Connect with us

HUKRIM

Ampuh Sultra Soroti Eksistensi PT HMS dan PT WMS di Morombo, Berikut Deretan Kasusnya

Penulis : Nal

Published

on

KENDARI – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Sulawesi Tenggara (Ampuh Sultra) kembali menyoroti keberadaan perusahaan yang diduga asyik melakukan kegiatan penambangan ilegal di Wilayah Morombo, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Perusahaan tersebut yakni PT Hansel Mineral Sultra (PT HMS) dan PT Wijaya Mineral Sultra (PT WMS). Keduanya diduga kuat merupakan perusahaan milik salah satu owner toko perabot elektronik di Kota Kendari berinisial EK.

Sebagaimana diungkapkan Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo. Kata dia, kegiatan PT HMS dan PT WMS ini merupakan kegiatan ilegal yang terstruktur dan sistematis. Sebab, kedua perusahaan itu sudah pernah terhenti saat Polda Sultra dan Bareskrim Polri aktif melakukan patroli ilegal mining di wilayah Morombo, namun sekarang perusahaan tersebut kembali berulah.

“Jadi PT HMS dan PT WMS ini pemiliknya sama, tetapi peran masing-masing perusahaan berbeda. Yakni PT HMS berperan sebagai penambang ilegal sedangkan PT WMS sebagai penadahnya,” ungkap Egis sapaan, Senin (24/4/2023).

Lebih lanjut, aktivis nasional asal Konawe Utara itu menjelaskan, lokasi yang diduga di garap oleh PT HMS merupakan kawasan hutan lindung yang masuk dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Antam atau biasa disebut dengan fit 90.

Tidak hanya itu, selain melakukan penambangan di dalam kawasan hutan, PT HMS dan PT WMS juga melakukan jetty secara ilegal. Sehingga dugaan kejahatan kedua perusahaan itu dapat dikatakan sebagai kejahatan berat.

“Dalam hukum pidana, perbuatan EK ini merupakan tindak pidana Samenloop atau beberapa kejahatan yang di lakukan oleh satu orang. Dan ini wajib untuk di bongkar oleh penegak hukum,” tegasnya.

Dijelaskan Hendro, bahwa beberapa kejahatan yang disebutkannya belum ditambah saat proses penjualan nikel hasil penambangan ilegal tersebut.

“Jadi soal ilegal mining, perambahan hutan, penadahan serta penggunaan jetty ilegal itu hanya sebagian. Sebab dalam proses penjualan nikel hasil ilegal mining itu timbul lagi kejahatan lainnya,” kata Pengurus DPP KNPI itu.

Hendro bilang, contoh kejahatan dalam proses penjualannya seperti memalsukan dokumen, memalsukan surat keterangan asal barang dan melakukan pemalsuan kedatangan dan keberangkatan kapal.

“Dalam hukum pidana, kejahatan ini dapat diartikan sebagai tindak pidana Deelneming atau suatu kejahatan yang dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa orang,” tukasnya.

Mahasiswa S2 Hukum Pidana Universitas Jayabaya Jakarta itu menuturkan, berdasarkan kajian internal kelembagaan Ampuh Sultra, PT HMS dan PT WMS dinilai melanggar beberapa aturan hukum.

Antara lain, UU Nomor 3 Tahun 2020 perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (“UU Minerba”), UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H) sebagai telah diubah dengan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

“Demi hukum, kasus dugaan ilegal mining, penadahan barang ilegal serta penggunaan jetty tanpa izin oleh PT HMS bersama PT WMS harus bongkar dan diproses secara hukum,” tutupnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Polisi Amankan 6 Unit Eksavator di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Kabupaten Bombana

Published

on

KENDARI – Direktorat Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Polres Bombana mengamankan 6 unit alat berat disebuah lokasi pertambangan di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Senin 8 Juli 2024.

Dirkrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Bambang Wijanarko melalui Kasubdit Tipidter, Kompol Ronald Arron Maramis mengatakan, hasil giat patroli ilegal mining di Kabupaten Bombana mereka mengamankan 6 unit alat berat jenis eksavator yang diduga digunakan untuk melakukan penambangan ilegal.

“Tim mendapatkan Informasi masyarakat bahwa ada kegiatan pertambangan emas yang diduga dilakukan dalam Kawasan Hutan tanpa izin dari yang berwenang. Tim mengamankan 6 alat berat jenis excavator yang diduga kuat digunakan untuk melakukan penambangan,” katanya melalui keterangan resminya.

Kompol Ronald menyebut, saat pihaknya sedang mreka melakukan pendalaman terhadap para terduga pelaku.

“Tim masih akan melakukan pendalaman dan identifikasi guna membuat terang peristiwa tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga sedang mendalami apakah perseorangan atau perusahaan tambang melakukan dugaan Penambangan Ilegal.

“Masih didalami, apakah perbuatan korporasi atau perorangan,” pungkasnya.

Continue Reading

HUKRIM

Bawa Sajam dan Hendak Mencuri, Tiga Pria Diamankan Tim Patroli Samapta Polda Sultra

Published

on

KENDARI – Menjelang lebaran Idul Fitri 2024 diprediksi tindakan kejahatan juga akan meningkat, terutama motif desakan ekonomi. Para pelaku kejahatan biasanya akan mengincar rumah kosong yang ditinggal mudik oleh penghuninya.

Baru-baru ini tim Patroli Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sultra yang tergabung dalam Satgas Preventif menangkap pelaku pencurian dan pengguna senjata tajam.

“Hasil patroli kami, telah diamankan tiga pelaku Tindak Pidana Percobaan Pencurian dan Pelaku  yang kedapatan membawa sajam jenis parang, ” kata Ketua Tim Patroli Perintis Dit Samapta Polda Sultra, Ipda Toyo Sumanto, S.Si, Senin 8 April 2024.

Ipda Toyo menjelaskan saat melakukan patroli sekitar pukul 01.30 Wita dini hari, tim patroli yang dipimpinnya mengamankan seorang pemuda yg kedapatan telah melakukan Percobaan tindak Pidana Pencurian disalah  satu kamar  kos-kosan  yang  beralamat di Jalan Bina Guna, Kemaraya, dengan cara pelaku mencongkel jendela Kamar korban dengan menggunakan obeng plat dan kemudian masuk serta mencoba mengambil 2 (buah) tabung gas milik korban dan pada saat melakukan aksinya pelaku ditemukan oleh warga setempat.

Selanjutnya pada jam 02.00 Wita pada saat Tim Patroli Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sultra melaksanakan mobile di Jalan Mayjend S Parman Tim Patroli melihat dua orang remaja berboncengan menggunakan sepeda motor yang mencoba melarikan diri, kemudian personel Patroli Perintis Presisi mencoba melakukan pengejaran dan berhasil mendapatkan dan mengamankan kedua orang remaja tersebut yang mana dari hasil penggeledahan salah satu remaja tersebut ditemukan senjata tajam berjenis Parang.

“Untuk ketiga pelaku berikut barang bukti telah diserahkan ke polsek Kemaraya guna proses hukum lebih lanjut, ” pungkas Ipda Toyo.

Continue Reading

HUKRIM

Gunakan Dokumen Palsu, Gakkum KLHK Tangkap Pelaku Ilegal Loging Antar Provinsi

Published

on

KENDARI – Tim Operasi Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi menggagalkan pengiriman kayu ilegal antar provinsi di Jalan Poros Kendari–Amolengo dengan modus pemalsuan dokumen kayu, pada Selasa, 26 Maret 2024.

Dalam kasus ini Tim Operasi mengamankan 1 unit truk tronton dengan muatan kayu sebanyak 18 meter kubik serta seorang sopir truk berinisial IN (29) dan menetapkan tersangka kepada pemilik kayu bernama S (56), warga Desa langkoroni, Kecamatan Maligano, Kabupaten Muna.

Kasus ini berawal dari pengaduan masyarakat yang memberikan informasi adanya pengangkutan kayu olahan yang diduga ilegal, menggunakan truk tronton berwarna merah dengan Nomor Polisi DD 8702 UN, dari Kabupaten Buton Utara menuju Kota Kendari melalui Pelabuhan Labuan Bajo dengan menggunakan kapal ferry menuju Pelabuhan Maligano.

Menindaklanjuti informasi awal dari masyarakat tersebut, Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi membentuk Tim Operasi peredaran hasil hutan di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pada pukul 16:27 Wita, Tim Operasi bergegas ke Pelabuhan Maligano untuk melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan truktersebut. Pukul 17:30 Wita, Tim Operasi menemukan truk tronton tersebut dan dilakukan pengintaian terhadap kendaraan tersebut sampai memasuki wilayah Kota Kendari.

Tepatnya di jalan poros Kendari-Amolengo Kelurahan Anggalomelai, Kecamatan Abeli, Kota Kendari. Selanjutnya Tim Operasi menghentikan laju truk tersebut untuk dilakukan pemeriksaan. Sehingga Tim Operasi menemukan truk yang dikendarai IN (29), memuat kayuolahan jenis Marcoppo, dengan volume kayu sebanyak 18 meter kubik dengan disertai dokumen SKSHH KO.

Menurut pengakuan Sopir IN (29), bahwa pemilik kayu tersebut adalah pria berinisial S (56) yang beralamat di Kabupaten Muna. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen yang menyertai kayu tersebut, dokumen SKSHH KO tidak sesuai dengan volume muatan kayu dan tanggal penerbitan dokumen tersebut.

Tim kemudian membawa truk beserta muatan kayu dan Sopir IN untuk diamankan di Kantor Pos Gakkum KLHK Kendari di Kota Kendari untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan oleh Penyidik Balai GakkumKLHK Wilayah Sulawesi, kayu tersebut berasal dari kawasan hutan konservasi Suaka Margasatwa Buton Utara dengan tujuan perusahaan UD Indah Lestari yang beralamat di Daerah Cina Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan.

Hasil pengembangan proses pemeriksaan, Penyidik menetapkan S (pemilik kayu), sebagai tersangka. Saat ini tersangka dilakukan penitipan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Kendari. Penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti berupa 1 unit truk beserta muatan kayu dan dokumen SKSHH KO palsu.

Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum KLHK Wilayah Sulawesi, Aswin Bangun mengatakan, modus operandi para terduga pelaku yaitu dengan menggunakan dokumen palsu.

“Akan menjadi perhatian kami untuk pengawasan lebih intensif terhadap peredaran kayu dan penertiban penggunaan dokumen kayu,” kata Aswin, Sabtu (30/3/2024).

Kata Aswin, sebelumnya pihaknya juga telah membongkar dan menangkap makelar kayu, dengan modus serupa, yaitu berupa penggunaan dokumenpalsu SIPUHH Online yang digunakan secara berulang di Kabupaten Tana Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kami akan berkoordinasi dan melaporkan temuan ini kepada pihak terkait, dalam hal ini penerbit dokumen kayu, untuk melakukan pengawasan dan perbaikan lebih lanjut,” tegas Aswin.

Aswin menambahkan, bahwa saat ini terjadi perubahan tren para pelaku illegal logging yang sebelumnya marak terjadi di wilayah Indonesia bagian barat, saat ini mengalami pergeseran ke wilayah Indonesia bagian timur seperti Provinsi Papua, Maluku termasuk di Sulawesi. Seiring berkurangnya persediaan kayu di Sumatera, Kalimantan dan Jawa.

“Kami menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat dan media massa. Bisa jadi para pelaku illegal loggingsaat ini sedang mengincar Indonesia timur, seperti Maluku, Papua termasuk Sulawesi, karena potensi hutan kita dianggap masih besar,” imbuhnya.

“Kami berharap kepada semua pihak untuk dapat turut serta berperan dalam melakukan pengawasan sebagai upaya menjaga kelestarian sumber daya hutan yang tersisa, agar tidak habis dijarah oleh para cukong, pelaku illegal logging, terutama untuk di Indonesia timur, khususnya di Sulawesi,” tambahnya.

Aswin bilang, dalam proses penanganan kasus ini pihaknya akan melakukan pengungkapan kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain yang terlibat serta akan menindak perilaku curang penggunaan dokumen palsu.

“Kami berharap para pelaku mendapatkan hukuman seberat-beratnya agar dapat menimbulkan efek jera. Kami akan terus berkomitmen dan konsisten dalam memberantas kejahatan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan,” harap Aswin.

Saat ini Gakkum KLHK telah melakukan 2.103 operasi pengamanan bidang lingkungan hidup dan kehutanan, serta telah membawa 1.512 kasus kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan, ke meja hijau.

Atas perbuatannya, terduga pelaku inisial S (pemilik kayu) akan dijerat dengan pidana penjara maksimum 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2,5 Miliar.

Continue Reading

Trending