Connect with us

HUKRIM

Diduga Serobot Hutan Lindung, PT Trisula Disegel Polda Sultra

Penulis : Kym

Published

on

KendariMerdeka,Kendari – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara melakukan penyegelan terhadap aktivitas ilegal PT Trisula Bumi Anoa di Konawe Utara, Selasa (22/12/2020). Pasalnya, PT Trisula diduga telah menggarap hutan lindung untuk menghasilkan nikel di bumi oheo tersebut.

Dirreskrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Heri Tri Maryadi SH MH mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa operator karyawan PT Trisula saat beraktivitas di wilayah Marombo tersebut.

“Kami baru saja memeriksa operator di lapangan untuk menentukan tersangka,” terangnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 28 Desember kemarin.

Heri membeberkan, ada beberapa barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihaknya. Pekan depan kata Heri, Penyidik akan menentukan siapa tersangka dalam kasus ini.

Baca Juga:  IUP Telah Mati, PT Trisula Tetap Menambang dan Menggarap Hutan Lindung di Konut

“Kami berhasil amankan barang bukti berupa 9 alat berat, 7 dump truck, dan 23 tumpukan ore nikel,” bebernya.

“Setelah kami memeriksa semua saksi dan direksi PT Trisula. Kami akan menentukan siapa tersangka,” jelasnya.

Data yang dihimpun media ini, perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah Morombo tersebut diketahui pernah melakukan operasi produksi dengan dasar IUP tahun 2014 kemudian dibekukan oleh Kementerian ESDM. Tetapi secara diam-diam PT Trisula kembali melakukan aktivitas dengan luas lahan 156 hektar.

Diketahui, lokasi IUP PT Trisula tersebut tumpang tindih dengan wilayah PT Antam dan didominasi oleh hutan lindung. (Kym)

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

Berita

Ombudsman Minta Menteri Nadiem Eksekusi Plagiat Rektor UHO

Penulis : kym

Published

on

By

KendariMerdeka.com – Nampaknya kasus dugaan Plagiat karya ilmiah yang menyeret nama Rektor Universitas Haluoleo, Prof. Muhamad Zamrun Firihu belum usai. Ombudsman Sultra yang telah menyerahkan hasil laporan pemeriksaanya ke Kementerian Riset dan Teknologi RI, belum juga mengeksekusi hal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Ombudsman berdasar sebuah laporan, dinyatakan kemiripan karya ilmiah Rektor Universitas Haluoleo tak bisa ditawar lagi. Mulai dari kata pengantar, abstrak dan penutupnya sama. Bahkan, seorang anak TK pun tau, jika karya tersebut adalah karya yang diciplak. Hal ini disampaikan oleh Komisioner Ombudsman RI, La Ode Ida.

“Saya sudah tidak perlu bicara soal ini. Karena ini sudah menjadi prodak Ombudsman. Kalau mau lihat hasil pemeriksaan kami, silahkan cek di Perwakilan. Ini jelas, Plagiat. Dan kami sudah menyerahkan ini ke Kemenristek Dikti,”tutur La Ode Ida

La Ode sebetulnya kecewa dengan hal tersebut. Karena perbuatan plagiat adalah hal yang mencoreng nama baik akademisi. Dia berharap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang membawahi Kemenristekdikti saat ini berbeda dengan Menteri sebelumnya. Pak Nadiem Makarim kata La Ode lebih profesional dalam urusan pelanggaran. Dia beraharap mengeksekusi hasil dari rekomendasi Ombudsman mengenai dugaan Plagiat dari Rektor UHO.

Baca Juga:  IUP Telah Mati, PT Trisula Tetap Menambang dan Menggarap Hutan Lindung di Konut

“Kalau Pak Mendikbud saat ini lebih profesional. Dibanding dulu pak Nasir yang menduduki jabatan Menristekdikti,”tutur La Ode.

Untuk diketahui, Dugaan plagiat karya Zamrun ditemukan dalam sejumlah jurnal yang dipublikasikan secara internasional, di antaranya karya berjudul Microwaves Enhanced Sintering Mechanisms in Alumina Ceramic Sintering Experiments (2016), dimuat dalam Jurnal Contemporary Engineering Sciences, Vol. 9, 2016, No.5, 237-247 Hikari Ltd.

Diduga kuat karya tersebut menciplak hasil penelitian Joel D. Ketz dan Roger D. Biake yang dimuat pada jurnal Proceeding of the Microwave Symposium, ACS Spring 1991 Meeting American Ceramic Society dengan judul, Microwave Annanced Diffusion (1991).

Berikut adalah tiga judul karya ilmiah dari guru besar ilmu fisika itu yang diperiksa oleh pihak Ombudsman:

Baca Juga:  Lima Surga Tersembunyi di Pulau Muna yang Jarang Diketahui

1. Microwaves Enhanced Sintering Mechanisms in Alumina Ceramic Sintering Experiments.
Smiley face

2. 2.45 GHZ Microwave Drying of Cocoa Bean.

3. Role of Triple Phonon Excitations in Large Angle Quasi-elastic Scattering of Very Heavy Mass Systems.

Untuk diketahui sebelumnya, langkah yang dilakukan Ombudsman adalah pemeriksaan dokumen, permintaam keterangan pelapor, dan meminta pendapat para ahli, yakni Dr V Henry Soelistyo Budi, Prof Dr Agus Sardjono, Rahayu Suriati Hidayat, Bambang Trimansyah, Rocky Gerung, dan Prof Zaki Su’ud. Rocky menilai plagiat adalah kemaksiatan dalam dunia akademik.

Maka dari semua langkah itu kemudian Ombudsman membuat simpulan bahwa karya ilmiah Zamrun merupakan bentuk plagiat terhadap karya ilmiah lainnya. Ombudsman juga menyoroti Kementerian Ristek Dikti yang dipimpin Menteri M Nasir.

Zamrun dinyatakannya melanggar kode etik profesi pendidik yang menjunjung tinggi profesionalitas dan integritas intelektual. Menristek Dikti M Nasir dinilainya melakukan pengabaian terhadap laporan sebagian sivitas akademika UHO terkait plagiarisme Zamrun, maka Nasir dinilainya melanggar UU tentang Pelayanan Publik.

Baca Juga:  Diabaikan Polda, Dugaan Kejahatan Lingkungan PT Malibu Ditangani Mabes Polri

Ada sejumlah pasal yang dilanggarnya yakni UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi khususnya Pasal 28 ayat 5, UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta Khususnya terkait Pasal 40 ayat 1 dan Pasal 44 ayat 1, dan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional khususnya Pasal 25 ayat 2 dan Pasal 40 ayat 2, juga Pasal 70.

Zamrun juga dinilai melanggar PermenPANRB Nomor 17 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya, Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi, Permendikbud Nomor 92 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Dosen, dan Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Dipicu Utang Piutang, Pria di Kendari Ditikam Rekannya Hingga Tewas

Penulis : Syukur

Published

on

By

KendariMerdeka.com, Kendari – Polres Kendari mengungkap insiden penikaman pada malam tahun baru di Jalan RA Kartini, Kelurahan Kendari Caddi Kota Kendari. Ahmad, seorang pemuda tewas ditangan rekannya sendiri bernama Deni dipicu karena utang piutang.

Kejadian penikaman tersebut terjadi pada malam tahun baru 31 Desember sekitar pukul 18.30 WITA. Deni awalnya berpapasan dengan korban dijalan raya, dekat Mesjid Salam Kota Kendari. Korban yang sedang berboncengan dengan rekannya, dilontarkan pertanyaan, terkait utangnya terhadap pelaku.

“Namun korban menyebutkan bahwa dia sudah membayar utangnya kepada rekan pelaku,”tutur Kapolres Kendari, AKBP Didik Erfianto S.IK mengggelar konferensi pers di Polres Kendari.

Didik menyebutkan, pelaku ini tak terima dengan ucapan korban yang mengaku sudah membayar utang kepada orang lain. Karena utang korban seharusnya dibayarkan melalui pelaku. Pelaku kemudian memukul korban. Didik menuturkan, korban sempat melarikan diri dan jatuh didekat sumur tua.

Baca Juga:  Kuasa Hukum PT MBS Bantah Tudingan LSM Soal Tidak Memiliki Izin Penggunaan Jalan

“Disitulah, pelaku menghabisi korban dengan menikam korban dibagian paha dan dadanya, hingga tewas,”tuturnya.
Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat 3 KHUP tentang tindak pidana penganiayaan berat. Yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Polisi Tetapkan 5 Orang sebagai Tersangka Demo di VDNI dan PT OSS

Redaksi

Published

on

By

KendariMerdeka.com, Kendari – Lima orang yang dianggap sebagai pengendali aksi demonstrasi di PT VDNI dan PT OSS akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Kelima orang ini diduga sebagai orang yang menjadi provokator sehingga terjadinya pembakaran dan pengrusakan alat berat milik perusahaan.

Kelima tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polda Sultra yakni IS, 27 tahun, swasta, alamat Wakatobi, RM, 37 tahun, swasta, Tonggauna Konawe, WP, 25 tahun. Swasta, Punggaluku Konawe, NA, 23 tahun, mahasiswa, Tolaki, Wawotobi Konawe dan AP, 23 tahun, mahasiswa, Amonggedo Konawe.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka, saat ini masih akan digelar. Apakah akan ditahan atau tidak,” tutur Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan S.IK.

Baca Juga:  Lima Surga Tersembunyi di Pulau Muna yang Jarang Diketahui

Ferry menyebutkan kelimanya dijerat dengan pasal 160 KUHP, pasal 216 KUHP tentang tindak pidana penghasutan dan melawan petugas. Ancaman hukuman dalam pasal tersebut lebih dari lima tahun.

Untuk diketahui, lima orang ini adalah pengendali demonstrasi dalam aksi unjukrasa tuntutan gaji buruh yang tidak jelas diberlakukan Perusahaan PT VDNI dan PT OSS.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending

Copyright © 2020 KendariMerdeka.Com

var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4392949,4,1,120,40,00011111']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })(); counter hit make