Connect with us

Berita

Tuntaskan Dualisme Kepengurusan, Fauzi Basalama Terpilih Sebagai Ketua Sekar Bank Sultra

penulis : Rinaldy

Published

pada

KendariMerdeka.com, Kendari – Direktur Utama Bank Sultra, Abdul Latif bersama Hayati Hasan (Direktur Pemasaran Bank Sultra) dan Hariyanto (Direktur Kepatuhan Bank Sultra) menyaksikan pelantikan jajaran pengurus Serikat Karyawan (SEKAR) Bank Sultra untuk masa bakti 2021-2024 oleh Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsostek Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Prov.Sultra, Drs.M.Amir Taslim, Kepala bidang Hubungan Industrial dan jaminan Sosial Tenaga Kerja Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kota Kendari Susianti Hafid, SH, MM serta Dewan Pakar Serikat Karyawan Bank Sultra, di Aula Kantor Pusat Bank Sultra, Kendari, Senin(31/5).

SEKAR Bank Sultra merupakan wadah bagi karyawan dalam menyampaikan aspirasi dan sebagai mitra strategis manajemen dalam mengembangkan dan memajukan institusi Bank Sultra.

Melalui mekanisme Pemilihan Ketua Sekar yang diselenggarakan oleh Panitia Pemilihan Ketua SEKAR Bank Sultra beberapa waktu yang lalu, Fauzi Basalama terpilih sebagai Ketua Serikat Karyawan (SEKAR) oleh mayoritas karyawan/ti
Bank Sultra di 90 (Sembilan puluh) kantor Bank Sultra.

Fauzi Basalama dengan tagline JUARA (maju perusahaannya sejahtera karyawannya) Dalam sambutannya menyampaikan, Ceremony ini bukan hanya sekedar formalitas semata, melainkan amanah dan tanggung jawab berat yang kami pikul bersama semoga dapat kami jalankan dengan baik dan sesuai harapan kita semua.

“Untuk mewujudkan visi misi kami sebagaimana
yang telah kami sampaikan takkan dapat terealisasi semuanya tanpa dukungan dari bapak Ibu pengurus dan anggota Serikat Karyawan Bank Sultra dan juga support dari Manajemen Bank Sultra,” Ungkap Ketua SEKAR itu.

Lebih lanjut dia juga menyampaikan Ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Panitia PILKEKAR yang telah menyelenggarakan Pesta Demokrasi Karyawan Bank Sultra yang berjalan dengan tentram, transparan dan real time.

Dengan memanfaatkan teknologi sehingga jarak tidak menjadi hambatan untuk seluruh anggota SEKAR yang tersebar diseluruh Kantor Bank
Sultra diwilayah Sulawesi Tenggara dapat menggunakan hak suaranya tanpa intervensi dan paksaan dari pihak manapun. Terima kasih juga disampaikan kepada semua anggota yang telah memberikan kepercayaan untuk menjalankan amanah.

“semoga kami tidak akan mengecewakan kalian. kami haturkan ucapan terimakasih yang setinggi tingginya kepada manjemen Bank Sultra yang
dengan sepenuh hati mendukung penyelenggaraan pesta demokrasi Karyawan Bank Sultra dan menerima kami sebagai pengurus yang terpilih,” Harap Fauzi dalam akhir sambutannya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Sultra, Abdul Latif mengucapkan selamat kepada Ketua SEKAR terpilih serta pengurus SEKAR yang baru.

Direktur Utama Bank Sultra itu mengungkapkan, Ini merupakan suatu capaian yang positif dimana yang kita ketahui bersama selama ini terdapat 2 (dua) kepengurusan SEKAR di Bank Sultra ini, walaupun hal tersebut tidak bertentangan dengan Undang-undang namun merupakan hal yang jarang terjadi. Dengan terpilihnya Sdr. Fauzi Basalama sebagai Ketua SEKAR serta dilantiknya pengurus SEKAR Bank Sultra semoga seluruh Karyawan/ti dapat menyatukan langkah dalam satu wadah SEKAR Bank Sultra.

“Karena hakikatnya kehadiran serikat karyawan adalah sarana untuk memperjuangkan kepentingan karyawan dan karyawati,” Ujarnya.

Ia juga menjelaskan tentang pentingnya bagi pengurus dan seluruh anggota serikat karyawan untuk selalu memahami undang-undang ketenagakerjaan. Karena dengan memahami perundang-undangan yang ada, diharapkan
hubungan ketenagakerjaan antara karyawan dan pengurus dapat berjalan dengan harmonis.

“Pengurus terpilih haruslah memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi dalam memperjuangkan, melindungi dan membela kepentingan serta kesejahteraan karyawan dan keluarganya dalam koridor yang sesuai dengan undang-undang dan ketentuan yang berlaku dan semoga Allah SWT., Tuhan Yang Maha Esa, selalu memberikan rahmat dan kekuatan kepada kita semua untuk membangun Bank Sultra perusahaan yang sama kita cintai,” Imbuhnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Penulis : Rinaldy

Published

pada

By

Gambar ilustrasi

KENDARIMERDEKA.COM – Lembaga indpenden anti korupsi (LIAK) Sultra mengungkapkan adanya indikasi dugaan korupsi di internal Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Indikasi tersebut berupa perbaikan pagar utama UHO dengan anggaran sebesar Rp3 miliar tahun 2020 yang dalam pekerjaannya sama sekali tidak sesuai bestek.

Koordinator LIAK Sultra, Asfar mengatakan adanya indikasi kerugian negara dalam pekerjaan pembangunan pagar utama UHO tahun 2020.

Olehnya itu, sambung dia, dirinya meminta aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini Kepolisian Daerah (Polda) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra untuk menindaklanjuti dan melakukan pemeriksaan terhadap oknum yang terlibat dalam pekerjaan pembangunan pagar tersebut.

“Kita mempunyai beberapa bukti-bukti kuat adanya indikasi korupsi dalam pekerjaan pembangunan pagar utama UHO, ” katanya, Kamis (10/6).

Ia menambahkan, indikasi korupsi itu berupa, tidak adanya papan proyek hingga volume pekerjaan sama sekali tidak diketahui.

“Sebelum dilakukan pekerjaan, telah ada fondasi awal sehingga hanya dibungkus saja. Bahkan, pagar lama sama sekali tidak dibongkar, langsung lapiskan saja batu merah, ” bebernya.

“Kami juga mendesak Polda dan Kejati Sultra untuk memanggil dan memeriksa Rektor UHO selaku kuasa anggaran (KA), pejabat pembuat komitmen (PPK) karena melakukan pembayaran yang tidak susai serta pihak kontraktor pekerjaan, ” tegasnya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Penambang Ilegal Pasir PT NET di Nambo Dimodali TKA China Mr Hao

penulis : Syukur

Published

pada

By

KENDARIMERDEKA.COM – Polisi seharusnya secepatnya melakukan tindakan awal untuk segera menutup Aktivitas tambang galian C di Kelurahan Nambo. Alasannya jelas, bahwa Tambang CV Echal yang sudah berubah nama menjadi PT NET ini, tak pernah punya izin sejak Tahun 2020 mengolah pasir Silika.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Abdul Rajak Jinik membenarkan, jika aktivitas tersebut tak tutup, maka akan dilaporkan Kepolisi. Menurutnya, aktivitas galian C Pasir yang tak punya izin berpotensi mencemari lingkungan pantai Wisata Nambo.

“Kita akan laksanakan Hearing kedua, dan ini sudah akan masuk ke ranah Kepolisian,”tutur Rajab Jinik.

Lurah Nambo Kota Kendari, Rajamudin membenarkan bahwa PT NET ini masih aktivitas di Kelurahan Nambo hingga sekarang. Dia menuturkan, masyarakat tak mungkin melarang karena perusahaan mempekerjakan tenaga lokal. Namun, memang soal izin dia tak begitu tau. Karena selama ini perusahaan tersebut beraktivitas, izinya tidak pernah disampaikan ke Kelurahan.

“Kalau soal izinya saya belum pernah lihat. Tapi, memang aktivitas terus didalam. Saya tidak tau kalau sudah berubah nama dari CV EChal menjadi PT NET,”katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Hj Nahwa Umar, SE MM, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, mengenai Aktifitas tambang galian C di Kecamatan Nambo itu tidak diperkenankan untuk mengelola, apa lagi dengan menggunakan mesin.

“Nanti saya sampaikan kepada pihak OPD terkait untuk turun meninjau. Tidak boleh mengelola, apa lagi ada aktifitas pertambangan karena dianggap telah mencemari lingkungan, terutama pariwisata pantai Nambo,” Imbuhnya, Senin(7/6/2021).

Dari penulusuran jurnalis, Tambang Pasir Silika di Nambo dilakukan PT NET. Mereka membawa pasir bertongkang-tongkaang ke PT VDNI melalui Jetty PT TAS. Direktur PT NET, merupakan istri seorang Tenaga Kerja China bernama Mr Hao. Sementara Mr Hao sendiri adalah pemodal dari aktivitas tambang PT NET selama ini.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

Berita

Polda Sultra Pastikan PT Tiran Mineral Tidak Melakukan Illegal Mining

Penulis : Rinaldy

Published

pada

By

KendariMerdeka.com, Kendari – Kabar bahwa PT Tiran Mineral beraktivitas Ilegal, sepertinya tak berdasar. Sebab, Polisi telah melakukan pengecekan dalam kawasan tersebut dan memiliki izin lengkap.

Perusahaan yang kabarnya akan membangun Smelter dalam kawasan industri tersebut, telah menuntaskan sejumlah izin yang ada.

Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Waris Agono membenarkan bahwa izin PT Tiran Mineral lengkap. Dia mengakui telah memerintahkan personil untuk melakukan pengecekan dikawasan tersebut. Dari sisi UU kehutanan ( P3H) sudah aman dari dugaan menambang dalam kawasan hutan. Artinya Perusahaan tersebut telah memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan.

“Dari sisi UU minerba sudah aman dri dugaan menambang tanpa iup,”tuturnya.

Dia menyebutkan dalam lokasi PT Tiran Mineral, tidak terjadi penambangan namun giat pematangan lahan untuk pembangunan kawasan industri smelter.

“Sudah saya cek ke team, hasilnya juga mengenai Penjualan ore nikel telah memiliki izin penjualan dari menteri,”katanya.

Facebook Comments
Reaksi Kamu?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Continue Reading

ARSIP BERITA

Trending