Connect with us

Politik

Klarifikasi Suri Syahriah Soal Berita Satu Nama Calon Wakil Walikota Kendari, Istri Napi Korupsi

Penulis: Redaksi

Published

pada

Suri Syahriah Mahmud

KendariMerdeka.com – Ketua DPC Demokrat Kota Kendari, Suri Syahriah Mahmud mengklarifikasi soal pemberitaan Kendarimerdeka.com, Rabu (29/1/2020). Berita dimaksud, berjudul Satu Nama Calon Wakil Walikota Kendari, Istri Napi Korupsi.

Suri menyatakan, sudah membaca berita dimaksud. Dia menyatakan, tidak pernah menyampaikan pernyataan atau opini sebagai mana judul berita itu.

Pihaknya juga mengaku tidak pernah membahas figur diluar 2 calon Wakil Walikota Kendari. Dia menyebut, hanya menyebut nama Ibu Siska dan Pak Adi ketika merespon pertanyaan media tentang siapa saja calon wakil walikota yg sudah berkomunikasi dengan fraksi DKI.

“Karena sebagai politisi saya faham dan menghargai betul dengan wilayah private masing-masing figur atau tokoh atau aktor politik,” tulisnya dalam rilis.

Baca Juga:  Pengumuman Rapid Test Divisi Ekskavator dan Divisi Loader Tahap 4 PT OSS

Dia juga menyebut, selama ini ketika melayani wawancara, selalu menayakan asal media wartawan yg mewawancarai. Seingatnya, dia tidak pernah di wawancara oleh wartawan yg berasal dari media KendariMerdekaCom.

Dia menyatakan, menyesalkan judul berita yang provokatif. Suri berpendapat, kemungkinan mengaitkannya dengan judul berita sebagai upaya “merusak” silahtuhrahminya dengan beberapa tokoh politik untuk kepentingan politiknya.

Suri Syahriah mengimbau, mengajak masyarakat berpolitik dengan cerdas, bersih , edukatif dan bermartabat. Juga, meminta semua pihak menjaga iklim dan stabilitas politik kota Kendari dalam rangka mensukseskan pemilihan wakil walikota Kendari.

Sebelumnya, Kendarimerdeka.com memuat berita berjudul satu nama calon wakil Wali Kota Kendari, istri napi korupsi. Dalam berita ini, nama Siska Karina Imran disebut sebagai salah satu calon yang akan mengisi Calon Wali Kota Kendari.

Baca Juga:  Warga Marombo Pantai Rindukan PT Bososi Beraktivitas Kembali

Siska Karina Imran, diketahui menjadi istri mantan Walikota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP). Diketahui, ADP merupakan salah satu dari empat narapidana korupsi yang pernah ditangkap KPK di Kendari, 2018 lalu.

Selain ADP, KPK juga ikut menangkap Asrun, ayah ADP. Keduanya ditangkap bersama dua orang yang berstatus sebagai seorang kontraktor dan staf di Pemkot Kendari. Saat ini, ADP yang pernah diusung Partai Amanat Nasional (PAN), sementara menjalani masa tahanan di lembaga pemasyarakatan.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kursi Kosong DPRD Sultra Akan Segera Terisi

penulis : Rinaldy

Published

pada

By

KendariMerdeka.com, Kendari — Tujuh bulan sudah, paska Muh Endang mengundurkan diri sebagai Anggota DPRD Prov Sultra untuk mengikuti pesta demokrasi di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Namun, hingga kini calon pengganti antar waktu (PAW) dirinya pun belum ditentukan.

Sekertaris Dewan (Sekwan) DPRD Sultra, Trio Prasetyo pun membenarkan terkait belum adanya nama calon PAW yang diusulkan oleh Partai Demokrat untuk menggantikan posisi Muh Endang di DPRD Prov Sultar.

“Surat untuk mengajukan PAW sudah lama kita kirimkan kepada partai yang bersangkutan. Namun sampai saat ini belum ada balasan,” tuturnya saat dihubungi via selulernya, Selasa, (6/4/2021).

Soal batas waktu pun, Trio mengaku tidak ada yang mengikat terkait hal tersebut.

Baca Juga:  Satu Nama Calon Wakil Walikota Kendari, Istri Napi Korupsi

“Semua itu wewenang dari internal partai yang bersangkutan. Kalau sudah diusul, maka kami juga akan memprosesnya secepatnya ke KPU agar dapat diverifikasi sehingga bisa diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri untuk disahkan,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPD Demokrat Sultra Muh Endang SA menuturkan bahwa, saat ini proses PAW dirinya sebagai anggota DPRD Sultra tengah berproses di internal partai.

“Memang ada sebuah keterlambatan karena, beberapa faktor yang harus terlebih dahulu diselesaikan. Namun sekarang sudah berproses,” ujarnya.

Meski begitu, Mantan Wakil Ketua DPRD Sultra ini tidak merinci faktor yang membuat proses PAW tertunda begitu lama.

“Prinsipnya sekarang sudah berproses,” imbuhnya.

Dirinya pun belum mau menyebutkan terkait sosok yang akan menggantikan dirinya sebagai anggota DPRD Prov Sultra.

Baca Juga:  Refleksi 22 Tahun Reformasi, Adian Napitupulu: Generasi Yang Tak Diinginkan Sebuah Perbandingan Antara "Yang Disayang dan Yang Dibuang"

“Itu semua masih diproses. Jadi ditunggu saja. Nanti setelah ada, kita akan segera usulkan ke DPRD agar diproses secepatnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara calon anggota DPRD Prov Sultra pada daerah pemilihan Sultra 2 milik KPU Provinis Sultra, partai Demokrat memperoleh suara sebesar 25.698 suara. Dengan rincian suara terbesar diraih oleh Muh Endang SA dengan 14.495 suara. Dan posisi kedua ditempati oleh Sarlinda Mokke dengan 5.764 suara

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Politik

LSP Disiapkan Jadi Ketua Demokrat Sultra Versi KLB Medan ?

Published

pada

By

Ketgqm: Habil Marati sedang berdiskusi dengan KSP Moeldoko saat melakukan video call dengan Kendari Merdeka

KendariMerdeka.com – Sengkarut yang terjadi pada Partai Demokrat menyisakan cerita tersendiri bagi Kendari Merdeka. Pasalnya, nama Kepala Staff Kepresidenan (KSP) Jendral (Purn) Moeldoko yang terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Medan sempat terekam video whattsap antara Kendari Merdeka dengan Pengusaha Nasional Habil Marati (4/3).

Kendari Merdeka memiliki gambar ekslusif, malam sebelum perhelatan KLB Medan (4/3), Kendari Merdeka menghubungi Habil Marati untuk sebuah wawancara via telpon. Tak dinyana ternyata Habil sedang berdiskusi dengan KSP Moeldoko.

Habil kemudian mengalihkan panggilan whattsap menjadi panggilan video, terlihat Habil sedang berdiskusi dengan KSP Moeldoko dikediamannya, Pondok Indah.

Kendari Merdeka lalu mengalihkan pertanyaan perihal sengkarut Partai Demokrat yang dijawab oleh Habil bahwa KLB akan dilangsungkan di Medan esok hari (5/3)

Baca Juga:  Warga Marombo Pantai Rindukan PT Bososi Beraktivitas Kembali

Kendari Merdeka lalu mencoba menyampaikan pertanyaan kepada Habil dan Moeldoko, perihal andaikata Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Demokrat, siapa yang akan ditugaskan sebagai Ketua Demokrat Sultra.

Habil disaksikan oleh KSP Moeldoko menyebut nama La Ode Songko Panatagama (LSP). Mantan ketua DPW PPP Sultra.

“LSP cocok memimpin Demokrat Sultra. Dia punya rekam jejak yang bagus dalam memimpin dan membesarkan partai”, demikian Habil Marati.

LSP dikenal sebagai anak emas Habil Marati. Hubungannya dengan Habil sudah direntang jauh hari sebelumnya. Oleh Habil, LSP disebutnya sebagai anak manis yang bengal. Meskipun sulit diatur tapi LSP dianggapnya setia dan loyal.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Bupati Konawe Salurkan Beras 800 Ton ke Dua Kabupaten

Penulis : Raimudin

Published

pada

By

KendariMerdeka.com, Konawe – Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa melepas 4 armada yang memuat beras sebanyak 800 ton menuju kota Bau-bau dan di kabupaten Buton untuk membantu mencukupi kebutuhan bahan pokok masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Selasa (10/11/2020).
 
Bupati Konawe kery saiful konggoasa didampingi kepala Dinas Ketahanan Pangan. Akbar, Yusran yunus, Kabulog subdivre Unaaha, Dinas Perindag, Jahiuddin serta Camat Unaaha. mengapresiasi petani di Konawe yang saat ini jadi tulang punggung Kabupaten Konawe sebagai daerah lumbung penghasil terbesar beras di Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Terima kasih kepada petani Konawe. Kita bersyukur, tiap tahun panen kita meningkat mulai 6 sampai 9 Ton perhektar bahkan bisa mencapai 11 Ton perhektar,” puji Kery.
 
“Penyaluran beras ke wilayah kepulauan itu adalah bentuk komitmen Pemkab Konawe dalam mendukung stok beras Sultra untuk memenuhi ketahanan pangan di masa pandemi, saya sangat berterimakasih kepada Bulog yang sudah banyak membantu penyerapan hasil panen padi petani,” katanya.
 
Sementara itu kabulog subdivre Unaaha, Yusran Yunus mengatakan distribusi tersebut ke kota Bau-bau sudah masuk tahap ke lima kali di lakukan, oleh bulog subdivre Unaaha pendistribusian tersebut di lakukan dari daerah surplus beras.untuk pemerataan stok pangan dan juga untuk memenuhi kebutuhan daerah lain yang defisit akan beras.
 
“Dengan musim panen padi yang akan berlangsung pada Desember mendatang, Bulog pun akan terus melakukan optimalisasi penyerapan gabah produksi untuk penyerapan gabah dan beras, saat ini Bulog masih melakukan penyerapan gabah petani,” Pungkasnya.

Baca Juga:  Refleksi 22 Tahun Reformasi, Adian Napitupulu: Generasi Yang Tak Diinginkan Sebuah Perbandingan Antara "Yang Disayang dan Yang Dibuang"

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending