Connect with us

Pariwisata

Lima Surga Tersembunyi di Pulau Muna yang Jarang Diketahui

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Published

on

Puncak Masalili, di wilayah Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna.

KendariMerdeka.com – Kabupaten Muna terletak di tenggara Pulau Sulawesi. Wilayahnya dikenal dengan gugusan karst, menyimpan potensi wisata pantai yang menjadi penyejuk mata.

Ada lima lokasi yang hanya berjarak belasan kilometer dari ibukota Kabupaten. Rata-rata, perjalanan hanya ditempuh setengah 30 menit hingga satu jam dengan kendaraan roda dua atau roda empat.

Puncak Karst Masalili

Puncak Masalili berada di Desa Masalili Kecamatan Kontunaga. Berjarak 20 menit perjalanan dari ibukota kabupaten, kawasan ini merupakan gugusan bukit karst (kapur) yang menjulang hingga 30 meter.

Ada belasan bukit kapur yang berdiri kokoh diantara perkebunan para petani di wilayah itu. Sekilas, lokasi ini mirip miniatur gugusan bukit karst yang terkenal di Guilin, China.

Jika udara cerah, lokasi ini cocok dijadikan sebagai arena wall climbing oleh penyuka tantangan. Tekstur bukit yang dipenuhi bebatuan, memancing adrenalin para pemanjat untuk mencapai puncaknya.

Diatas puncak, wisatawan akan disuguhkan pemandangan berlatar belakang lebatnya hutan Masalili. Pada pagi dan sore hari, lokasi ini cocok dijadikan spot foto menarik.

Ada dua puncak utama disana, saat ini sudah dibuat jembatan gantung. Dari dua puncak yang berjarak 40 meter lebih, pengunjung ditantang untuk menyeberangi dua bukit setinggi hampir 40 meter hanya dengan menapaki jembatan yang terbuat dari kayu.

Bupati Muna, Rusman Emba mengakui masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Meskipun, keindahan wisata ini menurutnya bisa memberikan pemasukan bagi pendapatan daerah.

Baca Juga:  Vania Nathania Eliza Juarai Ajang Pesona Batik Nusantara Internasional

“Kita akan terus benahi, kedepannya diharapkan bisa menjadi ikon wisata yang menjadi incaran wisatawan,” ujarnya.

Telaga Biru Moko

Telaga Biru Moko atau biasa disebut danau penyu, berada di Desa Walengkabola Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna. Cocok untuk weekend atau pelarian saat pikiran sedang penat.

Berair biru, menjadi salah satu daya tariknya. Dasar telaga, bagi wisatawan baru, terlihat hanya sedalam beberapa meter.

Tetapi jangan salah, bagian tengah telaga ini kedalamannya mencapai 12 meter. Cocok bagi wisatawan pemula yang ingin mencoba kemampuan latihan snorkeling.

Di dalam telaga, ada seekor penyu tua dan jinak yang kerap menjadi hiburan para penyelam. Sambil berenang, banyak diantara penyelam yang kerap berswafoto dengan penyu berwarna kecoklatan itu.

Telaga Biru Moko

Pantai Maleura

Pantai ini, terletak di Desa Lakarinta Kecamatan Lohia. Berjarak sekitar 18 kilometer dari ibukota kabupaten Muna.

Saat pertama kali mencapai di lokasi ini, mata akan tertuju pada gugusan pasir putih dan samudera biru. Garis pantai yang dangkal dan
berair tenang, cocok menjadi tempat beristirahat dan menemukan inspirasi dikala penat.

Tapi, hindari akhir pekan atau libur hari raya. Pada dua momen ini, banyak wisatawan lokal yang menjadikan Malaura sebagai tempat
berlibur bersama keluarga.

Baca Juga:  Menikmati Pemandangan Al Alam, Masjid Terapung Teluk Kendari

Selain suasana pantai yang ramah untuk anak kecil, ada beberapa spot foto menarik. Ada salah satu dermaga kecil berlatar rimbunnya barisan pohon kelapa yang kerap dijadikan spot terbaik pengunjung.

Landscape view berlatar belakang pantai dan selat buton menjadi pilihan favorit pengunjung. Hanya dengan menyewa perahu yang tak menguras kantong, wisatawan yang hobi memancing bisa meluangkan waktu memancing di selat.

Puncak Mangkeluno

Puncak Mangkeluno berada di Desa Wabintingi Kecamatan Lohia. Perjalanan sekitar sejam dari ibukota kabupaten Muna Berjalan menyusuri setapak sebelum masuk ke puncak, wisatawan akan melewati perkebunan milik warga. Kerap dianggap jalur ekstrim dan menguras tenaga, perasaan akan berubah bila sudah mencapai puncak.

Sebelum menikmati indahnya pemandangan puncak, wisatawan harus berjalan sekitar 2 kilometer. Cukup menguras tenaga,
namun rata-rata mengaku puas ketika bisa duduk dan berfoto diatas di sejumlah spot yang sudah disiapkan pengelola lokasi.

Dari puncak, wisatawan bisa menikmati samudera di selat Buton dari kejauhan. Ibukota kabupaten juga bisa terlihat dari atas puncak.

Jika belum hafal jalur menuju ke lokasi, wisatawan biasanya bisa menyewa remaja atau anak kecil yang tinggal di desa sekitar bisa mengantar ke puncak. Hanya dengan merogoh kocek Rp 20 ribu, pemandu bisa diminta tolong untuk membawakan barang bawaan pengunjung.

Terowongan Rahasia Napabale

Baca Juga:  Pengumuman Pemanggilan yang Lulus Berkas Pada PT VDNI

Pantai dan danau Napabale menjadi salah satu spot yang terbaik di Muna. Keindahan laguna Napabale menjadi salah satu objek foto yang
kerap diikutkan dalam event foto nasional dan internasional.

Laguna napabale, berair tenang dan berada ditengah perbukitan karst. Berbentuk seperti tapak kaki dilihat dari udara, laguna ini memiliki
terowongan sepanjang 200 meter.

Terowongan ini, menghubungkan laguna dengan pantai yang berada di sebelah bukit. Untuk melewati terowongan, sebaiknya saat air laut
sedang surut. Sebab, air laut akan menutupi terowongan jika sedang pasang.

Dahulu, terowongan ini dipakai para bajak laut bersembunyi. Perahu akan disembunyikan di dalam terowongan untuk menghindari pasukan kerajaan yang mengejar mereka.

Di pantai Napabale, pengunjung bisa melepaskan penat atau berjemur menghadap laut berombak tenang dan angin sepoi-sepoi. Pagi hari
menjadi pilihan waktu yang tepat bersama keluarga.

Dari lima lokasi wisata yang ada di kabupaten Muna, rata-rata belum didukung dengan fasilitas umum yang layak bagi para pencari kesenangan. Contoh, Napabale sudah memiliki kamar mandi umum namun hanya dirawat pada momen tertentu.

Selain itu, homestay dan fasilitas warung makan yang berada di sekitar lokasi juga masih kurang. Kondisi ini memaksa wisatawan dari luar daerah harus pulang kembali ke ibukota kabupaten yang berjarak setengah jam perjalanan dari pantai. (redaksi)

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita

Wakil Bupati Konawe Optimis Wajah Pulau Bokori Secantik Maladewa di Tangan Investor

Penulis : Juharni

Published

on

By

KendariMerdeka.com, Konawe – Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara optimis Pulau Bokori akan berubah secantik pulau viral di Samudera Hindia yakni Maladewa. Adanya investor yang diberi kepercayaan untuk mengelola Pulau Bokori sesuai dengan program yang terkoneksi antara pemerintah Provinsi dan Kabupaten Konawe.

Ditemui awak media 15 Desember 2020, beliau mengatakan: “Kita berikan apresiasi yang besar kepada Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara atas langkah langkah dalam sektor pariwisata khususnya” ujarnya.

Seperti diketahui pulau yang dulunya tempat bertelur penyu sebelum akhirnya dihuni manusia ini, memang memiliki keindahan tersendiri. Itulah salah satu alasan mengapa pulau kecil di Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe ini menjadi incaran investor. Menurut wakil bupati konawe, rencananya bokori akan disulap menjadi pulau maladewa dan tentu saja bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan negeri yang senang berpetualang ke tempat-tempat indah. Proses pengerjaan sementara berjalan dimana nanti akan dibangun fasilitas penunjang seperti villa, resort dan hotel bintang lima.

Baca Juga:  Pengumuman Rapid Test Divisi Ekskavator dan Divisi Loader Tahap 4 PT OSS

Untuk masalah pengelolaannya saat ini belum bisa ditentukan akan diserahkan kepada Pemprov atau Pemkab Konawe. Jadi untuk sementara proses tersebut dibiarkan berjalan dulu hingga selesai dalam perkiraan waktu selama satu atau dua tahun kedepan.

Pemkab sendiri tidak mempermasalahkan siapa yang akan mengelola,seiring berjalannya proses pengerjaan, maka soal pengelolaan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan dibicarakan antara Pemrov dan Pemkab terkait.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Pariwisata

Dinas Pariwisata Rancang Aturan Pengaktifan Tempat Wisata Jelang New Normal

Penulis: Hamid

Published

on

By

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sultra, I Gede Panca.

KendariMerdeka.com, Kendari – Jelang penerapan New Normal di beberapa wilayah berstatus zona hijau di Sulawesi Tenggara (Sultra) Dinas Pariwisata telah menyiapkan beberapa aturan yang harus diterapkan destinasi wisata untuk dapat beroperasi.

Hal ini seiring dengan instruksi Presiden Republik indonesia Joko Widodo yang menginstruksikan penerapan protokoler Covid-19 di sektor pariwisata yang akan beroprasi jelang New Normal.

Ditemui KendariMerdeka.com saat menghadiri undangan pelantikan di Rujab Gubernur Sultra, Senin (8/6/2020). Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sultra, I Gede Panca mengatakan pihaknya masih dalam fase menyiapkan fasilitas-fasilitas yang diperlukan di destinasi wisata untuk menjamin atau memastikan bahwa protokol kesehatan di destinasi wisata.

“Kesiapan ini, kami akan menyiapkan fasilitas berupa, wastafel portable, masker, termo scaner, kemudian menghitung kapasitas wisatawan yang datang. Inilah yang sedang disiapkan oleh dinas pariwisata sekarang,” jelasnya.

Baca Juga:  Refleksi 22 Tahun Reformasi, Adian Napitupulu: Generasi Yang Tak Diinginkan Sebuah Perbandingan Antara "Yang Disayang dan Yang Dibuang"

Ia juga menyampaikan beberapa protokol kesehatan yang harus diterapkan destinasi wisata saat beroperasi di tengah New Normal.

“Destinasi wisata yang akan beroperasi harus dengan satu pintu (sentralisasi pengunjung), yang kedua ketika masuk harus melakukan ceking suhu, yang ketiga cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir kemudian wajib menggunakan masker kemudian menghitung kapasitas setiap destinasi wisata agar tidak over kapasitas sehingga jarak antara kelompok pengunjung masih bisa di atur, ” jelas I Gede.

Ia menuturkan, new normal ini adalah bagaimana menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Vania Nathania Eliza Juarai Ajang Pesona Batik Nusantara Internasional

Published

on

By

Vania Nathania Eliza

KendariMerdeka.com – Ajang Pesona Batik Nusantara Internasional Tahun 2020 digelar oleh Kementerian Pariwisata, baru saja usai. Tercatat, ada satu nama gadis cilik asal Kendari , Sulawesi tenggara yang sukses meraih juara dalam even tersebut. Dia bernama, Vania Nathania Eliza, putri dari seorang Pengusaha Lokal di Sultra.

Vania , sapaan akrabnya , didaulat menjadi juara terfavorit di semua kategori dan Juara 1 Pemilihan Putra Putri Pesona Batik Nusantara internasional kategori B usia 9-11 tahun .Ia berhasil mengungguli 60 Perserta Kategori B lainnya.

Vania Nathania yang baru berumur 10 Tahun ini tercatat masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar SDN 84 kendari (kuncup pertiwi) . Atas kemolekannya menampilkan busana Kombinasi batik, dia mendapat hadiah tiket untuk berlibur ke Jakarta – Singapura , pulang pergi.

Baca Juga:  Menikmati Pemandangan Al Alam, Masjid Terapung Teluk Kendari

Prestasi yang diraih Vania menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi sang ibu, Yulita Tangke. Menurut Yulita, capaian ini merupakan hal yang istimewa. Pasalnya, anaknya tak hanya bisa menyisihkan 60 peserta lain dari berbagai Provinsi. Ia bangga karena anaknya menjadi juara satu pemilihan putra Putri pesona batik nusantara internasional dan juara tervavorit dari seluruh kategori .

“Secara pribadi saya sangat bangga. Karena, membawa nama Kota Kendari, walaupun ajang busana batik ini dicapai secara individu,”kata Yulita.

Kegiatan ini, lanjutnya, telah dilangsungkan sejak 6 hingga 8 Maret lalu. Vania yang merupakan putri bungsu ini dari pasangan Anton Timbang dan Yulita Tangke ini juga mendapatkan Mahkota, karena meraih SMS terbanyak dari seluruh kategori , dengan Jumlah SMS mencapai 9.285 , sehingga ia mendapatkan predikat kategori terfaforit.

Baca Juga:  Demonstrasi Berujung Ricuh di PT VDNI, 1 Orang Alami Cedera

Sementara itu, sang ayah, Anton Timbang sangat mengapresiasi capaian prestasi puterinya ini. Ia tak menyangka di event berskala nasional ini puterinya mampu menorehkan prestasi yang sangat membanggakan.

“Ini termasuk yang luar biasa bagi saya. Awalnya saya kira ini hanya event biasa. Namun ternyata, ini disaksikan oleh Deputi-deputi dari Kementerian Pariwsiata ” ucap Anton Timbang.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending