Connect with us

Peristiwa

Demo Tolak TKA, Massa Ancam Masuk Paksa Temui Kepala Imigrasi Kendari

Penulis: Gibran

Dipublikasikan

-

KendariMerdeka.com, Kendari – Aksi unjuk rasa tolak Tenaga Kerja Asing kloter dua yang dilakukan Aliansi Persatuan Pemuda Mahasiswa Sultra Bergerak semakin memanas. Pasalnya Kepala Imigrasi Kelas IA Kendari, Hajar Aswad tak kunjung menemui demonstran.

Dari pantauan ini media ini, Jendral Lapangan Rafiul Awal dalam orasinya mengancam akan masuk secara paksa untuk menemui Kepala Kantor Imigrasi jika tak kunjung keluar menemui massa aksi. Ancaman Rafiul Awal dibuktikan dengan massa aksi mendorong pagar Kantor Imigrasi.

“Jika Kepala Imigrasi tidak mau menemui massa aksi. Kami tidak segan segan untuk masuk ke dalam Kantor Imigrasi secara paksa,” ancamnya.

Mereka katakan kecewa dengan sikap inkonsistensi Kepala Kantor Imigrasi Hajar Aswad. Sebelumnya, Hajar Aswad membuat pernyataan menunda kedatangan TKA PT VDNI dan OSS di tengah Pandemi, dan jika kloter dua TKA tetap masuk di Sultra ia siap mundur dari jabatannya. Diketahui, pernyataan tertulis itu dikuatkan materai 6000.

Baca Juga:  Kepala Imigrasi Kendari Siap Mundur Dari Jabatannya Jika Kloter II TKA China Tetap Masuk di Sultra

Tidak berselang lama, Kepala Kantor Imigrasi melakukan klarifikasi kepada media lokal maupun Nasional. Dalam klarifikasi tersebut, ia membantah pernyataan kesiapan dirinya untuk mundur dari jabatannya jika TKA kloter dua tetap masuk di Sultra.

“Kepala Imigrasi tidak konsisten dengan pernyataanya tertulis di atas materai. Kepala Imigrasi klarifikasi kepada media bahwa pernyataan tersebut tidak benar. Kepala Imigrasi pembohong,” bebernya.

Sampai berita ini diterbitkan, massa aksi terus melakukan orasi secara bergantian dan memboikot pintu keluar Kantor Imigrasi Kelas IA TPI Kendari.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   

Peristiwa

Mahasiswa Lempari Telur Busuk dan Kotoran Ternak di Kantor Imigrasi Kendari

Penulis: Hamid

Dipublikasikan

-

Oleh

KENDARIMERDEKA, KENDARI – Kesal dengan sikap Imigrasi Kendari terhadap kedatangan Tenaga Kerja Asing di Sulawesi Tenggara, Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Pemuda Mahasiswa Sultra Bergerak (PPMSB) melakukan pelemparan telur busuk dan kotoran sapi di Kantor Imigrasi, Selasa, (7/7/2020).

Akibat aksi pelemparan itu, Polisi yang berjaga di didepan kantor imigrasi turut terkena percikan telur busuk yang dilemparkan masa aksi.

Sebelum aksi pelemparan itu, masa aksi yang tergabung dalam PPMSB, sempat melakukan perundingan dengan pihak kepolisian, mereka menuntut agar Kepala Imigrasi Kelas 1 A, Hajar Aswad, keluar dan menemui masa aksi, tak kunjung di temui, masa aksi lantas meluapkan kekesalanya dengan melemparkan telur busuk dan beberapa kantong plastik berisikan kotoran sapi.

Baca Juga:  Warga Sultra Menolak, TKA China Tetap Masuk Bekerja di Sultra

Koordinator aksi, Awal, mengatakan pelemparan ini mereka lakukan untuk menggambarkan betapa bobroknya Imigrasi di Indonesia khususnya Sultra.

“Hari ini Kami tidak menuntut banyak, kami hanya meminta transparasi dokumen untuk di perlihatkan di depan media dan di depan khalayak terkait berkas dokumen yang dimiliki 500 TKA China,” tukas Awal dalam orasinya.

Sampai berita ini diterbitkan, massa aksi terus melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Imigrasi Kelas IA TPI Kendari.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Lanjutkan membaca

Peristiwa

Sempat Hilang, 43 Pendaki Asal Kendari Ditemukan Selamat

Dipublikasikan

-

Oleh

KENDARIMERDEKA, Konut – Sempat dikabarkan hilang saat mendaki menuju permandian air terjun Lamesou Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), dua kelompok pendaki asal Kendari berhasil ditemukan Tim SAR dalam keadaan selamat Senin, (6/7/2020).

Proses pencarian dua kelompok pendaki asasl Kota Kendari itu, akhirnya dinyatakan selesai dan ditutup setelah ditemukannya 30 orang pendaki terakhir yang terjebak di Sungai Lameosu, Kecamatan Lasoslo Kabupaten Konawe Utara.

“ya, kami sudah temukan seluruh korban, dan tadi ada satu pendaki yang kena hipotermia, itu pasti karena diguyur hujan semalam,”papar kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi.

Dari Ke 43 pendaki tersebut, diketahui terbagi menjaidi dua kelompok, dimana kelompok pertama yang berhasil dievakuasi beranggotakan 15 orang, ditemukan berjarak sekitar 8,58 km, dari posko Desa Awali dan langsung langsung dievakuasi pada pukul 10.15 Wita.

Baca Juga:  Mahasiswa Lempari Telur Busuk dan Kotoran Ternak di Kantor Imigrasi Kendari

Kelompok dua berjumlah 33 orang, berhasil ditemukan, setelah Tim SAR menyusuri sekitar 2,77 km sungai Lamesou, dan lnagsung dievakuasi menuju posko SAR pada pukul 10.30 Wita.

Tim Sar gabungn yang diberangkatkan sejak pukul 02.00 Wita, akhirnya tiba diposko SAR, Desa Lamemtono bersama seluruhan korban pada pukul 10.30 bersama satu orang atas nama, Randi yang mengalami hipotermia dan langsung dievakuasi menuju puskesmas lasolo untuk mendapatkan penanganan medis

“karena seluruh korban sudah dievakuasi jadi proses pencarian kita nyatakan selesai dan ditutup,” pungkas Aris.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Lanjutkan membaca

Peristiwa

Enam Hari Terombang Ambing, Nelayan Konkep Ditemukan di Konsel

Dipublikasikan

-

Oleh

KendariMerdeka.com, Konkep – Nelayan bernama Idar (40) korban kapal tugboat yang hilang di perairan Cempedak Kabupaten Konawe Kepulauan berhasil ditemukan Tim SAR di Konawe Selatan.

Diketahui, upaya pencarian Tim Orange ini dilakukan selama enam hari sejak hilangnya korban, Rabu 24 Juni 2020.

Kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi mengatakan, pukul pukul 10.50 Wita Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terdampar di pantai Desa Tue-Tue, Kecamatan Laonti, Kabupaten Selatan dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban ditemukan arah barat daya dari LKK sekitar 4,8 NM. Selanjutnya korban dievakuasi menuju RS Bhayangkara kendari dan diserahterimakan kepada pihak keluarga di rumah sakit pada pukul 15.20 Wita,” cerita Aris.

Baca Juga:  156 TKA Kloter I Diduga Bukan Tenaga Ahli, HMI Kendari Tagih Janji Ketua DPRD Sultra

Aris menjelaskan, area pencarian Tim SAR Berdasarkan Sarmap. Dalam pencarian korban, pihaknya membagi dua tim. Tim satu dengan menggunakan Searider milik Basarnas Kendari dengan luas area pencarian 30 mil laut persegi, dan Tim dua dengan menggunakan KMN Cahaya Anugerah dan Longboat nelayan dengan luas 18 mil laut persegi.

Keluarga korban, Takbir mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR yang telah berupaya mendapatkan korban.

“Terima Kasih kepada Tim SAR yang sudah menemukan keluarga kami,” ujarnya.

Pemberitaan sebelumnya, Rabu (24/6/2020) pukul 11.40 Wita Comm Centre Basarnas Kendari menerima info dari Jarre yang melaporkan bahwa telah terjadi kecelakaan kapal. Yakni 1 buah longboat dengan POB 1 orang ditabrak oleh kapal tugboat di sekitar perairan Cempedak. Telah dilakukan pencarian oleh kapal nelayan lainnya namun tidak ditemukan. Setelah mendapatkan tersebut, Basarnas Kendari menurunkan Tim untuk melakukan pencarian.

Baca Juga:  PPMSB: Imigrasi Kendari Pelacur Bangsa

Dengan ditemukannya korban kata Aris, pukul 15.30 Wita operasi SAR terhadap satu orang nelayan hilang diperairan cempedak dinyatakan selesai dan ditutup.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
   
Lanjutkan membaca
Advertisement        

ARSIP BERITA

Trending

Copyright © 2020 KendariMerdeka.Com

var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4392949,4,1,120,40,00011111']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })(); counter hit make