Connect with us

Berita

Nikmati Kopi dan Pisang Goreng, Rolando Tengker Ajak Stafsus Presiden Billy Mambrasar Nikmati Keindahan Pulisan

Penulis : Rinaldy

Published

pada

KendariMerdeka.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) dibawah pemerintahan Bupati Joune Ganda & Wakil Bupati Kevin William Lotulung terus berupaya dalam rangka mengangkat Destinasi Super Prioritas (DSP) Likupang agar terus dikenal baik dikanca nasional maupun internasional. Hal ini untuk mensukseskan program Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. Joko Widodo (Jokowi).

Buktinya Selasa (8/6) sore tadi, Pj Hukum Tua Desa Pulisan Rolando Christian Tengker mendatangkan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Billy Mambrasar di Pantai Pulisan.

Bukan tanpa alasan, kedatangan Duta Sustainable Development Goals (SDGs) ini, berkat hubungan persahabatan yang baik antara Pj Hukum Tua Pulisan Rolando Tengker dan Billy Mambrasar semasa waktu di Kota Yogyakarta.

Dari pantauan media ini, ditemani Pj Hukum Tua Pulisan Rolando Tengker, Billy Mambrasar mencicipi segelas kopi hitam dan pisang goreng serta makan ikan bakar sambil menikmati keindahan Pantai Pulisan.

“Kedatangan saya ke Pantai Pulisan hanya sekedar refreshing. Kebetulan ada acara di Manado, jadi saya diajak untuk mampir di Pantai Pulisan ini oleh kawan saya Rolando,” kata Billy.

Dirinya juga mengakui keindahan serta pesona Pantai Pulisan yang menurut Stafsus Presiden, banyak menyimpan potensi wisata kelas internasional.

“Potensi sudah ada, tinggal di explore lagi. Saya juga melihat sudah ada Home Stay, dan harus diperbanyak buat iven-iven besar di Pantai Pulisan, biar terus dikenal. Saya juga mengusulkan kepada kawan saya (Hukum Tua-red) untuk membangun jembatan di batu karang samping pantai, agar menjadi tempat spot foto baru,” ungkapnya.

Billy pun berharap agar keindahan Pantai Pulisan terus di jaga kebersihanya serta memperbanyak tempat sampah.

“Sampah-sampah plastik yang berasal dari laut maupun bawaan pengunjung harus secepatnya dibersihkan. Dan terus sosialisasikan kesadaran dalam membuang sampah pada tempatnya,” terang pendiri Yayasan  Kitong Bisa Learning Center  (KBLC) ini.

Sementara itu, Pj Hukum Tua Desa Pulisan Rolando Christian Tengker mengucapkan terima kasih kepada Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar yang sudah berkunjung ke Pantai Pulisan.

“Tentunya saya bangga punya sahabat seperti Billy Mambrasar, karena kepintaranya dia boleh menjadi Stafsus Presiden. Secara otomatis dengan adanya kedatangan Billy menambah daya tarik tersendiri bagi para pecinta wisata untuk berkunjung di Pantai Pulisan,” kata Tengker.

Dirinya mengakui dengan adanya kedatangan Stafsus Presiden membawa motivasi tersendiri untuk terus memperkenalkan DSP Likupang kepada seluruh dunia.

“Saya mendapat saran dan masukan yang penting dari kawan saya ini. Karna semua untuk kemajuan dan perkembangan wisata di Pantai Pulisan. Terima kasih sudah mau mampir ke Pantai Pulisan,” tandas Tengker.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Penulis : Rinaldy

Published

pada

By

Gambar ilustrasi

KENDARIMERDEKA.COM – Lembaga indpenden anti korupsi (LIAK) Sultra mengungkapkan adanya indikasi dugaan korupsi di internal Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Indikasi tersebut berupa perbaikan pagar utama UHO dengan anggaran sebesar Rp3 miliar tahun 2020 yang dalam pekerjaannya sama sekali tidak sesuai bestek.

Koordinator LIAK Sultra, Asfar mengatakan adanya indikasi kerugian negara dalam pekerjaan pembangunan pagar utama UHO tahun 2020.

Olehnya itu, sambung dia, dirinya meminta aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini Kepolisian Daerah (Polda) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra untuk menindaklanjuti dan melakukan pemeriksaan terhadap oknum yang terlibat dalam pekerjaan pembangunan pagar tersebut.

“Kita mempunyai beberapa bukti-bukti kuat adanya indikasi korupsi dalam pekerjaan pembangunan pagar utama UHO, ” katanya, Kamis (10/6).

Ia menambahkan, indikasi korupsi itu berupa, tidak adanya papan proyek hingga volume pekerjaan sama sekali tidak diketahui.

“Sebelum dilakukan pekerjaan, telah ada fondasi awal sehingga hanya dibungkus saja. Bahkan, pagar lama sama sekali tidak dibongkar, langsung lapiskan saja batu merah, ” bebernya.

“Kami juga mendesak Polda dan Kejati Sultra untuk memanggil dan memeriksa Rektor UHO selaku kuasa anggaran (KA), pejabat pembuat komitmen (PPK) karena melakukan pembayaran yang tidak susai serta pihak kontraktor pekerjaan, ” tegasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Penambang Ilegal Pasir PT NET di Nambo Dimodali TKA China Mr Hao

penulis : Syukur

Published

pada

By

KENDARIMERDEKA.COM – Polisi seharusnya secepatnya melakukan tindakan awal untuk segera menutup Aktivitas tambang galian C di Kelurahan Nambo. Alasannya jelas, bahwa Tambang CV Echal yang sudah berubah nama menjadi PT NET ini, tak pernah punya izin sejak Tahun 2020 mengolah pasir Silika.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Abdul Rajak Jinik membenarkan, jika aktivitas tersebut tak tutup, maka akan dilaporkan Kepolisi. Menurutnya, aktivitas galian C Pasir yang tak punya izin berpotensi mencemari lingkungan pantai Wisata Nambo.

“Kita akan laksanakan Hearing kedua, dan ini sudah akan masuk ke ranah Kepolisian,”tutur Rajab Jinik.

Lurah Nambo Kota Kendari, Rajamudin membenarkan bahwa PT NET ini masih aktivitas di Kelurahan Nambo hingga sekarang. Dia menuturkan, masyarakat tak mungkin melarang karena perusahaan mempekerjakan tenaga lokal. Namun, memang soal izin dia tak begitu tau. Karena selama ini perusahaan tersebut beraktivitas, izinya tidak pernah disampaikan ke Kelurahan.

“Kalau soal izinya saya belum pernah lihat. Tapi, memang aktivitas terus didalam. Saya tidak tau kalau sudah berubah nama dari CV EChal menjadi PT NET,”katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Hj Nahwa Umar, SE MM, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, mengenai Aktifitas tambang galian C di Kecamatan Nambo itu tidak diperkenankan untuk mengelola, apa lagi dengan menggunakan mesin.

“Nanti saya sampaikan kepada pihak OPD terkait untuk turun meninjau. Tidak boleh mengelola, apa lagi ada aktifitas pertambangan karena dianggap telah mencemari lingkungan, terutama pariwisata pantai Nambo,” Imbuhnya, Senin(7/6/2021).

Dari penulusuran jurnalis, Tambang Pasir Silika di Nambo dilakukan PT NET. Mereka membawa pasir bertongkang-tongkaang ke PT VDNI melalui Jetty PT TAS. Direktur PT NET, merupakan istri seorang Tenaga Kerja China bernama Mr Hao. Sementara Mr Hao sendiri adalah pemodal dari aktivitas tambang PT NET selama ini.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Polda Sultra Pastikan PT Tiran Mineral Tidak Melakukan Illegal Mining

Penulis : Rinaldy

Published

pada

By

KendariMerdeka.com, Kendari – Kabar bahwa PT Tiran Mineral beraktivitas Ilegal, sepertinya tak berdasar. Sebab, Polisi telah melakukan pengecekan dalam kawasan tersebut dan memiliki izin lengkap.

Perusahaan yang kabarnya akan membangun Smelter dalam kawasan industri tersebut, telah menuntaskan sejumlah izin yang ada.

Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Waris Agono membenarkan bahwa izin PT Tiran Mineral lengkap. Dia mengakui telah memerintahkan personil untuk melakukan pengecekan dikawasan tersebut. Dari sisi UU kehutanan ( P3H) sudah aman dari dugaan menambang dalam kawasan hutan. Artinya Perusahaan tersebut telah memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan.

“Dari sisi UU minerba sudah aman dri dugaan menambang tanpa iup,”tuturnya.

Dia menyebutkan dalam lokasi PT Tiran Mineral, tidak terjadi penambangan namun giat pematangan lahan untuk pembangunan kawasan industri smelter.

“Sudah saya cek ke team, hasilnya juga mengenai Penjualan ore nikel telah memiliki izin penjualan dari menteri,”katanya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending