Connect with us

Pemerintahan

Gubernur Sultra: Tiga Sebab Kebijakan APBD 2021 Berubah

Penulis:Rinaldy

Published

pada

KENDARIMERDEKA.COM – Ada tiga penyebab yang membuat kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun Anggaran 2021 mengalami perubahan. Hal itu dikemukakan Gubernur Sultra dalam sidang paripurna di Gedung DPRD, Senin (21 September 2021) malam.

Dalam sidang yang mengagendakan Penjelasan Gubernur atas Rancangan Kebijakan Umum serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun Anggaran 2021, Gubernur mengatakan

perubahan kebijakan APBD dilakukan dalam rangka mengamankan pelaksanaan APBD hingga akhir Tahun Anggaran 2021.

“Selain itu, tetap menjaga pencapaian berbagai sasaran prioritas pembangunan daerah agar dapat mencapai target pembangunan daerah pada tahun 2023 sebagai akhir periode RPJMD Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2018-2023,” jelas Gubernur.

Baca Juga:  Polda dan Forkopimda Deklarasi Damai di Wilayah Sulawesi Tenggara

Sebab pertama, dikarenakan perubahan kebijakan pendapatan daerah. Dijelaskan, target pendapatan daerah mengalami perubahan yang sebelumnya sebesar Rp 4,158 triliun menjadi Rp 4,172 triliun.

Ada kenaikan target pendapatan sebesar Rp 13,743 miliar atau naik 0,33 persen. Perubahan tersebut berasal dari pendapatan asli daerah (PAD), yang bersumber dari lain-lain PAD yang sah, retribusi daerah, dan transfer pemerintah pusat.

Sebab kedua, adanya perubahan kebijakan belanja daerah. Awalnya, belanja dianggarkan sebesar Rp 5,235 triliun lalu mengalami perubahan menjadi Rp 5,158 triliun. Turun sebesar Rp 76,874 miliar atau 1,47 persen.

Perubahan belanja daerah tersebut antara lain berasal dari belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.

Baca Juga:  Gubernur Sultra Bangga Apriyani Jadi Ganda Putri Indonesia Pertama Raih Emas Olimpiade

Sebab ketiga, perubahan kebijakan pembiayaan daerah. Pada sisi penerimaan pembiayaan daerah mengalami perubahan semula sebesar Rp 1,101 triliun berubah menjadi Rp 1,011 triliun. Turun sebesar Rp 90,617 miliar atau minus 8,22 persen.

Penerimaan pembiayaan ini bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun anggaran sebelumnya dan penerimaan pinjaman daerah.

Sedangkan dari sisi pengeluaran pembiayaan daerah, tidak mengalami perubahan yaitu sebesar Rp 25 miliar. Pengeluaran pembiayaan ini dipergunakan untuk penyertaan modal daerah.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

Pemerintahan

Emak Emak Penjual di Konsel Antusias Sambut Kedatangan KSK

Penulis:Rinaldy

Published

pada

By

KENDARIMERDEKA.COM – Kandidat bakal calon gubernur (Cagub) Sultra, Kery Saiful Konggoasa (KSK) menyambangi emak-emak penjual di Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Jumat (15/10/2021). Kedatangannya pun disambut penuh antusias.

Kehadiran KSK di tengah para emak-emak penjual itu terjadi secara spontan. Awalnya, ia hanya akan melakukan perjalanan untuk menghadiri acara keluarga dari Sekda Konawe, Ferdinan Sapaan di Konsel.

Di perjalanan, orang nomor satu di Konawe itu kemudian menyempatkan diri menyambangi rumah kerabat. Tak jauh dari tempatnya singgah, terdapat jejeran kios tradisional. Di sana, tampak sejumlah emak-emak berjualan sayur, buah dan aneka jualan lainnya.

Begitu mengetahui KSK tak jauh dari tempat mereka berjualan, para emak-emak seketika kasak kusuk. Harap-harap cemas ingin bertemu KSK pun jadi pembicaraan mereka. Nama Bupati Konawe memang telah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat bawah sejak memantapkan diri untuk maju di Pilgub Sultra 2024.

Baca Juga:  APBD Perubahan Ditetapkan, Gubernur Wanti-Wanti Empat Hal ke OPD

Benar saja, tak lama setelah dari rumah kerabat, KSK dan rombongannya langsung menyambangi emak-emak itu. Para ibu rumah tangga itu pun tampak begitu antusias mereka segera berjejer menyambut kedatangan KSK.

Seperti biasa, KSK yang selama ini terkenal merakyat juga langsung menyapa para emak-emak dengan penuh antusias.

“ini mi gubernurku,” teriak emak-emak sembari melambaikan tangannya atas kedatangan KSK.

KSK pun langsung berdialog ringan dengan mereka. Mendengarkan penuh antusias tiap aspirasi yang di katakan para emak-emak itu. Suasananya sangat cair, karena pembawaan KSK yang begitu hangat ketika mengobrol.

Setelah puas berbincang dan berfoto barsama, tak lupa KSK memberikan tanda mata berupa uang tunai. Pemberian adalah upaya memberikan bantuan permodalan agar usaha yang dijalankan para emak-emak itu makin lancar.

Baca Juga:  Ali Mazi Resmi Jadi Ketua DPW Partai Nasdem Sultra Periode 2021-2026

Kunjungan KSK ke Konsel, selain menghadiri acara keluarga dari Sekda Konawe juga menghadiri pertandingan bola persahabatan. Laga itu dihelat di lapangan Andolo yang mempertemukan tim dari OPD Konawe dan OPD Konsel. Kegiatan itu, juga turut diikuti Sekda Konawe dan Konsel.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Pemerintahan

Nasehat Ibunda Jadi Pedoman Gubernur Memimpin Sultra

Published

pada

By

Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi mengungkapkan, nasehat ibundanya, almarhumah Hj. Wanazia binti Laumara, senantiasa mengilhami dirinya dalam memimpin Sultra. Nasehat-nasehat sang ibunda, layaknya pedoman yang memandu gerak langkahnya menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dan daerah Sultra.

Hal itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutannya pada acara ta’ziah hari ketujuh wafatnya sang ibunda di Pasarwajo, Kabupaten Buton, sulawesi tenggara Pada Kamis (14/10/2021). Acara ta’ziah ini juga digelar di kediaman ibunda di Kendari.

Sejumlah tokoh dan pejabat publik hadir pada kesempatan itu antara lain, anggota DPR Ri dari Sultra Hugua, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh beserta istrinya, dan perwakilan dari unsur Forkopimda Sultra.

Selain itu, sejumlah anggota DPRD Sultra juga hadir, antara lain La Ode Tariala, sejumlah bupati/walikota yakni Bupati Buton La Bakry, Walikota Baubau AS Tamrin, Bupati Buton Selatan La Ode Arusani, Bupati Muna Barat Ahmad Lamani, Bupati Buton Utara Ridwan Zakariah, dan Bupati Wakatobi Haliana.

Sekretaris Daerah Sultra Nur Endang Abbas hadir langsung di kediaman ibunda di Kendari dan terhubung secara daring. Pimpinan lembaga vertikal juga hadir baik secara langsung maupun daring. Sejumlah kepala OPD lingkup pemprov turut hadir di Pasarwajo.

Baca Juga:  Gubernur: Mendukung TNI Berarti Mendorong Percepatan Pemerataan Pembangunan

Tokoh masyarakat lainnya yang juga terlihat di acara tersebut antara lain mantan Bupati Buton Syafei Kahar dan Samsu Umar Abdul Samiun, serta mantan Wakil Bupati Buton Ali Laopa.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengenang ibunda sebagai sang motivator, yang terus memberikan dorongan, motivasi, dan nasehat-nasehat kebaikan dalam mengarungi dan menghadapi persoalan hidup.

“Khusus kepada saya pribadi sebagai anak tertua dari tujuh bersaudara, beliau terus memberikan petuah-petuah. Apalagi sejak saya terpilih sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara dari periode pertama (2003-2008) dan periode kedua sekarang ini (2018-2023), agar menjalankan tugas pengabdian dengan jujur, ikhlas, tekun, dan ulet,” papar Gubernur.

Nasehat-nasehat tersebutlah yang selalu mengilhami dan mengawal gerak langkah Gubernur dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat dan daerah sultra, serta bangsa dan negara.

Baca Juga:  Jaga Kestabilan Pangan Saat Covid-19, Pemprov Sultra Salurkan Pupuk Nonsubsidi

Dikatakan, sang ibunda adalah seorang ibu yang telah menjalankan tugasnya dengan sangat luar biasa. Ibu yang mengandung, berjuang melahirkan, merawat dan membesarkan anak-anaknya dengan penuh keihklasan, kesabaran, dan penuh kasih sayang.

“Beliau adalah panutan sejati. Dengan segala keterbatasan pada saat itu, terlebih sepeninggal ayah kami yang telah lebih dahulu dipanggil sang pencipta, beliau dalam suka dan duka terus sabar membimbing kami agar menjadi orang yang sukses dan dapat bermanfaat bagi keluarga, agama, masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Gubernur.

Dikatakan, siapapun pasti merasa bersedih dan tidak mudah menerima kenyataan kehilangan orang yang kita cintai. Secara pribadi, Gubernur merasakan betapa sedih dan beratnya kehilangan, terlebih sebelumnya pada bulan Juli lalu, sang istri tercinta, almarhumah Ibu Agista Ariany Bombay, juga dipanggil oleh sang khaliq.

Kehilangan dua sosok penting dalam hidup Gubernur adalah ujian yang amat berat. Namun, kata Gubernur, dirinya tidak bisa terus larut dalam kesedihan sebab masih mempunyai tanggung jawab besar sebagai orang tua bagi anak-anaknya, sebagai kakak dari adik-adiknya, dan tanggung jawab sebagai Gubernur,

Baca Juga:  Ali Mazi Resmi Jadi Ketua DPW Partai Nasdem Sultra Periode 2021-2026

“Saya harus tetap semangat menjalani kehidupan ini. Saya harus tegar dan terus konsen dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan oleh orang tua, masyarakat Sulawesi Tenggara, dan pemerintah kepada saya,” tegas Gubernur.

Di penghujung sambutannya, Gubernur mengharapkan dukungan semua komponen masyarakat agar terus memberikan dukungannya, sehingga Gubernur dapat melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya.

Gubernur juga memohon doa dan permintaan maaf dari seluruh keluarga dan masyarakat Sultra atas segala dosa dan kesalahan sang ibunda selama hidupnya, serta menyampaikan rasa terima klasih yang setinggi-setingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu sejak sang ibunda dirawat hingga pemakaman serta ta’ziah.

Seperti diketahui, ibunda Gubernur, Hj. Wanazia binti La Umara, berpulang ke rahmatullah pada Kamis malam, 7 Oktober 2021 lalu, setelah sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Bahteramas. Almarhumah wafat pada usia 80 tahun.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Pemerintahan

Gubernur Sultra Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Provinsi Kepulauan

Published

pada

By

KENDARIMERDEKA.COM – Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) memberikan penghargaan kepada Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi sebagai Tokoh Penggerak Provinsi Kepulauan. Penghargaan itu diberikan dalam Musyawarah Nasional (Munas) II Aspeksindo yang digelar di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, 8-10 Oktober 2021.

Gubernur Sultra dinilai sebagai tokoh yang telah berkontribusi terhadap pembangunan maritim Indonesia. Penghargaan itu diterima oleh Asisten I (Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat) Sekretariat Daerah Provinsi Sultra Ilyas Abibu.

Rencananya, Gubernur Ali Mazi akan menghadiri langsung Munas II Aspeksindo, dan sebelumnya juga telah dijadwalkan untuk memberikan arahan selaku Ketua Badan Kerja Sama (BKS) Provinsi Kepulauan. Namun ibunda Gubernur, Hj. Wanazia, berpulang ke rahmatullah pada Kamis (7 Oktober 2021) malam, sehingga terpaksa diwakili oleh Asisten I.

Baca Juga:  Polda dan Forkopimda Deklarasi Damai di Wilayah Sulawesi Tenggara

Melalui Asisten I, Gubernur menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Aspeksindo atas anugerah Aspeksindo Awards yang diberikan kepadanya.

“Tentu penghargaan ini dapat menambah spirit bagi kami untuk terus mengabdikan diri semaksimal mungkin, terus berupaya memberikan karya-karya terbaik sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kami demi memenuhi aspirasi dan kebutuhan rakyat Indonesia, khususnya pada delapan provinsi kepulauan dan 86 kabupaten/kota kepulauan,” ujar Gubernur.

Dikatakan, tujuan pembentukan Aspeksindo, yakni untuk memajukan kesejahteraan masyarakat kepulauan dan pesisir seluruh Indonesia, serta untuk menjaga kedaulatan maritim dan keamanan teritorial NKRI, sejalan dan searah dengan perjuangan BKS Provinsi Kepulauan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sultra juga mengajak seluruh gubernur anggota BKS Provinsi Kepulauan dan para bupati/walikota yang wilayahnya masuk cakupan daerah kepulauan, baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam BKS Provinsi Kepulauan, termasuk anggota Aspeksindo, untuk bahu-membahu memperjuangkan pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Daerah Kepulauan.

Baca Juga:  Gubernur: Mendukung TNI Berarti Mendorong Percepatan Pemerataan Pembangunan

“Perjuangan kita sudah mendekati puncaknya. Pengesahaan RUU Sareah Kepulauan tidak boleh ditunda lagi, karena menyangkut kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Mari membangun Indonesia dari daerah kepulauan, sebagaimana yang telah dicita-citakan oleh the founding father bangsa ini, Bapak Ir. Soekarno (Presiden Pertama RI), yang ingin mewujudkan negara Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan segala potensi yang dimiliki, menjadi poros maritim dunia.

Sebagai informasi, Aspeksindo merupakan organisasi kerjasama dan hubungan kemitraan antar Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir, serta sebagai penghubung antara Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir dengan Pemerintah pusat dan Industri/Swasta serta pihak lain baik dalam dan luar negeri.

Baca Juga:  Gubernur Sultra Bangga Apriyani Jadi Ganda Putri Indonesia Pertama Raih Emas Olimpiade

Aspeksindo didirikan pada tanggal 10 Agustus 2017 bersamaan dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) dalam Forum Kongres Nasional Maritim (Konasmi) yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI).

Organisasi ini dibentuk atas dasar hasil kesepakatan yang dideklarasikan oleh para kepala daerah (Gubernur, Wali Kota, dan Bupati) Kepulauan dan Pesisir seluruh Indonesia atau wakil masing-masing pemerintah daerah secara konstitusional dan demokratis.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending