Connect with us

Berita

Kuasa Hukum PT MBS Bantah Tudingan LSM Soal Tidak Memiliki Izin Penggunaan Jalan

Published

on

Dr. Abdul Rahman , SH.MH.

KendariMerdeka.com, Kendari – PT Multi Bumi Sejahtera (MBS) diduga melakukan aktivitas pengangkutan ore nikel dengan menggunakan jalan umum tanpa memiliki izin. Pasalnya, proses pengangkutan ore nikel setiap harinya yang dilakukan PT MBS dari Kecamatan Pondidaha menuju PT VDNI diduga tanpa dilengkapi dokumen. Hal itu dilontarkan oleh Lembaga Ampuh Sultra dan Konutara belum lama ini.

Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum PT MBS, Doktor Abdul Rahman SH.MH mengatakan, aktivitas PT MBS secara hukum legal. Pasalnya, PT MBS memiliki legalitas untuk melakukan penambangan, pengangkutan, dan penjualan ore nikel dengan kelengkapan dokumen.

Dokumen yang dimaksud kata Rahman. Yakni, memiliki IUP Produksi No 213 dikeluarkan sejak Tahun 2013 seluas 166.6 hektare dengan masa berlaku IUP selama 20 tahun, memiliki serifikat Clear n Clean (CnC) sejak tanggal 3 April 2013, memiliki RKAB sejak 30 januari 2020.

“Kami (PT MBS) memiliki izin penggunaan jalan Nasional sejak 4 Februari 2020 dari Direktorat Jendral Bina Marga,” katanya, Jumat (30/5/2020).

“Dan juga dokumen penyimpanan dana sebesar 27 Miliar di Bank sebagai jaminan perbaikan ketika jalan yang digunakan rusak. Ketika jalan yang kami gunakan ada kerusakan atau penurunan kualitas, anggaran itu siap digunakan sebagai pertanggung jawaban terhadap penggunaan jalan,” paparnya kepada awak media.

Ia berharap, pihak yang blum memiliki kejelasan data dan informasi terkait PT MBS, Doktor Hukum bidang pertambangan ini membuka ruang untuk melakukan dialog tentang legalitas IUP PT MBS. Menurutnya, pernyataan yang dilontarkan Ampuh Sultra dan Konutra sangat tidak dilengkapi data.

“Tidak ada bekingan penegak hukum atau oknum Kepolisian seperti yang mereka katakan. Dokumen kami lengkap,” tegas Ketua PERADI Sultra ini.

“PT MBS selalu terbuka untuk berdialog dengan siapa saja. Nanti kami tunjukan dokumen kami,” tambahnya.

Mengenai soal tudingan bahwa PT MBS Pailit, hal itu pula sangat keliru. Kalaupun Pailit, seharusnya ada juga Putusan dari Pengadilan Niaga bahwa Perusahaan Pailit. Point utamannya kata Rahman, PT MBS tak pernah Pailit dan mati. Mungkin saja LSM yang menuding tersebut kata dia mengira IUP yang digunakan PT MBS yakni IUP Nomor 231. Sebab, PT MBS memiliki dua IUP sebelumnya. Saat ini lanjut Rahman, sedang mengajukan gugatan ke PTUN dengan materi menggugat langkah tak berdasar yang dilakukan PTSP Sulawesi Tenggara yang mencabut izin tersebut.

“IUP PT MBS nomor 231 Tahun 2013 saat ini masih proses. Saya selaku kuasa hukum PT MBS melakukan upaya hukum akibat adanya pembatalan IUP yang cacat hukum dilakukan oleh PTSP Provinsi Sultra,” bebernya.

“Jadi kami tegaskan lagi, PT MBS memiliki kelengkapan izin. Dan yang paling utama, Perusahan ini tak pernah Pailit ataupun mati. Kami lengkap secara hukum. Jika mau, saya akan perlihatkan dokumennya semua,” jelas Rahman.

Sebelumnya, Konsorsium Nasional Pemantau Tambang dan Agraria (KONUTARA) dan Ampuh Sultra mendesak instansi terkait untuk segera menghentikan aktivitas perusahaan tambang nikel PT MBS yang terletak di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. PT MBS diduga menggunakan jalan Nasional untuk pengangkutan ore nikel tanpa dilengkapi dokumen lengkap.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Bahtra Banong Sebut Partai Gerindra Prioritaskan Kader Internal Untuk Maju di Pilgub dan Pilkada 2024

Published

on

KENDARI – Dalam menghadapi momentum politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten/Kota se Sultra Tahun 2024, Partai Gerindra harus memprioritaskan kader Internalnya untuk diusung menjadi Calon Kepala Daerah.

Hal ini diungkapkan oleh Bahtra Banong, anggota DPR RI terpilih dari Partai Gerindra Dapil Provinsi Sultra saat diwawancara di Kota Kendari, Kamis (18/4).

“Yang pertama, Pak Dasco selaku Ketua Harian DPP Partai Gerindra sudah menjelaskan di media, bahwa hari ini Partai Gerindra akan memprioritaskan kader untuk maju, apakah itu Pemilihan Gubernur (Pilgub), apakah itu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten/Kota, maka kita pasti akan memprioritaskan atau mengutamakan kader,”ungkapnya.

Lanjutnya, kenapa demikian? karena hari ini kan, Partai Gerindra khususnya di Provinsi Sultra, untuk DPR RI, kami pemenang Pemilihan Legislatif (Pileg) dengan suara terbanyak, tentu juga dengan dasar itu, kami akan mendorong kader.

“Terus yang kedua, sekarang kan Gerindra, Ketua Umumnya sudah jadi Presiden, kami ini sekarang partai penguasa,”ujarnya.

Sambungnya lagi, ya, yang namanya Partai Penguasa, pasti ingin kadernya memimpin, dalam rangka apa? dalam rangka melanjutkan pembangunan di daerah-daerah. Jadi itu garis besarnya, Gerindra, Insya Allah akan mengutamakan kader untuk diusung, apakah itu Pilgub, apakah itu Pilkada tingkat Kabupaten/ Kota.

“Jadi dengan mengusung kader internal, maka akan memudahkan dalam pembangunan daerah di era pemerintah Prabowo-Gibran kedepan dan kemudian memudahkan dalam menyukseskan visi-misi Prabowo-Gibran, salah satunya Program makan siang gratis, dan program-program lainnya,”tegasnya.

Kata Bahtra, untuk Pilwali Kota Kendari, sejauh yang kami amati, baru satu kader Gerindra yang memberanikan diri untuk mencalonkan diri sebagai Calon Wali Kota Kendari yaitu Yudhianto Mahardika yang juga saat ini menjadi Anggota DPRD Provinsi Sultra dari Fraksi Partai Gerindra.

“Kalau memang beliau serius, maka pasti akan didorong, karena bagaimanapun kita akan dorong kader, tidak ada kader lain kan, karena sejauh ini, tidak ada kader lain,”ucapnya.

Lebih lanjut Bahtra mengatakan dan yang berpotensi untuk memenangkan Pilwali di Kota Kendari adalah Yudhianto Mahardika, karena suaranya di Pilcaleg kemarin cukup signifikan dan cukup besar.

“Dan kami (Partai Gerindra) juga percaya diri akan menang, masa partai yang diluar pemenang Pilpres saja, atau pemenang Pileg saja, mau maju, masa kami yang pemenang Pilpres dan pemenang Pileg, tidak berani memajukan kader,”imbuhnya

Anggota DPR RI dua periode ini, menegaskan bahwa kita akan dorong Yudhianto Mahardika, dan kita akan mencari koalisi, karena kan syaratnya harus 7 kursi untuk Pilwali Kota Kendari, sementara Gerindra hari ini kursinya hanya dua, yang tadinya empat kursi, menurun kedua, tetapi kita akan cari koalisi-koalisi lain.

“Makanya, kami sarankan kepada Yudhianto Mahardika untuk mendaftar di Partai-partai lain, sehingga Koalisi kita cukup untuk mendorong Calon,”

“Jadi semua partai, kita punya peluang berkoalisi dengan semua partai, dan saya pikir semua partai, mau berkoalisilah sama Gerindra, karena kita adalah partai pemenang Pilpres, pasti mau mereka,”

“Dan apabila ada diluar kader yang mendaftar ke Gerindra, ya, kita prioritaskan kader dulu, sebelum melirik yang lainnya, kita prioritaskan kader dulu yang cukup potensial,”tutupnya.

Continue Reading

Berita

Yudhianto Calon Wali Kota Kendari Yang Pertama Ambil Formulir di Partai Perindo

Published

on

KENDARI – Yudhianto Mahardika menjadi salah satu kandidat Bakal Calon (Bacalon) Wali Kota Kendari yang mengambil berkas pendaftaran di Sekretariat Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kota Kendari

Pengambilan berkas pendaftaran Bakal Calon Wali Kota Kendari Yudhianto Mahardika diwakili Liaison Officer (LO) Sastra Alamsyah bersama rekan Fadli Tanawali, Kamis (18/04/2024).

Ketua Tim Penjaringan Calon Wali Kota Kendari dari Partai Perindo, Andi M. Budihard mengungkapkan, Yudhianto Mahardika merupakan Bacalon pertama yang mengambil berkas pendaftaran di Partai Perindo.

“Hari pertama buka (18/04) baru Pak Yudhianto yang ambil formulir. Hari ini Dijadwalkan Pak Asmawa Tosepu juga ambil formulir pendaftaran calon wali kota,” ungkap Andi.

Andi mengungkapkan, Partai Perindo merupakan partai terbuka, sehingga siapa saja bisa mendaftar sebagai calon kepala daerah termasuk non kader.

Ia juga mengungkapkan bahwa figur non kader juga berpeluang diusung oleh Partai Perindo berdasarkan hasil survei yang akan dilakukan pada 25 April mendatang. “Siapapun (Calon Wali Kota) berpeluang untuk diusung jika hasil survei nya bagus,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Sastra Alamsyah selaku LO Yudhianto Mahardika mengatakan, pengambilan berkas calon wali kota Kendari di Partai Perindo merupakan bentuk komitmen kuat pihaknya untuk menggunakan Perindo sebagai kendaraan politik untuk menghadapi Pilwali.

“Kami menyatakan siap bertarung di Pilwali Kota Kendari. Insyah Allah bertambah parpol (Partai Politik) yang mendukung Yudhi,” ungkap Sastra Alamsyah.

Ia menambahkan, sejauh ini pihaknya tengah membangun komunikasi dengan seluruh partai dan optimis bisa mendapatkan dukungan.

Continue Reading

Berita

Buka Puasa Bersama Jadi Momen Pertemuan ASR dan Asrun

Published

on

KENDARI – Bakal Calon Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka (ASR) bertemu dengan mantan Walikota Kendari Asrun di momen buka puasa bersama yang digelar Siska Karina Imran (SKI), yang merupakan menantu Asrun. Pertemuan itu berlangsung di kediaman SKI, Jumat, 5 April 2024.

ASR didampingi oleh Ketua Tim Pemenangannya Mayor Jenderal TNI (Purn) Purnomo Sidi saat hadir di kediaman SKI. Dalam pertemuan itu, tampak hadir sejumlah figur lainnya seperti anggota DPRD Sultra Sudirman, mantan Walikota Kendari Adriatma Dwi Putra, dan mantan Wakil Walikota Kendari Musaddar Mappasomba.

Saat duduk semeja, ASR tampak diapit oleh Asrun dan Musaddar dikanan kirinya. Mereka terlibat perbincangan hangat sepanjang pertemuan itu.

Pertemuan ASR-Asrun merupakan yang pertama kalinya di depan publik sejak pernyataan resmi ASR untuk maju sebagai calon gubernur Sultra. Asrun sendiri merupakan salah satu tokoh sentral perpolitikan di Sultra, dimana dia merupakan mantan Walikota Kendari dua periode dan calon Gubernur Sultra pada Pilgub 2018 silam.

Sejak menyatakan diri secara resmi maju sebagai calon gubernur pada hari Kamis, 28 Maret lalu, ASR telah mendaftarkan diri ke sejumlah partai politik yang sedang melakukan penjaringan bakal calon gubernur, yakni Demokrat dan PDIP. Selain itu, pihaknya juga telah bertemu dengan Ketua Gerindra Sultra Andi Ady Aksar.

“Pertemuan dengan Pak Asrun dan tokoh-tokoh lainnya merupakan bagian dari silaturrahmi dalam momentum ramadhan ini. Saya juga akan bersilaturrahmi dengan tokoh-tokoh lain di Sultra, baik itu di wilayah daratan maupun kepulauan,” kata ASR dalam press releasenya, Sabtu, 6 April 2024.

Menurutnya, dia sangat terbuka untuk menjalin komunikasi dengan siapa saja untuk turut bersama-sama membangun Sultra ke arah yang lebih aman, sejahtera, dan relijius.

Continue Reading

Trending