Connect with us

Berita

Ketua DPRD Sultra Harap Kejari Berlaku Adil Dalam Kasus Dugaan Kekerasan Oknum Guru Honorer di Konsel

Published

on

KONAWE SELATAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Tariala berkunjung ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), dalam rangka mengawal kasus dugaan kekerasan oknum guru honorer bernama Supriyani kepada salah satu murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Baito.

Usai berkunjung, Ketua DPRD menyampaikan, tujuannya ke Konsel untuk memberikan dukungan kepada Kejari agar dalam penanganan kasus ini ada perlakuna adil terhadap Supriyani.

“Kami support agar perkara ini diputuskan seadil-adilnya sehingga tidak kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap hukum,” jelasnya, Selasa (22/10/2024).

Dalam kesempatan itu, La Ode Tariala menyampaikan sebelumnya Senin, 21 Oktober dia menjenguk yang bersangkutan (Supriyani) di Lapas Perempuan Kelas IIIA Kendari dan hari ini Selasa, 22 Oktober tahun 2024 sudah ditangguhkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Konsel dan suaminya sehingga Supriyani bisa melaksanakan aktifitasnya.

“Ini adalah hal yang luar biasa atas kebijakan pak Kajari Konsel sehingga ibu satu anak itu bisa melanjutkan aktifitasnya dengan baik,” ungkap politikus NasDem itu.

Perlu diketahui tambah Tariala Supriyani menyampaikan bahwa dia (Supriyani) selama 15 tahun honor di SDN 4 Baito tidak pernah melakukan pemukulan ataupun penganiayaan terhadap siswa termasuk korban Muh. Chaesar Dalfa.  Berdasarkan keterangan guru dan siswa lainnya di Kelas IA Supriyani tidak pernah melakukan penganiayaan.

Selanjutnya, orang tua korban yang merupakan oknum polisi tugas di Polsek Baito datang di SDN 4 Baito mengambil sendiri sapu ijuk untuk dijadikan alat bukti pemukulan terhadap korban. Sementara hal itu tidak dibenarkan oleh aturan.

“Tetapi hal ini menjadi kewenangan APH, hanya kami DPRD menginginkan kepastian hukum adalah berpihak kepada yang terzolimi. Adil dalam memutuskan perkara tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Kajari Ujang Sutisna mengucapkan terima kasih atas dukungan DPRD Sultra untuk menyesaikan perkara tersebut.

“Alhamdulilah saudara Supriyani guru SDN 4 Baito telah ditangguhkan penahanannya sehingga Ibu Supriyani kembali bersama keluarga,” bebernya.

Untuk proses hukum kasus ini tetap dilanjutkan dalam rangka mencari kebenarannya materiil dan Kamis, 24 Oktober akan dilaksanakan sidang pertama di Pengadilan Negedi Andoolo Konsel.

“Mohon dukungan rekan-rekan untuk melaksanakan proses hukum agar tetap sehat dan profesional,” jelasnya.

Melakukan P21 dalam perkara ini tambahnya, karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan penelitian berkas dan berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap baik formil ataupun materil sehingga JPU menyatakan sikap.

“Namun yang pasti ini adalah bukan ujungnya dari perkara ini. Mohon dukungannya agar kami bisa memutuskan seadil-adilnya,” tandasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

HIPPAMAKOT Soroti Izin Lounge Richclub Kendari

Published

on

KENDARI – Himpunan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Kota (HIPPAMAKOT) Kendari menyoroti izin Lounge Richclub yang beroperasi di Kota Kendari, Rabu 11 Desember 2024.

Ketua HIPPAMAKOT Kendari, Ibrahim menyampaikan bahwa pihaknya mempertanyakan perizinan lounge Richclub.

“Kami pertanyakan izin Lounge Richclub, karena terpampang jelas di papan penjelasan nya bawah Richclub menyediakan fasilitas resto dan lounge,” kata Alumni Hukum UHO.

Jebolan aktivis HmI ini juga menduga bahwa Richclub dalam aktivitasnya hanya mengantongi izin resto dari Dinas PTSP Kota Kendari.

“Berdasarkan data kami Richclub hanya mengantongi izin resto, tapi dalam operasional nya bukan hanya Resto, tetapi ada juga loungenya,” ungkap Pemuda asli kota Kendari.

Lanjutnya pihaknya juga menyayangkan hal tersebut, pasalnya ada dugaan penyalahgunaan izin resto yang malah diperuntukkan untuk lounge.

“Seharusnya tiap usaha harus patuh pada peraturan yang berlaku, ini malah kami duga melakukan pelanggaran, tak hanya itu disini juga ada potensi kerugian pendapatan asli daerah, dan pajak,” tuturnya.

Untuk itu pihaknya meminta aparat berwenang untuk menindaklanjuti dugaan tersebut.

“Kita pihak berwenang untuk segera menindaklanjuti hal tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu Kadis PTSP Kota Kendari, Maman Firmansyah yang dikonfirmasi via panggilan WhatsApp mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih berada diluar Kota.

“Ada karaokenya setahu saya, tapi persisnya nanti cek, saya lagi diluar kota, kalau izin lounge nya saya kurang tahu, setahu saya hanya izin karaoke, tetapi nanti lebih jelasnya,” katanya.

Sementara itu Kabid Perizinan PTSP Kota Kendari Ibnu Hajar yang dikonfirmasi via panggilan WhatsApp mengatakan pihaknya butuh waktu untuk melakukan pengecekkan perizinan lounge Richclub.

“Saya butuh data awal, siapa nama pemohonnya, siapa perusahaannya, karena bukan hanya satu perusahaan di Kota Kendari,” ujarnya.

Sementara itu media ini juga telah mengkonfirmasi ke salah satu Penanggung Jawab Richclub, pihaknya juga mengatakan bahwa hanya memiliki izin resto.

“Kita hanya izin resto dibawah, kalau loungenya diatas, tetapi memang belum ada izin loungenya,” jelasnya saat dihubungi via telepon WhatsApp.

Continue Reading

Berita

Pemda Koltim Rampungkan Pengerjaan Jalan Utama Masyarakat Desa Wia-Wia

Published

on

KOLAKA TIMUR – Salah satu akses jalan utama masyarakat Desa Wia-Wia, Kecamatan Polipolia rampung dikerjakan oleh Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim). Seperti yang terlihat pada Rabu (11/12/2024), jembatan yang menggunakan konstruksi Bailley ini, telah tuntas dikerjakan.

Untuk diketahui, pengerjaan pemasangan konstruksi jembatan ini, dilakukan dengan cara manual atau menggunakan tenaga manusia dan alat bantu seperti takel, dongkrak hidrolik, kontrol, tali sleng serta peralatan tukang lainnya.

Jembatan yang sedang dibangun ini, merupaka akses yang menghubungkan dari Desa Wia-Wia menuju persawahan tembus Desa Polenga Jaya Kecamatan Polipolia.

Sebagaimana diketahui, belum lama ini, warga dan pemerintah Desa Wia-Wia, mengajukan perbaikan jembatan tersebut kepada Bupati Koltim Abd Azis SH MH. Dan, tak butuh lama, bupati melalui Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Koltim, langsung menyahuti dan menindaklanjuti keinginan masyarakat tersebut. Ini juga sebagai salah satu bentuk dari program GEMAS atau gerakan membangun dan melayani masyarakat Koltim.

Kepala Pelaksanan BPBD Koltim Dewa Made Ratmawan ST MT menjabarkan, salah satu infrastruktur yg selama ini sangat diharapkan oleh masyarakat khususnya masyarakat Desa Wia-Wia adalah jembatan penghubung yg berada di Dusun 4 Anawula ini. Jembatan tersebut sebelumnya dalam kondisi rusak berat sejak 2013 silam, dimana jembatan ini memiliki peran yg sangat vital dalam kegiatan dan aktifitas masyarakat sehingga sangat dirindukan keberadaannya oleh masyarakat.

”Setelah masa kepemimpinan bapak bupati (Abd Azis), beliau melakukan respons cepat dan memerintahkan OPD terkait dalam hal ini kami di BPBD untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam menjawab harapan masyarakat disana,” bebernya.

Berkat sinergisitas dan kolaborasi yang baik antara Pemda Kolaka Timur dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR melalui Balai Jalan Nasional (BPJN) Sultra, maka dipenghujung tahun 2024 ini tepatnya Tanggal 11 Desember 2024, jembatan tersebut telah selesai dikerjakan  dengan konstruksi jembatan bailley  panjang bentangan 30 Meter,” sambungDewa.

Lanjut Dewa, untuk penyempurnaan dan efektifitas fungsi jembatan tersebut, kedepannya masih dibutuhkan penanganan atau pemasangan bronjong pengaman sungai, serta peningkatan jalan usaha tani pada ruas jalan tersebut.

Continue Reading

Berita

TP PKK Koltim Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader BKB

Published

on

KOLAKA TIMUR – Tim Penggerak (TP PKK) Kabupten Kolaka Timur (Koltim), menggelar pelatihan peningkatan kapasitas terhadap kader Bina Keluarga Balita (BKB) KB di Wonua Sorume. Kegiatan ini, dilaksanakan di Aula Rujab Bupati Koltim Desa Matabondu Kecamatan Tirawuta, Rabu (11/12/2024), yang dibuka Ketua TP. PKK Koltim Hartini Azis AMa.

Dalam sambutannya, Hartini Azis menyampaikan, jika BKB adalah salah satu program di bawah pengelolaan pemerintah, yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada orang tua atau keluarga, dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini (0-6 tahun). Program ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas generasi mendatang dengan menitikberatkan pada peran keluarga.

Dan pelatihan ini lanjut ibu lima anak ini, merupakan salah satu langkah penting dalam upaya kita bersama untuk memperkuat peran kader BKB dalam mendampingi keluarga, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Sebagai salah satu program unggulan PKK, BKB memiliki peran strategis dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera, dan melahirkan generasi berkualitas di masa depan.

Melalui pelatihan ini kata dia, pihaknya ingin memastikan setiap kader BKB memiliki pengetahuan, keterampilan, dan wawasan yang memadai untuk menjalankan tugasnya. dengan demikian, kader BKB mampu memberikan edukasi kepada orang tua terkait pola asuh anak yang tepat, baik dari aspek gizi, kesehatan, maupun pendidikan. Lalu, melakukan deteksi dini terhadap permasalahan tumbuh kembang anak. Dan menjadi pendamping yang efektif bagi keluarga dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan anak.

”Saya sangat mengapresiasi pokja 2 dan seluruh pihak yang sudah bekerjasama, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Demikian halnya bagi Ketua TP PKK Kecamatan bersama pokja 2 kecamatan, untuk tetap semangat melaksanakan programprogram PKK di wilayah masing- masing. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para kader BKB yang terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tugas mulia ini,” sebutnya.

Anggota DPRD Sultra ini melanjutkan, kegiatan peningkatan kapasitas ini tidak hanya menjadi sebuah pelatihan peningkatan kompetensi, tetapi juga wadah untuk berbagi pengalaman, bertukar ide, dan mempererat sinergi di antara kita semua. Ia percaya, dengan kolaborasi yang baik, dapat mencapai tujuan bersama, yaitu meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Koltim.

”Saya berharap kepada para peserta, untuk mengikuti kegiatan pelatihan ini dengan baik dan antusias apabila ada hal hal yang kurang jelas silahkan ditanyakan kepada narasumber, dan semoga  kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang sebesar- besarnya bagi kita semua. Mari kita jadikan momen ini, sebagai motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya keluarga yang menjadi sasaran program PKK,” harap Hartini Azis.

Continue Reading

Trending