Connect with us

Berita

Dinas Koperasi dan UMKM Sultra Bentuk Pendamping KUR Siap Modali Pelaku UKM Hingga Rp 500 Juta

Penulis:Rinaldy

Published

pada

KENDARIMERDEKA.COM, KENDARI – Kepala Dinas Koperasi melalui Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), La Isnain Lakimi mengatakan saat ini instansinya telah membentuk pendamping Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal itu sesuai arahan dari Kementerian Koperasi dan UMKM.

Proses pembentukan pendamping sudah berjalan kurang lebih tiga bulan. Meski begitu, para pendamping KUR telah memberi hasil yang positif. Pendamping KUR ini cukup pembantu penguatan modal para pelaku-pelaku UKM.

“Secara teknis memang para pelaku koperasi dan UMKM yang menginginkan modal itu lebih mudah lewat para pendamping KUR ini. Mereka itu yang urus berkas dari A sampai Z lalu disampaikan ke bank. Makanya sangat kita butuhkan dan jadi salah satu program andalan kita,” ungkap La Isnain.

Baca Juga:  Pemprov dan Surya Institut Siap Tingkatkan Kualitas SDM Pelajar di Sultra

Namun untuk di Sultra ini lanjut La Isnain, pendamping KUR masih terbatas hanya ada di Kota Kendari. Total ada 11 orang yang di-SK-kan oleh Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM.

Di tempat yang sama, salah satu pendamping KUR, Arwah menjelaskan salah satu tugasnya adalah memfasilitasi para pelaku UMKM untuk mendapatkan akses di perbankan. Sebab masyarakat biasanya tidak berurusan di bank karena tidak berani berurusan; karena banyak aktivitasnya; dan karena tidak mau meminjam di bank.

“Nah yang kita fasilitasi itu yang tidak berani ini dan yang banyak aktivitasnya. Misalnya, kalau banyak aktivitasnya maka urusan berkas apa semua kita yang uruskan,” ujar Arwah.

Baca Juga:  Usai Karung Beras Bergambar Ali Mazi Menuai Sorotan, Wartawan Dilarang Meliput di Rujab

Besaran pinjaman KUR yang dapat difasilitasi oleh pendamping KUR ini adalah Rp10 juta sampai Rp500 juta. Arwah mengungkapkan selama ini yang banyak difasilitasi adalah pinjaman KUR Rp10 sampai Rp50 juta, tapi ada juga yang sampai Rp350 juta.

Dia menjelaskan kelebihan dana KUR ini adalah tanpa agunan, persyaratannya gampang, dan berkasnya diantarkan langsung oleh pendamping KUR pada penyalur yang dituju sehingga tidak menyita waktu pelaku UMKM.

“Jadi setelah kita uruskan, kita suruh perbankan hubungi saja mereka (pelaku UMKM), jangan hubungi kita. Nah setelah cair bahkan ada yang menelpon mau kasi sesuatu tapi kita tolak karena kita ini dihonor oleh kementerian,” tutupnya.

Baca Juga:  Polda dan Forkopimda Deklarasi Damai di Wilayah Sulawesi Tenggara

Facebook Comments

Berita

DPW LIRA Sultra Sebur Izin PT Tiran Indonesia Lengkap

Penulis : Rinaldy

Published

pada

By

Gubernur LIRA Sultra, Karmin SH

KENDARIMERDEKA.COM, KENDARI – Dari hasil penelusuran berbagai sumber tentang legalitas perizinan pertambangan PT Tiran Indonesia, Dewan Pimpinan Wilayah Lumbung Informasi Rakyat (DPW LIRA) Sulawesi Tenggara mendapatkan informasi bahwa perizinan Tiran Indonesia lengkap.

Hal itu diungkapkan langsung Gubernur LIRA Sultra, Karmin SH. Menurutnya, semua pihak harus sama-sama menghormati keputusan tersebut.

Lanjut dia, terkait adanya izin terminal khusus (Tersus) yang menjadi polemik selama ini telah diberikan sepenuhnya oleh kedua belah pihak yaitu antara Pemerintah Provinsi (Pemprov Sultra) melalui Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dan Provinsi Sulawesi Tengah melalui Kabupaten Morowali.

“Jadi kami harapkan PT Tiran Indonesia tetap bisa segera bekerja seperti biasa, tidak boleh ada pihak yang menghalangi lagi agar bisa selalu memberikan kontribusi nyata ke negara dan daerah,” katanya, Rabu (18/5/2022).

Karmin juga membeberkan, LIRA Sultra harus jujur memberikan tanggapan atau masukan secara obyektik kepada publik agar tidak ada saling sandra dan mencederai dalam komplit kepentingan di lokasi tersebut yang berujung saling melaporkan.

“Intinya kita ingin ada investasi dan taat terhadap tata cara melakukan penambangan, terutama di sektor dampak lingkungan. Karena nantinya jika ada dampak positif pasti masyarakat yang merasakan,” ujarnya saat ditemui disalah satu Warkop di Kota Kendari.

Selain itu dia juga mengatakan dari hasil penelusuran LIRA Sultra bahwa PT Tiran Indonesia selama ini beraktifitas secara utuh telah memenuhi dari segi perizinan maupun ketaatan dalam sektor lingkungan.

“LIRA Sultra berpandangan tidak ada lagi alasan untuk menghalang-halangi aiktifitas pertambangan PT Tiran Indonesia,” tutupnya.

Facebook Comments
Continue Reading

Berita

Izin Tersus/Jety PT Tiran Indonesia Lengkap

Penulis : Rinaldy

Published

pada

By

Humas PT Tiran Indonesia, La Pilli

KENDARIMERDEKA.COM, MOROWALI – Izin pengoperasian Terminal Khusus (Tersus) PT Tiran Indonesia yang berada di wilayah Desa Matarape, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali dinyatakan lengkap.

Hal itu tertuang dalam surat izin Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dengan nomor Nomor KP 667 Tahun 2018 tentang Penetapan Lokasi Terminal Khusus Pertambangan niji nikel PT Tiran Indonesia.

Kelengkapan Dokumen Administrasi Terminal Khusus PT Tiran Indonesia sebagai berikut, pertama Surat Ijin Pembangunan Tersus dengan Nomor A.258/AL.308/DJPL/E, dan kedua Surat ijin pengoprasian tersus  no.A.382/AL.308/DJPL/E.

Demikian juga terkait pembayaran pajak di Morowali PT Tiran Indonesia telah menyelesaikan semua kewajibannya dalam pembayaran pajak. Ini bukti keseriusan PT Tiran

Terkait adanya perbedaaan pandangan yang terjadi, hal tersebut telah diselesaikan. Tim Pemda dari Morowali dan PT Tiran telah melakukan kesepakatan bersama dan saling memahami melalui rapat bersama antara Pemerintah Daerah Morowali  dengan PT Tiran Indonesia pada Jumat, 22 April 2022.

Dalam rapat tersebut turut dihadiri oleh Pemda Morowali, antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra Ir. Muh Rizal Baduddun, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Morowali Drs. Harsono Lamusa, Kepala Bidang Pertanahan Morowali Asep Haeruddin. S.Hut, Kepala Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan Morowali Firdaus Habibie Ya’u S.Hut.

Sementara dari pihak PT Tiran Indonesia dihadiri oleh Direktur Operasional Mayjen TNI Purn Iskandar, Deputi Mining Andi Karyadi serta Kepala Teknik Tambang Muhammad Saleh.

Dengan adanya kesepakatan serta sikap saling memahami tersebut, Humas PT Tiran Indonesia, La Pilli meminta kepada semua pihak untuk mendukung hal tersebut karena diketahui, PT Tiran sangat patuh pada perundang-undangan yang ada.

“PT Tiran Indonesia saat ini telah mempekerjakan 2.000 tenaga kerja dan menghidupi 8.000 keluarga pekerja. Dan semua tenaga kerja tersebut merupan pribumi asli. Jadi kontribusi PT Tiran Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat pribumi dan lokal patutlah diperhatikan,”katanya.

Lebih lanjut, La Pilli juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada Bupati Morowali dan Konawe Utara, Ketua DPRD Morowali, Kapolres Konut dan Morowali serta Dandim atas kerjasama serta keberpihakannya terhadap pembangunan daerah serta pengingkatan kesejahteraan masyarakat lokal di daerah tersebut.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dan kebijakan publik dari Pusat Kajian Politik dan Kebijakan Publik (PKPK), Muh Saiful menuturkan seharusnya investasi yang dilakukan oleh investor pribumi seperti PT Tiran Indonesia selayaknya mendapat ‘karpet merah’ dan  dukungan penuh dari semua pihak.

“Ini sangat berkaitan dengan kontribusi serta kepentingan rasa nasionalisme merah-putih serta nilai-nilai konstitusional demi kesejahteraan masyarakat di daerah investasi tersebut,” sebut Muh Saiful.

Muh Saiful mengingatkan agar jangan ada perlakuan diskriminatif terhadap investor pribumi yang ingin membangun kesejahteraan rakyat lokal.

“Patut diingat, investor pribumi pastilah punya keberpihakan besar kepada masyarakat sekitarnya di banding investor asing. Komitment investor pribumi lebih kuat terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. Ini yang harus diingat,” tegasnya.

Laporan : Renaldy

Facebook Comments
Continue Reading

Berita

Giat Amal IMI Sultra di Ramadhan, Berbagi Bersama Anak Yatim dan Santuni Keluarga Almarhum Kuntet

Published

pada

By

KENDARIMERDEKA.COM, KENDARI – Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia Sulawesi Tenggara (IMI Sultra) menggelar giat berbagi dengan memberikan santunan kepada keluarga tokoh otomotif Sultra yang telah meninggal dunia, di pelataran tugu eks MTQ Kendari, Rabu (27/04/2022).

Mereka yang menerima santunan yakni keluarga Almarhum Kuntet Alika yang meninggal dunia saat mengikuti balapan di Kabupaten Muna pada maret 2022 lalu, dan keluarga dua mantan sekretaris IMI Sultra.

Ketua Pengprov IMI Sultra, Anton Timbang mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan IMI yang salah satunya bertujuan untuk membantu dan memberikan semangat moril bagi para keluarga tokoh otomotif yang telah berpulang atau meninggal dunia.

Baca Juga:  BIN Sultra Bagikan Paket Sembako di Tiga Kabupaten

“Selain itu kita juga menyerahkan bantuan paket sembako sebanyak 110 paket kepada tiga panti asuhan yang ada di kota kendari, dan sekaligus kegiatan ini dilanjutkan dan dirangkaikan dengan buka bersama para pengurus,” kata Anton Timbang.

Sementara itu salah seorang pengurus pondok pesantren, Muhammad Ridwan berharap kegiatan berbagi IMI itu dapat terus dilakukan sebagai upaya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan khususnya bagi anak yatim di pondok-pondok pesantren.

“Semoga dengan kegiatan berbagi ini, IMI Sultra dapat diberi kelancaran, dan juga dapat membina dan membesarkan kegiatan-kegiatan otomotif di sultra,” ucapnya.

Facebook Comments
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending