Connect with us

Berita

Gusli Topan Sabara Geram, 150 Hektar Tanah Konawe Dicaplok Tiga Kabupaten

penulis : Hamid

Published

pada

KendariMerdeka.com, Konawe – Wakil Bupati Konawe sangat menyangkan dengan adanya penyerobotan wilayah Konawe di beberapa daerahnya, diantaranya daerah yang dimaksud yaitu, Konawe Utara (Konut), Kolaka Utara (Kolut), dan Morowali (Sulteng).

Gusli Topan Sabara menjelaskan bahwa, wilayah seluas 1831 hektar telah dicaplok Pemerintah kabupaten Konut yang ada di sebagian Kec.Motui, terdiri dari Desa Banggina, Desa Tobi Meita dan Desa Sama Subur, yang sebelumnya diketahui wilayah tersebut masuk dalam Kec Kapoiala, Kabupaten Konawe.

“Ada total sekitar 150 ribu hektar wilayah Kabupaten Konawe telah diserobot oleh ketiga daerah tersebut,” Ungkap GTS pada awak media, Selasa(25/5/2021).

Mantan Ketua DPRD Konawe itu meminta kebesaran hati dari Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) untuk mengembalikan wilayah Konawe yang sudah masuk dalam daerah definitif Konut tersebut.

“Untuk wilayah Konut sendiri yang diserobot itu seluas 1831 hektar, Pemkab Konut harus mengembalikan wilayah yang masuk di Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe,” Imbuhnya.

Sementara itu, Pemkab Konut telah mengeluarkan peta terbaru terkait batas wilayah, yang dimana peta tersebut tidak pernah disetorkan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sehingga secara tegas, Wakil Bupati Konawe itu meminta kearifan dan kebesaran hati kepada Bupati Konut, H. Ruksamin, agar berbesar hati untuk mengembalikan wilayah yang dimaksud.

Dalam waktu dekat ini akan menyurat ke Kemendagri agar batas wilayah yang sudah masuk di wilayah definitif Konut dikembalikan ke Negeri Para Leluhur Tanah Kerinduan Kabupaten Konawe.

“Dalam waktu dekat kita akan menyurat ke Kemendagri, kita harus jaga dan kembalikan negeri para leluhur tanah kerinduan Kabupaten Konawe,” Tandas Gusli.

Bukan hanya itu, GTS juga menyangkan terkait perbatasan yang berada disebelah Utara tepatnya di Kecamatan Routa, Pemkab Konut telah memindahkan tapal batas, juga telah menyerobot wilayah Konawe seluas 67.669 hektar.

Sesuai hasil kesepakatan fraksi saat pemekaran Konawe Utara yang saat itu dibawah kuasa Bupati Konut masih menjabat sebagai Ketua Fraksi PBB DPRD Konawe, telah bersepakat mengenai peta dan batas wilayah.

“Semua fraksi waktu itu sudah sepakat soal peta dan batas wilayah, didampingi Sekda Konawe Pak Aswad Sulaiman kita ke Kemendagri,” Terang GTS.

Menurutnya, pemekaran Kabupaten Konut ini bagian Konawe yang sejatinya menggunakan peta yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sebelumnya, baik oleh para leluhur daerah sampai dimekarkannya Kabupaten Konut.

Bukan hanya itu, Pemerintah Kabupaten Konawe juga menyesalkan batas wilayah Kabupaten Konawe dengan Kabupaten Kolaka Utara, yang dimana seluas 5.692 hektar telah diserobot oleh Pemkab Kolaka Utara.

“Pemkab Konawe tidak akan pernah mentoleransi dan tak sejengkal tanahpun wilayah Konawe diambil daerah lain, Kami akan menyurat ke kemendagri agar semuanya dikembalikan,”.

Bukan hanya itu, kawasan mega industri Morowali, jika dilihat pada peta yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah Kabupaten Konawe baik tahun 2002 maupun 2012, maka terlihat jelas bahwa secara historis ada wilayah Kecamatan Morowali, Sulawesi Tengah, yang harusnya masuk di wilayah Konawe.

“Kami minta atensinya pak Gubernur karena ini menyangkut antar provinsi. Agar batas wilayah yang dicaplok Kecamatan Morowali, Sulteng dan Konawe, Sultra dikembalikan,” Harap Gusli.

Pemerintah Kabupaten Konawe akan mensomasi pihak-pihak yang berusaha mencaplok semua wilayah Konawe untuk kepentingan rakyat. (ADV)

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polda dan Forkopimda Deklarasi Damai di Wilayah Sulawesi Tenggara

Penulis:Rinaldy

Published

pada

By

KENDARIMERDEKA.COM, KENDARI – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) gelar kegiatan Sarasehan, Diskusi dan Deklarasi damai dengan tajuk “Merawat harmoni, merajut kebhinekaan dalam perbedaan guna menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif”, Senin(20/9/2021).

Bertempat di Aula Dachara Polda Sultra Diskusi dan Deklarasi damai tersebut dihadiri Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta 18 perwakilan Organisasi Kerukunan Etnis di Sulawesi tenggara.

Hal ini merupakan cara persuasif dan edukatif dilakukan Pemerintah dan Kepolisian Sulawesi tenggara dalam menyikapi kondisi keamanan dan ketertiban di kota Kendari.

Berangkat dari persoalan-persoalan di Kota Kendari yang beberapa waktu lalu masyarakat digegerkan dengan perseteruan dua kelompok massa, yang masing-masing membawa senjata tajam (Sajam) serta tindakan anarkisme. Tak ayal, peristiwa kedua masa yang bertikai itupun memicu beragam respon negatif serta keresahan dari berbagai kalangan masyarakat.

Dalam sambutannya Kapolda, Irjen Pol Drs. Yan Sultra Indraya mengatakan bahwa, semua pihak bertanggung jawab dalam menciptakan situasi Kamtibmas di Sulawesi tenggara.

“Globalisasi memunculkan kejahatan dimensi baru hoax banyak beredar mengganggu kerukunan dan kehidupan berbangsa,” kata Kapolda, Senin(20/9/2021).

Lanjut Yan Sultra juga berharap agar semua pihak harus merasa bertanggung jawab untuk menjaga keberagaman apalagi dimasa sekarang ini dizaman globalisasi semua informasi menghasut sering beredar tanpa jelas kebenarannya.

“memudarnya nilai luhur kebangsaan, paham Terorisme, anarkisme, separatisme, serta intoleransi terus meronrong rasa persaudaraan kita, dari dialog yang digelar seperti ini dapat menumbuhkan persaudaraan, menjaga keragaman, merajut persatuan serta menghilangkan benih-benih pertikaian,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi mengharpkan hal yang sama bahwa, Sulawesi Tenggara adalah daerah multikulturalisme yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, etnis, dan budaya.

Sehingga, kata Ali Mazi menghadirkan dua kemungkinan antara peluang dan tantangan ditambah lagi dengan perkembangan sarana informasi yang berimbas pada ujaran kebencian, dan berita palsu kian merebak.

“Multikulturalisme membawa dampak positif maupun negatif dampak positifnya dapat memperkokoh persatuan. sementara, dampak negatifnya dapat menimbulkan perpecahan,” urai Ali Mazi.

Untuk itu, kata Ali Mazi lagi, dibutuhkan dialog berkala antara semua tokoh, diantaranya tokoh masyarakat, agama, adat, paguyuban, serta ormas lainnya.

“sarasehan seperti ini sangat penting. bagaimana kita bersilahturahmi untuk saling memahami, bagaimana kita menjalin kedekatan batin kita, karena nda ada gunannya kita bertikai,” tukasnya.

Lebih jauh, Ali Mazi juga bilang, pemberdayaan ekonomi kepada semua masyarakat harus dilakukan tanpa melihat latar belakang suku, agama, budaya, maupun gender.

“Ini yang kita tekankan, pemberdayaan demi terwujudnya keadilan. Sementara itu, media harus pro aktif berperan menghadirkan berita yang mencerahkan guna menangkal berita yang menyesatkan,” tutupnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Anton Timbang Kembali Terpilih Jadi Ketua IMI Sultra

Penulis:Rinaldy

Published

pada

By

KENDARIMERDEKA.COM – Anton Timbang kembali terpilih untuk memimpin Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Tenggara masa bakti 2021-2025.

Anton terpilih secara aklamasi dalam forum Musyawarah Provinsi IMI Sultra ke-6 pada Ahad, 19 September 2021.

Lima belas dari enam belas klub pemilik suara serta pengurus kabupaten dan kota mendaulat Ketua Kadin Sultra ini untuk kembali menahkodai IMI Sultra.

Usai terpilih, Anton memastikan pihaknya akan memberikan bonus bagi atlet balap Sultra yang berhasil meraih emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

“Kita sudah siapkan bonus. Rp100 juta peraih emas, Rp75 juta untuk perak, dan Rp50 juta untuk perunggu,” ujar Anton.

Ia juga memastikan IMI Sultra di bawah kendalinya akan terus mengawal pembangunan sirkuit balap motor di Nangananga yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.

“Sirkuit on progress. Kita akan kawal terus. Insyaallah selesai 2022 itu sudah bisa kita pakai,” jelas Anton.

Untuk diketahui, dalam PON XX Papua, Sulawesi Tenggara mengirimkan empat atlet balap motornya. Mereka akan berebut medali di dua nomor yakni senior perseorangan putera dan junior perseorangan putera.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Gubernur: Patung Soekarno Instrumen Bangkitkan Semangat Membangun Sultra

Penulis:Rinaldy

Published

pada

By

KENDARIMERDEKA.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi menyatakan, keberadaan patung Bung Karno di Sulawesi Tenggara menjadi salah satu instrumen untuk membangkitkan semangat kerja penuh dedikasi dan inovasi dalam membangun Sultra.

Hal itu merupakan salah satu poin yang dikemukakan Gubernur dalam sambutannya usai peresmian patung mantan Presiden Soekarno di Markas Korem (Makorem) 143 Halu Oleo, Sabtu (18/9/2021).

Cucu Bung Karno, putra dari Rachmawaty Soekarnoputri, Hendra Rahtomo, mewakili keluarga Bung Karno menghadiri peresmian patung yang terletak di Makorem.

Hadir pula dalam kegiatan itu Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas, Komandan Korem 143 Halu Oleo, perwakilan Kapolda Sultra, dan Kepala BIN Daerah Sultra.

“Patung Soekarno sejatinya adalah representasi nilai semangat dan jiwa perjuangan anak Bangsa Indonesia,” kata Gubernur.

Untuk itu, lanjut Gubernur, sebagai anak bangsa, khususnya yang ada di Sultra, diharapkan bisa mewarisi semangat perjuangan, melahirkan ide, gagasan, pemikiran, cita-cita, dan pengabdian Bung Karno.

Gubernur menegaskan, kita harus berusaha menjadi warga negara yang meneladani cara berpikir dan bertindak Bung Karno dalam bentuk aksi nyata dengan memperkuat NKRI.

Kesadaran untuk lebih mencintai tanah air dan menjaganya sampai akhir hayat harus terus ditingkatkan. Rasa nasionalisme dan kepedulian menolong sesama juga perlu disuburkan.

“Jangan biarkan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu negeri dengan berbagai pengorbanan menjadi sia-sia. Jangan biarkan tangan-tangan jahil atau pihak yang tidak bertanggungjawab merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan biarkan negeri kita terkoyak, tercerai berai, terprovokasi untuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain,” papar Gubernur.

Di penghujung sambutannya, Gubernur mengajak semua elemen di Sultra agar memaknai patung Bung Karno dengan wujud nyata bekerja dan terus bekerja membangun Sultra dan Bangsa Indonesia agar menjadi lebih baik.

Sementara itu, dalam sambutannya, Hendra Rahtomo yang akrab disapa Romy Soekarno menyatakan bahwa patung Bung Karno ini janganlah dilihat dari aspek fisiknya, namun kita tangkap seluruh semangat perjuangannya.

“Sebab api perjuangan itulah yang menjadi daya gerak yang di satu sisi membangun persatuan dan kesatuan bangsa, namun pada saat bersamaan, membangun spirit kemajuan bagi Indonesia Raya,” ujar Romy Soekarno.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending