Connect with us

Berita

DPD POSPERA Resmi Laporkan Arya Sinulingga ke Polda Sultra

Penulis : Hamid

Published

on

KendariMerdeka.com, Kendari – Dewan pimpinan daerah (DPD) Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan Arya Sinulingga ke Polda Sultra sultra, senin 16 November 2020.

Laporan ini terpaksa dilayangkan setelah dalam waktu 3X24 jam, Staf Khusus Menteri BUMN tersebut tidak meminta maaf, maupun mengklarifikasi pernyataannya. Oleh karena itu, POSPERA melihat tidak ada niat baik dari Arya Sinulingga yang secara tendensius, memfitnah, menyebarkan kebencian dan mencemarkan nama baik organisasi POSPERA di media sosial WhatsApp. Dimana pada 5 November 2020 di WhatsApp Group MEMBANGUN NEGERI ada link berita yang isinya menuliskan PT TIMAH MERUGI. Arya Sinulingga mengkomentari link berita tersebut dengan kalimat “Banyak perusahaan yang komisarisnya Pospera selama lima tahun pada rugi semua…. bikin pusing memang”.

Kemudian, capture pernyataan Whatsapp Group tersebut kemudian beredar luas. Selanjutnya salah satu mantan Dewan Pengawas dari PENA 98 di salah satu Perum mencoba meminta klarifikasi dengan menanyakan hal pernyataan tersebut pada Arya Sinulingga. Arya Sinulingga kemudian menyebut contoh salah satu yang merugi adalah Perum DAMRI.

Dari pantauan, Laporan diterima langsung bagian unit sabet Direktorat Reserse kriminal khusus (DITRESKRIMSUS) Polda Sultra melalui AIPDA Muh. Faizal, SH.
Usai melaporkan, ketua DPD POSPERA Sultra, Hartono menjelaskan bahwa, DPD pospera sangat serius terhadap permasalahan ini.

Terlebih, kata Hartono, bahwa karena tidak ada pernyataan maaf dan klarifikasi Arya Sinulingga, maka pihaknya berhak untuk menafsirkan bahwa dugaan pernyataan penghinaan, fitnah dan ucapan kebencian yang disampaikan Arya Sinulingga boleh jadi merupakan pernyataan Menteri BUMN.

“Mengingat posisi Arya Sinulingga adalah Staf Khusus merangkap Jubir Menteri BUMN dan Komisaris Holding BUMN INALUM yang diangkat oleh Menteri BUMN. Jika benar pernyataan Arya Sinulingga tersebut mewakili pernyataan Kementrian BUMN maka sungguh sangat disayangkan dalam situasi resesi ekonomi, maraknya Pandemi Covid-19, PHK massal, kerugian puluhan Triliun Rupiah di BUMN, Kementrian BUMN justru mencari kambing hitam atas kegagalannya dengan memecah-belah sesama anak bangsa dengan menyebarkan ujaran kebencian dan fitnah,” papar mantan Direktur Eksekutif Walhi Sultra ini.

Ia menambahkan bahwa laporan ini secara Nasional dilakukan 27 Polda di hari ini juga. Olehnya itu, Hartono berharap Kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan mereka.

“Dan atas tindakannya tersebut kami melaporkan Sdr. ARYA SINULINGGA ke Pihak Kepolisian atas dugaan telah melanggar Pasal 27 ayat 3 Jo. Pasal 45 ayat 3 UU ITE Jo. Pasal 28 ayat (2) UU ITE Jo. Pasal 310 Jo. Pasal 311 KUHP. Bahwa dengan Laporan ini Kami meminta kepada Pihak Kepolisian RI untuk dapat secara Profesional menindak Sdr. Arya Sinulingga atas perbuatannya, karena telah menimbulkan kemarahan kepada seluruh Anggota Pospera di Seluruh Indonesia,” tegasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

983 Orang Lulus Berkas di Devisi Crew Umum PT VDNI

Published

on

By

Kepala Bagian (Kabag) Humas, dan Protokoler Pemda Kabupaten Konawe, Sukri Nur

KendariMerdeka.com, Konawe – Pemerintahan Kabupaten Konawe mengumumkan hasil seleksi devisi crew umum di PT VDNI.

Kepala Bagian (Kabag) Humas, dan Protokoler Pemda Kabupaten Konawe, Sukri Nur mengungkapkan, sebanyak 983 orang yang lulus berkas, dan pemanggilan untuk mengadakan tes di RSUD konawe, Kamis (19/11/2020).

Lihat jadwal dibawah ini !

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading

Berita

Seorang TKA Pekerja Kontraktor OSS yang Meninggal Sudah Bekerja di Morosi Sejak bulan Januari

Penulis : Hamid

Published

on

By

KendariMerdeka.com – Seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) berusia 54 tahun yang bekerja untuk kontraktor yang dipekerjakan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) meninggal dunia pada Jumat, 13 November 2020 di IGD RS Bahteramas, Kendari, dengan penyebab kematian penyempitan pembuluh darah di otak.

“Pekerja tersebut berasal dari Shandong, China, sudah berada di Kawasan Industri Morosi sejak 14 Januari 2020 untuk bekerja di kawasan PLTU dan tidak pernah meninggalkan kawasan pabrik karena yang bersangkutan tinggal di asrama karyawan milik PT OSS,” tulis keterangan resmi dari PT VDNI dan OSS yang diterima wartawan pada Kamis (19/11).

Berdasarkan keterangan resmi dari perusahaan, pada tanggal 12 November 2020 yang bersangkutan merasakan sakit dan kemudian dilarikan ke RS Dr Ismoyo Kendari (RS Korem) pada pukul 22.40 WITA, setelah sempat jatuh dari tempat tidur. Sesuai protokol di RS Korem, dilakukan rapid test kepada yang bersangkutan, dengan hasil non-reaktif.

Yang bersangkutan sempat diberikan bantuan oksigen dan pernapasan, hingga kemudian dirujuk ke RS Bahteramas Kendari pada tanggal pukul 22.40 WITA karena pertimbangan peralatan yang lebih lengkap dan riwayat penyakit yang dimiliki yaitu masalah pada jantung dan gangguan pernapasan (asma).

Ketika dirawat di RS Bahteramas, sesuai protokol dilakukan tes PCR atau polymerase chain reaction kepada yang bersangkutan pada tanggal 13 November 2020 pukul 00.30 WITA. Yang bersangkutan kemudian meninggal dunia pada 13 November 2020 pukul 04.05 WITA. Menurut keterangan dokter yang bertugas, seperti tertera dalam pernyataan resmi perusahaan, penyebab kematian adalah penyempitan pembuluh darah di otak.

Setelahnya diketahui bahwa hasil tes PCR yang dilakukan menunjukkan hasil positif virus SARS-CoV-2. Penanganan jenazah oleh RS Bahteramas kemudian dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan. Jenazah langsung dikremasi pada tanggal 13 November 2020 sore.

Merespon hal tersebut, pihak kontraktor yang mempekerjakan TKA tersebut untuk PT OSS berinisiatif untuk memperketat sistem kerja mereka dan melakukan tes rapid massal kepada seluruh pekerjanya sejak tanggal 14 November 2020.

Juru Bicara PT VDNI dan PT OSS, Dyah Fadilat menyampaikan, pihak perusahaan akan terus mengawal kasus ini dan melakukan sterilisasi Kawasan Industri, salah satunya dengan untuk sementara waktu mencegah karyawan atau Pekerja Harian Lepas (PHL) yang tidak tinggal di dalam asrama masuk ke dalam area Kawasan Industri.

“Sebagai bagian dari upaya untuk mencegah kemungkinan terburuk, dan mempertimbangkan tidak semua pekerja yang ada di Kawasan Industri tinggal di dalam asrama, maka perusahaan memutuskan untuk membatasi aktivitas karyawan yang tidak tinggal di dalam asrama. Hal ini akan berlaku hingga nanti kembali dilakukan tes massal kepada seluruh pekerja dan hasilnya dipastikan aman untuk beraktivitas kembali,” tambah Dyah.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading

Berita

Pemkab Konawe Aktifkan Belajar Tatap Muka di Sekolah Mulai Pekan Depan

Penulis : Raimudin

Published

on

By

KendariMerdeka.com, Konawe – Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa akan membuka sekolah pekan depan, dengan pembelajaran tatap muka baik tingkat SMP, SD dan TK. Hal ini disampaikan usai menyerahkan bantuan peralatan kewirausahaan tenaga kerja mandiri di Dinas trasmigrasi dan tenaga kerja kabupaten Konawe, Selasa (17/9/2020).

Kery saiful Konggoasa mengaku, mulai perihatin terhadap kondisi pendidikan saat ini di masa pandemik civid-19 kurang efektif dalam proses pembelajaran. Kata dia, selama ini tidak berjalan dengan efektif, sehingga anak-anak didik akan semakin bodoh tinggal dirumah.

Buupati Konawe dua periode ini, akan mengkordinasikan pihak dinas pendidikan agar proses tatap muka pekan depan dapat di laksanakan, serta akan berkoordinasi dengan gugus penanganan Covid-19 di Konawe.

“Kita inginkan, proses belajar pekan depan sudah bisa tatap muka,”tutur Kery.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe, Suriyadi mengatakan hal yang sama. Dia sangat mendukung instruksi Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa. Walaupun dalam bentuk lisan ini akan segera membuatkan regulasi sebagai dasar dalam membuka kembali sekolah yang ada di konawe, tetapi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (Prokes).

Kata Suriyadi, apa yang disampaikan Kery, Dinas pendidikan juga berpikiran yang sama. Bahwa anak murid tetap menjadi tanggung jawab bersama baik orang tua maupun pihak sekolah. Dia akan menjamin kesiapan pihak sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan di masing masing sekolah, mulai dari ketersediaan Prokes nya, mulai dari masker, hand sanitiser, gardu tempat cuci tangan dan thermo Gun.

“Begitu masuk lingkungan sekolah, baik murid termasuk guru dan pegawai sekolah lainnya, siapapun itu, begitu masuk pekarangan sekolah langsung cek Suhu, masalah jarak dalam ruang kelas, kita akan bagi jarak sesuai dengan protokol Kesehatan, sehinga mekanisme aturannya tinggal satuan pendidikan yang akan mengatur nya sesuai Prokes Kesehatan,”tutupnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading
Advertisement        

ARSIP BERITA

Trending

Copyright © 2020 KendariMerdeka.Com

var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4392949,4,1,120,40,00011111']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })(); counter hit make