Connect with us

Berita

Empat Kontainer Bantuan Sembako Muhaimin Iskandar Tiba di Sultra

Published

on

Bantuan Sembako Muhaimin Iskandar Tiba di Sultra

KendariMerdeka.com, Kendari – Empat kontainer bantuan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) dari Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar tiba di Kantor Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Tenggara, Jumat (15/5/2020). Distribusi sembako ini merupakan program DPP PKB yang dipimpin Gus Muhaimin dalam upaya penanganan dampak pandemi covid-19.

Ketua DPW PKB Sultra Jaelani menyatakan, sebagai upaya memutus menyebaran Covid-19 pemerintah pusat dan daerah telah menerbitkan berbagai kebijakan yang salah satunya adalah penerapan pembatasan interaksi sosial antar warga masyarakat (social distancing dan physical distancing).

Penerapan kebijakan tersebut telah menimbulkan efek berantai di bidang ekonomi masyarakat yang selama ini mengandalkan perputaran ekonominya dari pertemuan fisik dan interaksi langsung antar masyarakat seperti pedagang pasar, UMKM, transportasi public dan sebagainya.

Baca Juga:  PKB Dukung Aswadi Adam-Fahrul Muhammad di Pilkada Buton Utara

“Selain segmen di atas, penerapan social dan physical distancing juga
berpengaruh pada karyawan-karyawan pabrik atau perusahaan yang
terpaksa merumahkan dan/atau mem-PHK karyawannya karena sepinya aktivitas perusahaan,” katanya.

Untuk itu, DPP PKB hingga struktur hadir dan turut berpartisipasi menanggulangi ekonomi masyarakat yang terdampak kebijakan penanganan pandemic Covid-19 yang belum
dapat tercover oleh program pemerintah.

Ia menyebut, bantuan ini juga untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa makanan dan lauk pauk. Serta masyarakat dapat lebih tenang di bulan suci Ramadan serta memasuki Idulfitri tahun 2020 apabila penerapan kebijakan waspada Covid-19 masih berlangsung.

“Bantuan Sembako dari Muhaimin Iskandar (Gus AMI) ini, akan diberikan kepada masyarakat terdampak kebijakan penanggulangan Covid-19 dengan mengutamakan guru ngaji, guru madin, kiai kampung, korban PHK, konstituen PKB serta warga kurang mampu,” tuturnya.

Baca Juga:  DPW PKB Sultra Tempatkan Tangki dan Sabun Pencuci Tangan di Fasilitas Umum

Logistik ini jumlahnya kurang lebih 5 ribu paket berisi beras 10 Kg, gula 2 Kg, dan minyak goreng 2 Kg. Bantuan sudah diisi dalam paket dus dan akan didistribusi di 17 kabupaten/kota.

“Distribusi dilakukan berjenjang melalui DPP kepada DPW untuk selanjutnya didistribusikan oleh DPC bekerjasama dengan DPAC dan DPRt langsung kepada masyarakat,” imbuhnya.

Ia berharap, bantuan logistik ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada A.Muhaimin Iskandar (Gus AMI) atas kepeduliannya telah mendistribusikan bantuan logistik ke Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   

Berita

Dugaan Korupsi Bunga Deposito, Polda Sultra Diminta Periksa Kepala BPKAD

Penulis: Kur

Published

on

By

Ilustrasi.(INT)

KendariMerdeka.com, Kendari – Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Bumi Anoa Menggugat menggelar aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Sultra. Mereka menuntut transparansi dan keterbukaan Deposito bunga Pemerintah Sulawesi Tenggara yang diduga diselewengkan. Dana deposito dari tiga Bank Umum sebesar Rp 205 Miliar, bunganya diduga terdaat selisih dengan yang masuk ke Kas Daerah.

Dari hasil temuan BPK Sultra, audit ini menunjukan bahwa Pemrov Sultra telah melakukan deposito di tiga Bank yakni Bank BNI Rp 70 Miliar, BRI Rp 80 Miliar dan Mandiri Rp 55 Miliar. Total sebanyak Rp 205 Miliar dengan Bunga masing-masing 7 persen. Bunga tersebut hanya masuk ke kas Daerah sebanyak 2 persen 13,02 Miliar dan Rp 34,44Miliar yakni 5 persennya diduga mengalir ke rekening oknum.

Baca Juga:  DPP PKB Resmi Dukung Raup-Iskandar Zulkarnain Mekuo di Pilkada Konut

“Kami mendesak Kapolda sultra untuk menyelidiki kasus ini. Kepala BPKAD Sultra harus diperiksa, karena kasus ini sudah masuk di kejati namun sampai sejauh ini belum ada hasilnya” kata salah satu Aktivis bernama Awal dalam orasinya.

Sementara itu, dari hasil penelusuran, catatan kasus ini sudah pernah di laporkan di Kejaksaan Tinggi Sultra. Kasus tersebut pernah didalami oleh tim Intelejen Kejaksaan Tinggi Sultra, yakni terkait deposito duit yang diduga diselewengkan. Jaksa pernah melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak yang tau persoalan ini, hanya sayangnya tak jelas sampai saat ini.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading

Berita

Tidak Menggunakan Masker Saat Berpergian, Wanita di Kendari Dapat Hukuman Hafal Pancasila

Penulis: Redaksi

Published

on

By

KendariMerdeka.com, Kendari – Razia penggunaan masker kembali dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Kendari. Kali ini razia masker diikuti oleh sejumlah Personel Jajaran Satuan Lantas Polres Kendari. Razia menyasar para pengendara yang berkendara tanpa menggunakan masker. Nah, yang kedapatan mendapat peringatan denda.

Namun, dalam razia tersebut sejumlah masyarakat yang tak menggunakan masker dihukum dengan hukuman santun. Misalkan, diminta untuk bernyanyi dan menghafal Pancasila bagi wanita, namun untuk pria dihukum dengan diminta untuk Push up.

Hukuman yang dilakukan untuk memberikan peringatan, agar Para pengendara masyarakat Kota Kendari dapat patuh dengan protokol kesehatan. Apalagi, regulasi tentang penindakan masker telah ditetapkan dalam bentuk Peraturan Walikota.

Baca Juga:  DPC PKB Mubar Bagi Masker di Pelabuhan Tondasi dan Sembako

Dari pantauan Awak media, Satuan Pol PP dan kepolisian Polres Kendari menggelar razia dititik lampu merah MTQ. Puluhan masyarakat yang terjaring langsung diminta turun di kendaraannya. Jika tak menggunakan masker, pihak Sat Pol PP langsung menghukumnya. Nampak, terlihat seorang wanita diminta untuk menghafal Pancasila, lalu diminta untuk memakai masker jika beraktivitas di luar.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading

Berita

IUP Telah Mati, PT Trisula Tetap Menambang dan Menggarap Hutan Lindung di Konut

Penulis: Kur

Published

on

By

ILUSTRASI. (Int)

KendariMerdeka.com, Kendari – Masalah pertambangan di Sulawesi Tenggara memang tidak pernah habis, kali ini kenakalan PT Trisula Bumi Anoa yang beroperasi di Marombo cukup memprihatinkan. Pasalnya, Izin Usaha Pertambangan PT Trisula telah mati sejak 2016 lalu namun tetap menggarap nikel di Konawe Utara.

Koordinator Koalisi Rakyat Sulawesi Tenggara, Indra mengungkapkan, selain IUPnya yang telah mati PT Trisula juga menyerobot hutan lindung di Marombo Konawe Utara.

“IUP PT Trisula sudah mati. Tapi masih beraktivitas, dari penelusuran kami, PT Trisula juga menggarap hutan lindung di Marombo Konawe Utara,” bebernya, Jumat (11/9/2020).

Peran penegak hukum kata Indra perlu dipertanyakan. Pasalnya, PT Trisula secara terang terangan menggarap hutan lindung ditamba lagi IUP PT Trisula telah mati.

Baca Juga:  PKB Resmi Dukung Rusman Emba-Bahrun Labuta di Pilkada Muna

“Peran penegak hukum harus dipertanyakan. Kenapa PT Trisula bebas melakukan aktivitas ilegal di Konawe Utara,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Seksi Pemetaan Wilayah dan Penerbitan Izin Dinas ESDM Sultra Nining membenarkan IUP PT Trisula telah mati sejak 2016 lalu. Kata Nining, dari data ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara, lokasi IUP PT Trisula yang telah mati didominasi oleh hutan lindung.

“IUP PT Trisula sudah mati sejak 2016, mereka tidak bisa lagi beraktivitas. Apa lagi di wilayah IUP Trisula yang telah mati berada dalam kawasan hutan lindung,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya siang tadi.

Jurnalis media ini juga melakukan konfirmasi kepada Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara, Beni Raharjo, untuk PT Trisula kata Beni belum pernah mengajukan untuk pembuatan IPPKH. Untuk lokasi IUP PT Trisula, indikasi kuat dalam kawasan hutan lindung.

Baca Juga:  DPW PKB Sultra Tempatkan Tangki dan Sabun Pencuci Tangan di Fasilitas Umum

“Belum ada IPPKH, untuk pengajuan IPPKH juga belum pernah, IUP di Marombo memang masuk dalam kawasan hutan lindung, termasuk di IUP PT Trisula,” katanya.

Kapolda Sultra, Irjen Yan Sultra saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya belum memberikan komentar terkait dugaan aktivitas PT Trisula Bumi Anoa di Konawe Utara dalam kawasan hutan lindung.

Untuk diketahui, aktivitas PT Trisula berada disekitar wilayah IUP PT Bososi yang disegel oleh Bareskrim Polri karena diduga menyerobot hutan lindung. Ironisnya, PT Trisula juga menyerobot hutan lindung namun luput dari penegakan hukum Bareskrim Polri.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading
Advertisement        

ARSIP BERITA

Trending

Copyright © 2020 KendariMerdeka.Com

var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4392949,4,1,120,40,00011111']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })(); counter hit make