Connect with us

HUKRIM

Pakai KTP Palsu, WNA China Obok-obok Nikel di Konawe Utara

Penulis : Kadek

Published

on

KendariMerdeka.com – Seorang warga negara China bernama Mister Wang, dilaporkan di Polda Sultra, Selasa (28/4/2020). Pria yang memiliki sebuah perusahaan tambang nikel di Konawe Utara itu, menggunakan KTP palsu selama beraktifitas di wilayah Konawe Utara.

Dalam KTP palsu ini, menyatakan nama Mister Wang adalah Wawan Saputra Razak, pria kelahiran Provinsi Shanxi, China Tahun 1964. Kartu tanda penduduk ini juga menerangkan, Wawan Saputra Razak tinggal di Jalan Saosao Kelurahan Bende, Kadia Kendari.

Ternyata, setelah dilakukan pengecekan di Dinas Catatan Sipil Kendari, nama tersebut tidak terdaftar. Nomor induk KTP yang ada dibagian paling atas juga, tak ada dalam data base Kantor Capil Kota Kendari.

Baca Juga:  Bareskrim Tangkap Tangan 7 Perusahaan Tambang Bermasalah di Konawe Utara

Kepala Catatan Sipil Kendari Asni Bonea, menandatangani surat yang menyatakan, KTP tersebut tidak pernah dikeluarkan oleh pihaknya.

Warga yang melaporkan dugaan penggunaan identitas palsu Mister Wang, Irwan, menyatakan KTP palsu itu dibuat pada 25 Februari 2020. Dia menduga, KTP ini sudah digunakan berkali-kali untuk urusan administrasi.

“Kami laporkan ini karena memang ini bisa dijadikan pidana apabila ada warga negara asing yang menggunakan KTP palsu,” ujar Irwan.

Dalam laporannya di Polda Sultra, Irwan menyertakan surat verifikasi dari Capil Kendari yang ditandatangani Kepala Dinas Catatan Sipil, Asni Bonea. Dalam surat tertulis, pihak Catatan Sipil tidak pernah mengeluarkan dan melakukan pengurusan KTP atas nama Wawan Saputra Razak.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Kejahatan Istri TKA China Pemilik KTP Palsu

Laporan ini diterima dengan nomor Polda Sultra, TBL/113/IV/2020/SPKT Polda Sultra, Selasa (28/4/2020). Selanjutnya, Irwan menjalani pemeriksaan keterangan saksi di Direktorat Reserse Kriminal Umum pada hari yang sama.

Dia menerangkan, Mister Wang adalah pemilik salah satu perusahaan tambang di Konawe Utara. Dia sudah 5 tahun beroperasi dan selama itu sudah pernah sekali berganti nama. Dalam aktifitasnya, perusahaan ini sudah beberapa kali melakukan join dengan sejumlah perusahaan lain.

Kabid Humas Polda Sultra AKP Ferry Walintukan SIK, membenarkan adanya laporan pengaduan yang dilaporkan oleh Sersan Irwan. Laporan ini, menurutnya dilaporkan sehari sebelumnya di Polda Sultra.

“Akan diproses jelas, akan dilakukan penyelidikan terkait laporan ini,” ujar Ferry Walintukan.

Baca Juga:  Gubernur Soroti TKA China Pemilik KTP Palsu, Polisi Bilang Tak Temukan Barang Bukti

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   

Berita

DPD POSPERA Resmi Laporkan Arya Sinulingga ke Polda Sultra

Penulis : Hamid

Published

on

By

KendariMerdeka.com, Kendari – Dewan pimpinan daerah (DPD) Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan Arya Sinulingga ke Polda Sultra sultra, senin 16 November 2020.

Laporan ini terpaksa dilayangkan setelah dalam waktu 3X24 jam, Staf Khusus Menteri BUMN tersebut tidak meminta maaf, maupun mengklarifikasi pernyataannya. Oleh karena itu, POSPERA melihat tidak ada niat baik dari Arya Sinulingga yang secara tendensius, memfitnah, menyebarkan kebencian dan mencemarkan nama baik organisasi POSPERA di media sosial WhatsApp. Dimana pada 5 November 2020 di WhatsApp Group MEMBANGUN NEGERI ada link berita yang isinya menuliskan PT TIMAH MERUGI. Arya Sinulingga mengkomentari link berita tersebut dengan kalimat “Banyak perusahaan yang komisarisnya Pospera selama lima tahun pada rugi semua…. bikin pusing memang”.

Baca Juga:  PT CDS dan PT RMI Menambang Di Luar IUP Juga Serobot Hutan Lindung

Kemudian, capture pernyataan Whatsapp Group tersebut kemudian beredar luas. Selanjutnya salah satu mantan Dewan Pengawas dari PENA 98 di salah satu Perum mencoba meminta klarifikasi dengan menanyakan hal pernyataan tersebut pada Arya Sinulingga. Arya Sinulingga kemudian menyebut contoh salah satu yang merugi adalah Perum DAMRI.

Dari pantauan, Laporan diterima langsung bagian unit sabet Direktorat Reserse kriminal khusus (DITRESKRIMSUS) Polda Sultra melalui AIPDA Muh. Faizal, SH.
Usai melaporkan, ketua DPD POSPERA Sultra, Hartono menjelaskan bahwa, DPD pospera sangat serius terhadap permasalahan ini.

Terlebih, kata Hartono, bahwa karena tidak ada pernyataan maaf dan klarifikasi Arya Sinulingga, maka pihaknya berhak untuk menafsirkan bahwa dugaan pernyataan penghinaan, fitnah dan ucapan kebencian yang disampaikan Arya Sinulingga boleh jadi merupakan pernyataan Menteri BUMN.

“Mengingat posisi Arya Sinulingga adalah Staf Khusus merangkap Jubir Menteri BUMN dan Komisaris Holding BUMN INALUM yang diangkat oleh Menteri BUMN. Jika benar pernyataan Arya Sinulingga tersebut mewakili pernyataan Kementrian BUMN maka sungguh sangat disayangkan dalam situasi resesi ekonomi, maraknya Pandemi Covid-19, PHK massal, kerugian puluhan Triliun Rupiah di BUMN, Kementrian BUMN justru mencari kambing hitam atas kegagalannya dengan memecah-belah sesama anak bangsa dengan menyebarkan ujaran kebencian dan fitnah,” papar mantan Direktur Eksekutif Walhi Sultra ini.

Baca Juga:  Diabaikan Polda, Dugaan Kejahatan Lingkungan PT Malibu Ditangani Mabes Polri

Ia menambahkan bahwa laporan ini secara Nasional dilakukan 27 Polda di hari ini juga. Olehnya itu, Hartono berharap Kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan mereka.

“Dan atas tindakannya tersebut kami melaporkan Sdr. ARYA SINULINGGA ke Pihak Kepolisian atas dugaan telah melanggar Pasal 27 ayat 3 Jo. Pasal 45 ayat 3 UU ITE Jo. Pasal 28 ayat (2) UU ITE Jo. Pasal 310 Jo. Pasal 311 KUHP. Bahwa dengan Laporan ini Kami meminta kepada Pihak Kepolisian RI untuk dapat secara Profesional menindak Sdr. Arya Sinulingga atas perbuatannya, karena telah menimbulkan kemarahan kepada seluruh Anggota Pospera di Seluruh Indonesia,” tegasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading

Berita

Sabu 100,80 Gram Diamankan Dari Buruh Bangunan Di Kendari

Penulis : Hamid

Published

on

By

Tersangka Adhy Sulhan alias Sule tersangka pemilik Sabu

KnedariMerdeka.com, Kendari – Seorang buruh bangunan bernama, Adhy Sulhan alias Sule (32) terpaksa digelandang ke Mako Ditresnarkoba Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) setelah kedapatan menguasai narkotika jenis sabu seberat 100,80 gram, Jumat (25/9/2020).

Sule diamankan saat tengah menunggu lokasi tujuan pemesan untuk menempelkan barang haram tersebut di Jalan Antero Hamra, Lorong SLB Mandara, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Dir Resnarkoba Polda Sultra Kombes Pol M.Eka Fhaturahman mengatakan, dari hasil penggeledahan Tim Lidik Subdit I Unit 2 menemukan dua schet sabu dari pembungkus snack yang dipegang tersangka.

“Setelah dilakukan penggeledahan badan Tim Lidik kembali menemukan satu buah Handpone yang diduga digunakn pelaku untuk berkomunikasi untuk mencari tempat tempelan,” ujarnya.

Baca Juga:  Konawe Utara Lockdown, TKA Cina Pemalsu KTP Tak Hadiri Panggilan Polda

Ia menjelaskan, tersangka merupakan seorang kurir, Sule sebelumnya memperoleh barang haram tersebut dari seorang temannya yang berinisial AB dengan cara tempel dan tersangka akan menunggu alamat pemesan yang akan diberikan oleh temannya tersebut.

Atas perbutannya, tersangka dijerat
Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading

HUKRIM

Mantan Kasek SMP 5 Raha dipolisikan Bupati Muna Atas Tuduhan pencemaran nama Baik

Penulis: Pong

Published

on

By

Ketgam: Bupati Muna, LM. Rusman Emba

KendariMerdeka.com, Muna – Dituduh telah menipu mantan gurunya, Bupati Muna, LM Rusman Emba tidak terima, sehingga melalui kuasa hukumnya akan melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib. Orang nomor satu di bumi sowite itu, merasa nama baiknya telah dicemarkan oleh mantan Kepala Sekolah (Kasek) SMP 5 Raha, La Morisuno dengan tuduhan tidak melunasi utang, sebagaimana yang telah diberitakan di salah satu media online.

Rusman mengaku sama sekali tidak pernah menerima uang dari mantan gurunya itu. Kalau memang ditransfer, sama siapa karena disini harus ada bukti yang dipertanggunjawabkan.

“Tidak benar itu, saya sudah memberi kuasa kepada pengacara untuk segera melapor ke pihak berwajib. Silahkan perlihatkan buktinya nanti saat di pihak berwajib. Jangan hanya menebar fitnah,” kata pria yang akrab disapa bang Uman itu.

Baca Juga:  Menambang di Luar IUP, PT AMIN Diduga Kebal Hukum

Ketua Bapilu PDIP Sultra itu menerangkan, La Morisuno yang kala itu menjadi kasek di daerah terpencil, lalu dipindahkan sebagai kasek SMP 5 di pusat kota. Itu dilakukan untuk membalas budi dan jasa pada La Morisuno yang tidak lain sebagai gurunya di SMP 2 Raha kala itu. Selama menjadi kasek, Rusman memberikan kewenangan pada La Morisuno mengelola DAK untuk rehabilitasi gedung sekolahnya.

“Kalau memang ada utang itu, kenapa selama tiga tahun menjadi kasek, dia tidak pernah menagih. Kalau benar ada, Saya pasti lunasi,” ungkapnya.

Ia menganggap, La Morisuno sengaja menudingnya telah melakukan penipuan untuk menjatuhkanya. Tuduhan itu juga dinilai terlalu di politisir. Ia hanya kasihan pada La Morisuno yang seharusnya diusia tua harus banyak beribadah, justru sebaliknya terprovokasi oleh oknum-oknum tertentu. Namun, ia tetap pada posisi akan melakukan upaya hukum. 

Baca Juga:  Bareskrim Tangkap Tangan 7 Perusahaan Tambang Bermasalah di Konawe Utara

“Tetap kita laporkan di polisi. Semoga dia bisa pertanggungjawabkan tuduhanya itu,” tegasnya.

Mantan ketua DPRD Sultra itu memang  mengenal La Morisuno. Kala itu Morisuno juga memintanya agar istrinya dijadikan sebagai penggantinya di SMP 5 karena saat itu dia telah memasuki usia pensiun. Namun, ia menganggap itu tidak etis.

“Saya anggap tidak mungkin mengangkat istrinya sebagai kepsek untuk menggantikan dia, apalagi istrinya belum memenuhi ,” tandasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading
Advertisement        

ARSIP BERITA

Trending

Copyright © 2020 KendariMerdeka.Com

var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4392949,4,1,120,40,00011111']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })(); counter hit make