra, Kombes Pol M Eka Fhaturrahman mengatakan, penangkapan bermula saat Tim Lidik Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Sultra melakukan giat lidik atas laporan masyarakat terkait maraknya peredaran gelap narkotika yang kerap dilakukan tersangka di sekitaran kediamannya.

Baca Juga:  Mengaku Join Operasional PT. BSJ, 22 Alat Berat PT NPM di Police Line

“Pada saat itu kami telah melakukan pemantauan, saat tersangka akan keluar rumah untuk melakukan transaksi sabu, kami langsung melakukan penangkapan, dan penggeledahan disaksikan oleh warga sekitar,” ungkapnya.

Lanjut ia mengatakan, dari hasil introgasi di lapangan, tersangka mengaku memeperoleh barang haram tersebut dari seorang Narapidana penghuni Lapas Kelas II A Kendari yang sementara menjalani masa tahanan.

“Tersangka mengaku merupakan bandar narkotika jaringan lapas, namun untuk mengungkap jaringan diatasnya tim masih menemukan hambatan,” terangnya.

“Selanjutny tim membawa tersangka dan barang bukti di Mako Ditresnarkoba untuk dilakukan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut,” pungkas

“Barang haram yang diedarkan tersangka diperoleh dari Narapidana Lapas Kendari kemudian melakukan peredaran/penempelan kepada para konsumennya di Kota Kendari,” pungkasnya.

Baca Juga:  Dirlantas Polda Ajak IMI Sultra Bangun Sirkuit Balap

Atas perbuatannya, tersangka dijerat
Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading

HUKRIM

Polres Kendari Tangkap Pengedar Sabu Jaringan Lapas

Penulis: Hamid
Editor: Ahmad

Published

on

By

KendariMerdeka.com, Kendari – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara berhasil menangkap seorang pengedar sabu jaringan Lapas berinisial JK (33) beserta barang bukti berupa sabu seberat 2,70 gram, Minggu (2/8/2020).

Tersangka JK, ditangkap di kamar kos miliknya yang berada di Jalan Ade Irma Nasution, Kamar Kos Javandri No. 2 Kelurahan Watubangga Kecamatan Baruga Kota Kendari.

Panit I Subdit 3, Iptu Muh Alwi Akbar mengatakan, Penangkapan JK berdasarkan laporan masyarakat atas aktifitas peredaran gelap Narkoba yang meresahkan warga Kecamatan Baruga Kota Kendari.

“Sekitar pukul 15.00 Wita, kami mendapat laporan bahwa tersangka sedang mengedarkan, narkotika jenis sabu. Kami langsung melakukan obserfasi, dan berhasil menangkap pelaku pada pukul 16.00 Wita,” ujarnya.

Baca Juga:  Menambang di Luar IUP, PT AMIN Diduga Kebal Hukum

Ia Menjelaskan, dari hasil penggeledahan pada tersangka, pihaknya menemukan satu sachet sabu berukuran kecil dari dalam pembungkus rokok yang diselip dikantong celana tersangka.

“Selanjutnya kami melanjutkan penggeledahan dan kembali menemukan tujuh paket sabu dari dalam lemari milik tersangka yang disembunyikan didalam kaleng bekas tempat rokok,” ungakapnya.

“Pada saat dilakukan penangkapan terhadap tersangka tersebut sebagian sabu miliknya sudah terjual,”jelas Alwi.

Pihaknya juga mengamankan barang bukti non Narkotika yakni, Satu lembar tisue warna putih, satu buah kaleng rokok bekas, satu buah bungkus rokok bekas, satu buah sendok sabu terbuat dari pipet warna putih, dan dua unit telephone genggam.

Lebih lanjut ia mengatakan, dari hasil introgasi dilapangan, tersangka JK mengakui bahwa dirinya dikendalikan, dan memperoleh barang haram tersebut dari (LK), seorang yang masih berstatus narapidana di Lapas Kelas II A Kendari.

Baca Juga:  Menambang Ilegal , Direktur PT Naga Bara Persada Ditangkap Polres Konut

“Jadi tersangka ini mengaku diknedalikan dari dalam lapas, dengan modus transaksi menempelkan barang di tempat yang disepakati,” papar Alwi.

“Kami juga telah melakukan pengembangan terhadap LK. Namun untuk sementara terputus sebab yang bersangkutan berada di dalam Lapas dan handphonenya dimatikan,” pungkasnya.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-undang No. 35 thn 2009 tentang Narkotika.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading
Advertisement        

ARSIP BERITA

Trending

Copyright © 2020 KendariMerdeka.Com

var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4392949,4,1,120,40,00011111']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })(); counter hit make