Connect with us

Berita

Besok, LDM Junior Mubar Diuji PS Lombe Putra

Penulis : Hamid

Published

pada

KendariMerdeka.com, Mubar – Kesakralan lapangan Mekar Jaya, Muna Barat sebagai home base LDM FC akan kembali diuji oleh tim kuat asal Buton Tengah, PS Lombe Putra (21/11).

PS Lombe Putra merupakan tim kawakan yang selalu melahirkan pemain-pemain hebat. Salah satunya adalah Jasman Harun, mantan gelandang tim divisi utama Gelora Dewata dalam Ligina VI 1997 lalu. Kini, Jasman mengasuh PS Lombe Putra.

“Kami akan berkunjung ke Muna Barat, Saya ingin membiasakan anak-anak PS Lombe Putra bertanding dengan tim kuat. Saya pernah menyaksikan anak-anak LDM FC Muna Barat bertanding, mereka memiliki kecepatan dan determinasi yang bagus. Semoga pertandingan nanti anak-anak bisa mengimbangi LDM Muna Barat”, harap Jasman.

Manajer LDM FC, L.M Ridwan Suma (kiri) bersama pemain LDM. FC (kanan)


Jasman sudah menyiapkan pola permainan menghadapi LDM FC Mubar. Menurut mantan pemain yang berposisi sebagai gelandang ini, dirinya akan menerapkan pola 3-5-2 untuk meredam agresivitas wing back LDM yang dikenal cepat dan tangkas.

“Kita main pola 3-5-2, dengan menggabungkan senior dan junior. Kebetulan dalam waktu dekat PS Lombe Putra akan bertanding dalam turnamen Bupati Butwng Cup. Kebetulan edisi 1 dan 2 PS Lombe Putra adalah juara, Insya Allah dalam edisi ke 4 nanti kami kembali merebut juara. Makanya sekarang kami perbanyak melakukan ujicoba untuk membangun mental bertanding anak-anak”, lanjutnya.

Sementara itu Manajer LDM FC, L.M Ridwan Suma mengaku jika anak didiknya antusias dalam menghadapi pertandingan lawan PS. Lombe Putra. Ridwan menyiapkan LDM FC Jaguar, tentang pola yang akan diturunkan, Ridwan mengaku jika anak didiknya terbiasa menggunakan pola 4-3-3 atau 4-2-3-1.M

Jasman Harun, pelatih PS Lombe Putra

“Kebetulan di LDM FC ada dua tim. Yang senior adalah LDM Eagle, sedangkan tim junior adalah LDM Jaguar. Kedua tim ini memiliki kwalitas yang merata. Kenapa dipisah, karena LDM Jaguar ini adalah anak-anak yang lahir dari seleksi pemain junior, sehingga mereka digabungkan membentuk satu tim”, kata mantan pemain PS AD ini.

Tentang target yang ingin dicapai, Ridwan mematok hasil menang. Kata Ridwan, lapangan Mekar Jaya Muna Barat adalah home base LDM FC, maka kesakralan lapangan ini harus terus terjaga.

“Alhamdulillah selama ini, setiap LDM bertanding di Mekar Jaya, hasilnya selalu menang. Satu-satunya hasil seri yang kami dapatkan ketika menjamu PS Satria Wakumoro, yang merupakan Juara Piala Suratin Sultra 2019. Yang pasti anak-anak LDM selalu bermain sportif dan menghormati lawan tanding dalam bingkai persaudaraan”, pungkas Ridwan.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Penulis : Rinaldy

Published

pada

By

Gambar ilustrasi

KENDARIMERDEKA.COM – Lembaga indpenden anti korupsi (LIAK) Sultra mengungkapkan adanya indikasi dugaan korupsi di internal Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Indikasi tersebut berupa perbaikan pagar utama UHO dengan anggaran sebesar Rp3 miliar tahun 2020 yang dalam pekerjaannya sama sekali tidak sesuai bestek.

Koordinator LIAK Sultra, Asfar mengatakan adanya indikasi kerugian negara dalam pekerjaan pembangunan pagar utama UHO tahun 2020.

Olehnya itu, sambung dia, dirinya meminta aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini Kepolisian Daerah (Polda) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra untuk menindaklanjuti dan melakukan pemeriksaan terhadap oknum yang terlibat dalam pekerjaan pembangunan pagar tersebut.

“Kita mempunyai beberapa bukti-bukti kuat adanya indikasi korupsi dalam pekerjaan pembangunan pagar utama UHO, ” katanya, Kamis (10/6).

Ia menambahkan, indikasi korupsi itu berupa, tidak adanya papan proyek hingga volume pekerjaan sama sekali tidak diketahui.

“Sebelum dilakukan pekerjaan, telah ada fondasi awal sehingga hanya dibungkus saja. Bahkan, pagar lama sama sekali tidak dibongkar, langsung lapiskan saja batu merah, ” bebernya.

“Kami juga mendesak Polda dan Kejati Sultra untuk memanggil dan memeriksa Rektor UHO selaku kuasa anggaran (KA), pejabat pembuat komitmen (PPK) karena melakukan pembayaran yang tidak susai serta pihak kontraktor pekerjaan, ” tegasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Penambang Ilegal Pasir PT NET di Nambo Dimodali TKA China Mr Hao

penulis : Syukur

Published

pada

By

KENDARIMERDEKA.COM – Polisi seharusnya secepatnya melakukan tindakan awal untuk segera menutup Aktivitas tambang galian C di Kelurahan Nambo. Alasannya jelas, bahwa Tambang CV Echal yang sudah berubah nama menjadi PT NET ini, tak pernah punya izin sejak Tahun 2020 mengolah pasir Silika.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Abdul Rajak Jinik membenarkan, jika aktivitas tersebut tak tutup, maka akan dilaporkan Kepolisi. Menurutnya, aktivitas galian C Pasir yang tak punya izin berpotensi mencemari lingkungan pantai Wisata Nambo.

“Kita akan laksanakan Hearing kedua, dan ini sudah akan masuk ke ranah Kepolisian,”tutur Rajab Jinik.

Lurah Nambo Kota Kendari, Rajamudin membenarkan bahwa PT NET ini masih aktivitas di Kelurahan Nambo hingga sekarang. Dia menuturkan, masyarakat tak mungkin melarang karena perusahaan mempekerjakan tenaga lokal. Namun, memang soal izin dia tak begitu tau. Karena selama ini perusahaan tersebut beraktivitas, izinya tidak pernah disampaikan ke Kelurahan.

“Kalau soal izinya saya belum pernah lihat. Tapi, memang aktivitas terus didalam. Saya tidak tau kalau sudah berubah nama dari CV EChal menjadi PT NET,”katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Hj Nahwa Umar, SE MM, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, mengenai Aktifitas tambang galian C di Kecamatan Nambo itu tidak diperkenankan untuk mengelola, apa lagi dengan menggunakan mesin.

“Nanti saya sampaikan kepada pihak OPD terkait untuk turun meninjau. Tidak boleh mengelola, apa lagi ada aktifitas pertambangan karena dianggap telah mencemari lingkungan, terutama pariwisata pantai Nambo,” Imbuhnya, Senin(7/6/2021).

Dari penulusuran jurnalis, Tambang Pasir Silika di Nambo dilakukan PT NET. Mereka membawa pasir bertongkang-tongkaang ke PT VDNI melalui Jetty PT TAS. Direktur PT NET, merupakan istri seorang Tenaga Kerja China bernama Mr Hao. Sementara Mr Hao sendiri adalah pemodal dari aktivitas tambang PT NET selama ini.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Polda Sultra Pastikan PT Tiran Mineral Tidak Melakukan Illegal Mining

Penulis : Rinaldy

Published

pada

By

KendariMerdeka.com, Kendari – Kabar bahwa PT Tiran Mineral beraktivitas Ilegal, sepertinya tak berdasar. Sebab, Polisi telah melakukan pengecekan dalam kawasan tersebut dan memiliki izin lengkap.

Perusahaan yang kabarnya akan membangun Smelter dalam kawasan industri tersebut, telah menuntaskan sejumlah izin yang ada.

Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Waris Agono membenarkan bahwa izin PT Tiran Mineral lengkap. Dia mengakui telah memerintahkan personil untuk melakukan pengecekan dikawasan tersebut. Dari sisi UU kehutanan ( P3H) sudah aman dari dugaan menambang dalam kawasan hutan. Artinya Perusahaan tersebut telah memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan.

“Dari sisi UU minerba sudah aman dri dugaan menambang tanpa iup,”tuturnya.

Dia menyebutkan dalam lokasi PT Tiran Mineral, tidak terjadi penambangan namun giat pematangan lahan untuk pembangunan kawasan industri smelter.

“Sudah saya cek ke team, hasilnya juga mengenai Penjualan ore nikel telah memiliki izin penjualan dari menteri,”katanya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending