Connect with us

Berita

KKN Tematik UHO Kembangkan Desa Wisata di Konawe

Penulis:Rinaldy

Published

on

KENDARIMERDEKA.COM – Kuliah Kerja Nyata(KKN) Tematik Universitas Halu Oleo(UHO) kembali menunjukan perhatiannya akan kelestarian lingkungan di wilayah pesisir Kabupaten Konawe, tepatnya di Kecamatan Soropia, Desa Leppe.

Dengan mayoritas penduduk yang pekerjaannya sebagai nelayan dan berlatar belakang pendidikan minim atau sangat rendah, kesadaran akan pengelolaan lingkungan tentunya sangat rendah.

Tinjauan lapangan yang dilakukan, mendapati hasil bahwa masyarakat setempat masih enggan berurusan dengan pengelolaan lingkungan salah satunya tata kelola sampah, dimana masih banyak sekali sampah yang berserakan akibat pengelolaan yang buruk serta jumlah fasilitas seperti tong sampah yang jumlahnya pun kurang memadai.

Salah satu warga Ikbal yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan, membeberkan bahwa permasalahan tata kelola sampah sudah terjadi selama turun temurun di Desa Leppe, hal ini diakibatkan karena keterbatasan pengetahuan yang ada.

“Mayoritas masyarakat di sini nelayan, dan rata-rata kami kurang paham dengan pengelolaan sampah yang ada,” ucapnya.

Mengatensi permasalahan tata kelola lingkungan di Desa Leppe, Tim KKN Tematik yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa UHO lansung melaksanakan program penyelamatan lingkungan dengan target mengembangkan Desa Leppe sebagai Desa Wisata melalui Edu-EkoWisata sebagai media pelestarian dan pendidikan karakter dengan pendekatan-pendekatan kekeluargaan.

Tim Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Dr. Nursaban Rommy Suleman, SE.,M.Si mengatakan perihal turunnya Tim KKN Tematik UHO bertujuan untuk membangkitkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan bersih.

“Kita akan tingkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, agar dapat menarik atensi masyarakat lain dan akademisi untuk terlibat dalam satu kesadaran terhadap lingkungan bersih dan nyaman pasca KKN Tematik berakhir,” terangnya saat ditemui awak media, Jumat (17/9/2021).

Desa Leppe merupakan kawasan pesisir yang mayoritas masyarakatnya nelayan, ketika mereka kurang memahami akan pentingnya tata kelola sampah, kemungkinan yang terjadi adalah pencemaran lingkungan yang dapat merusak ekosistem laut, akibatnya tidak hanya lingkungan yang akan rusak melainkan berdampak pula terhadap masyarakat sekitar desa, lanjut Rommy.

“Target kita adalah menjadikan Desa Leppe sebagai desa percontohan khususnya di kawasan pesisir, ketika itu semua terjadi maka masyarakat akan ikut berandil dalam menjaga dan melestarikan ekosistem laut,” tegas Kaprodi S2 Ilmu Manajemen Pasca Sarjana UHO.

Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) KKN Tematik UHO Desa Leppe, Al Yusri menuturkan bahwa guna memenuhi tujuan Tim KKN Tematik pihaknya membuat program-program untuk mengedukasi serta mengajak masyarakat secara bersama-sama dalam mengelola lingkungan desa.

Program yang berhasil kami lakukan diantaranya Sosialisasi Ancaman Sampah Plastik Bagi Masyarakat, Program Edukasi Lingkungan Terhadap Anak Sekolah Dasar (SD), Kegiatan Pembuatan Bak Sampah, Bakti Sosial, serta Penyediaan Poster dan Sarana Edukasi Lingkungan Pada Lokasi-Lokasi Strategis di Desa Wisata.

“Di lokasi kami lansung menargetkan masyarakat baik itu kawula muda maupun dewasa, dengan memberikan sosialisasi, pembelajaran, dan praktek lansung secara bersama-sama dengan masyarakat, tandasnya.

KKN Tematik UHO 2021 ini adalah bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana pengabdian terhadap masyarakat menjadi poin utama salah satunya konservasi lingkungan yang juga menjadi prioritas lembaga perguruan tinggi sebagai bentuk implementasi praktis keilmuan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di masyarakat khususnya Sulawesi Tenggara.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita

Kadin Sultra Siap Kawal Pembangunan Industri Baterai di Routa Konawe

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COMKENDARI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra siap mendukung dan mengawal investasi pembangunan pabrik baterai yang rencananya akan dibangun oleh perusahaan asal China dan berlokasi di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe pada tahun 2023 mendatang.

Kadin Sultra bersama Pemprov Sultra melakukan penandatanganan kesepakatan rencana pembangunan pabrik baterai oleh perusahaan asal China, Gostion Hitech di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (22/11/2022) sore.

ketua Umum Kadin Sultra, Anton Timbang mengatakan pihaknya sangat mendukung dengan masuknya investor di wilayah Sultra yang dapat mendorong dan meningkatkan perekonomian daerah.

Sebagai Ketua Satgas Investasi, Anton Timbang akan terus memantau dan mengawal proses perizinan sehingga apa yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan investor dapat berinvestasi dengan aman dan nyaman.

“Jadi intinya, apa yang direncanakan oleh PT Gosen Hitech yang mau berinvestasi pembangunan pabrik baterai di Sultra, Kadin sangat mendukung. Saya yakinkan bahwa kami akan mengawal ini agar mereka dapat berinvestasi dengan nyaman,” ujar Anton.

Anton berharap, pembangunan pabrik baterai ini dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

“Harapan kami, dengan perencanaan yang ada tadi betul-betul mereka berinvestasi di Sultra. Mereka ini adalah salah satu perusahaan baterai terbesar di dunia,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas mengatakan, dengan adanya pembangunan pabrik baterai ini membawa dampak baik bagi perekonomian daerah dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga lokal.

“Ini mampu menampung 20 ribu tenaga kerja. Mulai tahun depan mereka supervisi, rencana 2023,” ujarnya.

Lukman berharap dengan masuknya investor dari negara luar masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan di daerah agar inverstor lain dapat ikut masuk untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Forum CSR Sulawesi Tenggara Resmi Dilantik

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COM, KENDARI – Pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU) atau lebih dikenal dengan Forum CSR Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2022 – 2027 resmi dilantik.

Forum CSR ini diketuai oleh La Ode Samsul Barani. Dia dan pengurusnya dilantik oleh Wakil Ketua Umum CSR Indonesia, Aldino Kurniawan di Hotel Azizah Kendari, Jumat (18/11).

Diketahui, Forum CSR Sulawesi Tenggara ini terbentuk dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, dengan Nomor SK: 510 Tahun 2022 tentang pembentukan forum tanggung jawab sosial dan lingkungan badan usaha Sulawesi Tenggara.

Wakil Ketua Forum CSR Indonesia, Aldino Kurniawan mengatakan, Forum CSR adalah wadah berhimpunnya kalangan dunia usaha yang memiliki kepedulian dan komitmen kuat dalam penyelenggaraan program dan kegiatan CSR di bidang kesejahteraan sosial.

“Jadi setiap perusahaan atau badan usaha di Sultra ini harus bisa memberikan kesejahteraaan sosial kepada masyarakat sekitar,” ujarnya saat membawakan sambutan.

Dia menegaskan, jika perusahaan tidak menjalankan tanggungjawabnya kepada masyarakat dan lingkungannya tempat beroperasi, maka tidak menuntut kemungkinan akan ada sanksi yang diberikan, sebab semua telah tertuang dalam UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Sementara itu, Ketua CSR Sultra, La Ode Samsul Barani menyebut, pengurus dalam forum ini adalah elemen masyarakat dari berbagai kalangan baik akademisi, aktivis lingkungan, DPRD, OPD terkait, tokoh masyarakat, mahasiswa, organisasi masyarakat dan pelaku-pelaku usaha lainnya.

Untuk mengeksiskan dan menjalankan tugas sesuai AD/RT Forum CSR Sultra itu sendiri, pihaknya bakal membangun kerja sama dan sinergitas dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Sultra termaksud dengan pihak Pemprov Sultra sendiri.

“Semoga dengan terbentuknya Forum CSR Sultra ini, masyarakat bisa merasakan manfaat positif melalui program-program khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial maupun lingkungan,” tambahnya.

Kendati demikian, La Ode Samsul Barani tidak merinci seberapa banyak perusahaan yang telah bernaung dibawah forum tersebut, namun pihaknya bakal melakukan reker lebih dulu, pendataan perusahaan guna memantau keseriusaan pihak perusahaan dalam memajukan daerah khususnya Sultra.

“Ini semua adalah bentuk tanggungjawab perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan yang kita cintai,” pungkasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Kadin Sultra dan Kadin Kolaka Masukan 47 Ton Beras Lokal ke Alfamidi Daerah Sulawesi

Published

on

By

KENDARIMERDEKA.COMKENDARI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Kadin Kolaka secara perdana melakukan pengiriman beras lokal hasil pertanian di Kabupaten Kolaka.

Pengiriman sebanyak 47 ton beras lokal ini untuk pertama kalinya disalurkan ke toko Alfamidi wilayah distribusi Sultra dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Wakil Ketua Umum Bidang Pasar Modal Kadin Sultra, Sastra Alamsyah menjelaskan pengiriman perdana beras lokal dari Kabupaten Kolaka akan masuk ke toko Alfamidi yang berada di pulau Sulawesi.

“Beras lokal masuk ke Alfamidi, dan beras ini diambil dari petani-petani lokal di Kolaka Raya,” ungkapnya, Jumat, 18 November 2022.

Hal tersebut sebagai salah bentuk misi dagang yang dibangun oleh Kadin Sultra, melalui perusahaan binaannya dari Kabupaten Kolaka CV. Zalva berhasil melakukan pengiriman sebanyak satu kontainer dengan berat 47 ton.

“Ini adalah salah satu misi dagang Kadin Sultra yang berkolaborasi bersama Kadin Kolaka. Ini juga sebagai bentuk sinergi bersama Kadin Daerah dan pengusaha lokal untuk bisa masuk ke Retail marketing,” jelasnya.

Dalam pengiriman beras lokal tersebut, dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Sultra, terkhusus di sektor pertanian.

“Pengiriman beras lokal ini akan menjangkau Wilayah Sulawesi Tenggara dan Wilayah Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending