Connect with us

Peristiwa

Dinding Bocor, Kapal Pencari Ikan di Pulau Batu Atas Terjebak di Laut Banda

Penulis: Ebi
Editor: Ahmad

Published

on

KendariMerdeka.com – Sebuah kapal pencari ikan dengan Rute Pulau Batu Atas-Pulau Buru, mengalami kecelakaan di Perairan Wakatobi, Selasa (2/6/2020). Kapal berpenumpang 7 orang itu, dilaporkan mogok sekitar pukul 11.40 Wita.

KM Dua Putri dengan ukuran GT 26, mengalami kecelakaan di tengah laut lepas. Jarak antara daratan Wakatobi dan lokasi kecelakaan, sekitar 23 Nautical Mile.

Kepala Kantor Basarnas Kendari melalui Humas Wahyudi menyatakan, pihak POS SAR Wakatobi sudah bergerak ke lokasi kecelakaan begitu mendapat laporan. Tim mengerahkan satu Rigid Inflatable Boat (RIB) bersama dengan Pos TNI Angkatan Laut Wanci dan Pos Pol Air Wanci.

“Ketinggian gelombang 2,5 meter sampai 4 meter, cuaca cerah,” ujar Wahyudi.

Baca Juga:  Asyik Berenang, Bocah 10 Tahun di Kolaka Tenggelam di Empang

Dia mengatakan, laporan awal diterima oleh Pos SAR Wakatobi oleh kerabat awak kapal. Seorang warga bernama Yusri datang melaporkan musibah itu.

“Sekitar 15 menit, kami langsung ke TKP. Soal perkembangan selanjutnya, kami akan kabarkan,” pungkas Wahyudi.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   

Peristiwa

BNNP Sultra Tangkap Bandar Narkoba Lintas Provinsi

Penulis: Hamid

Published

on

By

KendariMerdeka.com, Kendari – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra), menangkap seorang Residivis narkoba berinisial, AR (22), beserta barang bukti, 13 bungkus sabu, dengan total berat, 259,65 gram, pada Rabu, (8/7/2020) pada pukul 13.30 Wita.

AR, dibekuk di kediamannya, di Jalan Jendral Ahmad Yani, Lorong Ilmiah, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari.

Kepala BNNP Sultra, Ghiri Prawijaya mengatakan, penangkapan AR, berawal dari laporan masyarakat, dimana tersangka AR akan melakukan transaksi di Bandara Haluoleo.

“Awalnya kami menerima info, kalau tersangka akan transaksi sabu di Bandara Haluoleo pada Rabu, (8/7). tapi tersangka berhasil lolos. Selanjutnya kami melakukan pemantauan dirumah target dan kami memutuskan langsung melakukan penggerebekan dikediamannya, pada saat penggeledahan kami menemukan 13 bungkus yang berisi Narkotika jenis Sabu,” ujar Ghiri dalam press rilisnya di kantor BNNP Sultra, Selasa (14/7/2020).

Baca Juga:  Lima Hari Melakukan Pencarian, Tim SAR Belum Temukan Nelayan Hilang di Perairan Cempedak

Dari hasil pengembangan belakangan diketahui, tersangka AR, merupakan seorang residivis narkoba, yang masih berstatus mahsiswa di perguruan tinggi Kota Kendari.

“Tersangka ini berstatus mahasiswa. Dia juga salah satu residivis narkoba yang baru keluar dari Rutan Kelas ll Kendari, Januari, 2020, Lalu,” ungkapnya.

Barang Bukti Narkoba Hasil Tangkapan BNNP Sultra.

Kepala BNNP itu mengatakan, berdasarkan pengakuannya AR mengakui barang haram tersebut, diperolehnya dari seorang bandar asal Jakarta, dengan sistem transaksi menggunakan telepon seluler.

Giri juga mengatakan selain mengedarkan Sabu, tersangka juga turut menggunakan barang haram tersebut.

“Yang pasti dia distributor disini, kenapa distributor karena dia tangan pertama yang terima barang itu dari luar, dan setelah kami lakukan tes urine, hasilnya positif sabu,” pungkasnya

Baca Juga:  Enam Hari Terombang Ambing, Nelayan Konkep Ditemukan di Konsel

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 114 dan 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana 20 tahun penjara.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading

Peristiwa

Mahasiswa Lempari Telur Busuk dan Kotoran Ternak di Kantor Imigrasi Kendari

Penulis: Hamid

Published

on

By

KENDARIMERDEKA, KENDARI – Kesal dengan sikap Imigrasi Kendari terhadap kedatangan Tenaga Kerja Asing di Sulawesi Tenggara, Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Pemuda Mahasiswa Sultra Bergerak (PPMSB) melakukan pelemparan telur busuk dan kotoran sapi di Kantor Imigrasi, Selasa, (7/7/2020).

Akibat aksi pelemparan itu, Polisi yang berjaga di didepan kantor imigrasi turut terkena percikan telur busuk yang dilemparkan masa aksi.

Sebelum aksi pelemparan itu, masa aksi yang tergabung dalam PPMSB, sempat melakukan perundingan dengan pihak kepolisian, mereka menuntut agar Kepala Imigrasi Kelas 1 A, Hajar Aswad, keluar dan menemui masa aksi, tak kunjung di temui, masa aksi lantas meluapkan kekesalanya dengan melemparkan telur busuk dan beberapa kantong plastik berisikan kotoran sapi.

Baca Juga:  Warga Konsel Hanyut Saat Memancing di Areal Tambang

Koordinator aksi, Awal, mengatakan pelemparan ini mereka lakukan untuk menggambarkan betapa bobroknya Imigrasi di Indonesia khususnya Sultra.

“Hari ini Kami tidak menuntut banyak, kami hanya meminta transparasi dokumen untuk di perlihatkan di depan media dan di depan khalayak terkait berkas dokumen yang dimiliki 500 TKA China,” tukas Awal dalam orasinya.

Sampai berita ini diterbitkan, massa aksi terus melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Imigrasi Kelas IA TPI Kendari.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading

Peristiwa

Sempat Hilang, 43 Pendaki Asal Kendari Ditemukan Selamat

Published

on

By

KENDARIMERDEKA, Konut – Sempat dikabarkan hilang saat mendaki menuju permandian air terjun Lamesou Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), dua kelompok pendaki asal Kendari berhasil ditemukan Tim SAR dalam keadaan selamat Senin, (6/7/2020).

Proses pencarian dua kelompok pendaki asasl Kota Kendari itu, akhirnya dinyatakan selesai dan ditutup setelah ditemukannya 30 orang pendaki terakhir yang terjebak di Sungai Lameosu, Kecamatan Lasoslo Kabupaten Konawe Utara.

“ya, kami sudah temukan seluruh korban, dan tadi ada satu pendaki yang kena hipotermia, itu pasti karena diguyur hujan semalam,”papar kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi.

Dari Ke 43 pendaki tersebut, diketahui terbagi menjaidi dua kelompok, dimana kelompok pertama yang berhasil dievakuasi beranggotakan 15 orang, ditemukan berjarak sekitar 8,58 km, dari posko Desa Awali dan langsung langsung dievakuasi pada pukul 10.15 Wita.

Baca Juga:  Nelayan Hilang Saat Mencari Ikan Di Perairan Kaledupa

Kelompok dua berjumlah 33 orang, berhasil ditemukan, setelah Tim SAR menyusuri sekitar 2,77 km sungai Lamesou, dan lnagsung dievakuasi menuju posko SAR pada pukul 10.30 Wita.

Tim Sar gabungn yang diberangkatkan sejak pukul 02.00 Wita, akhirnya tiba diposko SAR, Desa Lamemtono bersama seluruhan korban pada pukul 10.30 bersama satu orang atas nama, Randi yang mengalami hipotermia dan langsung dievakuasi menuju puskesmas lasolo untuk mendapatkan penanganan medis

“karena seluruh korban sudah dievakuasi jadi proses pencarian kita nyatakan selesai dan ditutup,” pungkas Aris.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Continue Reading
Advertisement        

ARSIP BERITA

Trending

Copyright © 2020 KendariMerdeka.Com

var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4392949,4,1,120,40,00011111']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })(); counter hit make