Connect with us

HUKRIM

KTP Palsu WNA China Pernah Disorot, Oknum Polisi Sempat Bela Mister Wang

Penulis : Kadek

Published

on

KTP Palsu milik WNA Asal China di Konawe Utara.

KendariMerdeka.com – Kasus WNA asal China yang memiliki KTP palsu, sudah masuk di meja penyidik Kriminal Umum Polda Sultra. Pria yang kerap disapa Mister Wang itu, menggunakan nama Indonesia Wawan Saputra Razak.

Terungkap, ternyata tidak hanya KTP yang diduga palsu. Mister Wang juga memiliki kartu keluarga dan surat nikah yang belum bisa dipastikan asalnya.

Kepala Dinas Catatan Sipil Kota Kendari, Asni Bonea menyatakan Mister Wang atau Wawan Saputra Razak tidak pernah melakukan perekaman KTP di Kota Kendari. Sehingga, data base tidak ada

“Data sidik jari, data retina mata dan wajah, tidak tersimpan pada kami,” ujar Asni Bonea, dikonfirmasi Rabu (28/4/2020).

Baca Juga:  Polisi Ungkap Kejahatan Istri TKA China Pemilik KTP Palsu

Pelapor yang ditemui di Polda Sulawesi Tenggara, Irwan menyatakan, pria asal Tiongkok itu merupakan pemilik salah satu perusahan tambang yakni PT Bumi Konawe Abadi di Konawe Utara. Saat ini Mister Wang, bekerja di PT Cahaya Mandiri Perkasa yang beroperasi di Marombo, Konawe Utara.

“Sudah beberapa tahun mereka beroperasi di wilayah Konawe Utara. Aktifitas perusahaan mereka melakukan eksplorasi nikel untuk dibawa keluar daerah,” ujar Irwan.

Dia menceritakan, pernah hendak memanggil Mister Wang untuk mengklarifikasi identitas dan surat-surat kependudukan yang dimilikinya. Namun, pria yang sudah menikahi wanita asal Konawe Utara itu, bersikukuh tidak mau datang.

“Dia menelepon salah seorang oknum anggota polisi. Dia menyampaikan kepada mister Wang agar jangan terima ajakan saya,” ujar Irwan.

Baca Juga:  Gubernur Soroti TKA China Pemilik KTP Palsu, Polisi Bilang Tak Temukan Barang Bukti

Oknum aparat yang berbicara dengan Mister Wang lewat telepon seluler itu sempat menyatakan, jangan datang kecuali pihak Imigrasi yang jemput. Mister Wang akhirnya ikut apa yang disampaikan dan tetap tidak mau.

“Kalau mister Wang ini, sering bawa-bawa nama oknum aparat ini,” ujar Irwan.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

Berita

Dipicu Utang Piutang, Pria di Kendari Ditikam Rekannya Hingga Tewas

Penulis : Syukur

Published

on

By

KendariMerdeka.com, Kendari – Polres Kendari mengungkap insiden penikaman pada malam tahun baru di Jalan RA Kartini, Kelurahan Kendari Caddi Kota Kendari. Ahmad, seorang pemuda tewas ditangan rekannya sendiri bernama Deni dipicu karena utang piutang.

Kejadian penikaman tersebut terjadi pada malam tahun baru 31 Desember sekitar pukul 18.30 WITA. Deni awalnya berpapasan dengan korban dijalan raya, dekat Mesjid Salam Kota Kendari. Korban yang sedang berboncengan dengan rekannya, dilontarkan pertanyaan, terkait utangnya terhadap pelaku.

“Namun korban menyebutkan bahwa dia sudah membayar utangnya kepada rekan pelaku,”tutur Kapolres Kendari, AKBP Didik Erfianto S.IK mengggelar konferensi pers di Polres Kendari.

Didik menyebutkan, pelaku ini tak terima dengan ucapan korban yang mengaku sudah membayar utang kepada orang lain. Karena utang korban seharusnya dibayarkan melalui pelaku. Pelaku kemudian memukul korban. Didik menuturkan, korban sempat melarikan diri dan jatuh didekat sumur tua.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Kejahatan Istri TKA China Pemilik KTP Palsu

“Disitulah, pelaku menghabisi korban dengan menikam korban dibagian paha dan dadanya, hingga tewas,”tuturnya.
Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat 3 KHUP tentang tindak pidana penganiayaan berat. Yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

HUKRIM

Diduga Serobot Hutan Lindung, PT Trisula Disegel Polda Sultra

Penulis : Kym

Published

on

By

KendariMerdeka,Kendari – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara melakukan penyegelan terhadap aktivitas ilegal PT Trisula Bumi Anoa di Konawe Utara, Selasa (22/12/2020). Pasalnya, PT Trisula diduga telah menggarap hutan lindung untuk menghasilkan nikel di bumi oheo tersebut.

Dirreskrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Heri Tri Maryadi SH MH mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa operator karyawan PT Trisula saat beraktivitas di wilayah Marombo tersebut.

“Kami baru saja memeriksa operator di lapangan untuk menentukan tersangka,” terangnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 28 Desember kemarin.

Heri membeberkan, ada beberapa barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihaknya. Pekan depan kata Heri, Penyidik akan menentukan siapa tersangka dalam kasus ini.

Baca Juga:  Pakai KTP Palsu, WNA China Obok-obok Nikel di Konawe Utara

“Kami berhasil amankan barang bukti berupa 9 alat berat, 7 dump truck, dan 23 tumpukan ore nikel,” bebernya.

“Setelah kami memeriksa semua saksi dan direksi PT Trisula. Kami akan menentukan siapa tersangka,” jelasnya.

Data yang dihimpun media ini, perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah Morombo tersebut diketahui pernah melakukan operasi produksi dengan dasar IUP tahun 2014 kemudian dibekukan oleh Kementerian ESDM. Tetapi secara diam-diam PT Trisula kembali melakukan aktivitas dengan luas lahan 156 hektar.

Diketahui, lokasi IUP PT Trisula tersebut tumpang tindih dengan wilayah PT Antam dan didominasi oleh hutan lindung. (Kym)

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Polisi Tetapkan 5 Orang sebagai Tersangka Demo di VDNI dan PT OSS

Redaksi

Published

on

By

KendariMerdeka.com, Kendari – Lima orang yang dianggap sebagai pengendali aksi demonstrasi di PT VDNI dan PT OSS akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Kelima orang ini diduga sebagai orang yang menjadi provokator sehingga terjadinya pembakaran dan pengrusakan alat berat milik perusahaan.

Kelima tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polda Sultra yakni IS, 27 tahun, swasta, alamat Wakatobi, RM, 37 tahun, swasta, Tonggauna Konawe, WP, 25 tahun. Swasta, Punggaluku Konawe, NA, 23 tahun, mahasiswa, Tolaki, Wawotobi Konawe dan AP, 23 tahun, mahasiswa, Amonggedo Konawe.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka, saat ini masih akan digelar. Apakah akan ditahan atau tidak,” tutur Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan S.IK.

Baca Juga:  Konawe Utara Lockdown, TKA Cina Pemalsu KTP Tak Hadiri Panggilan Polda

Ferry menyebutkan kelimanya dijerat dengan pasal 160 KUHP, pasal 216 KUHP tentang tindak pidana penghasutan dan melawan petugas. Ancaman hukuman dalam pasal tersebut lebih dari lima tahun.

Untuk diketahui, lima orang ini adalah pengendali demonstrasi dalam aksi unjukrasa tuntutan gaji buruh yang tidak jelas diberlakukan Perusahaan PT VDNI dan PT OSS.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending

Copyright © 2020 KendariMerdeka.Com

var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4392949,4,1,120,40,00011111']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })(); counter hit make